Cara Menghitung Keramik untuk Kebutuhan Lantai Rumah Anda

Keramik banyak digunakan sebagai pelapis permukaan lantai. Umumnya, keramik hadir dalam berbagai jenis corak atau motif sehingga bisa Anda pilih sesuai kebutuhan desain interior bangunan. Mulai dari keramik bercorak marmer, batu alam, hingga kayu, semuanya tersedia untuk kebutuhan permukaan lantai Anda.

Keramik ini tidak hanya hadir dalam corak berbeda, ukuran yang dipasarkan pun cukup beragam. Beberapa yang cukup sering ditemui di pasaran adalah 20x20 cm, 30x30 cm, hingga 60x60 cm. Agar permukaan lantai bisa tampak rapi dengan keramik, tentunya Anda harus mengetahui cara menghitung keramik untuk kebutuhan lantai.

Apa Perbedaan Ubin dan Keramik?

Namun, sebelum masuk ke pembahasan cara menghitung kebutuhan keramik, Anda perlu mengetahui apa perbedaan ubin dan keramik, supaya tidak terjadi salah persepsi dikemudian hari.

Sebenarnya keramik tidak berbeda dengan ubin. Bahkan keramik merupakan bagian dari ubin itu sendiri. Ya, jadi bisa dipastikan bahwa tidak ada perbedaan di antara ubin dan keramik. Malah keduanya merupakan satu kesatuan.

Keramik sendiri merupakan jenis material yang sangat lazim digunakan untuk melapisi lantai. Tidak hanya untuk lantai rumah saja, tetapi juga jenis bangunan dan gedung lainnya. Keramik memiliki fleksibilitas tinggi dan dapat diaplikasikan pada hampir seluruh bagian rumah dengan aman.

Lantai rumah dari keramik memberikan berbagai banyak keunggulan. Dimulai dari:

  • Tidak membutuhkan pemolesan untuk tetap membuatnya mengilap.
  • Proses pembersihannya pun mudah.
  • Lantai keramik memiliki tingkat kekuatan cukup baik.
  • Jika memang ada noda membandel di keramik, Anda dapat membersihkannya dengan mudah.

Baca juga: 9 Jenis Keramik yang Paling Sering Dipakai

4 Fungsi Keramik dalam Konstruksi Bangunan

Setelah mengetahui bahwa tidak ada perbedaan antara keramik dan ubin, selanjutnya Anda juga perlu memahami fungsi dari keramik. Berikut ini fungsi dari keramik yang sering Anda temui:

1. Sebagai Finishing Kontruksi

Bangunan akan terasa belum jadi atau belum lengkap bila lantainya belum dilapisi dengan keramik. Melapisi lantai dengan keramik menjadi sentuhan akhir pada konstruksi, sehingga lebih enak dan nyaman untuk dilihat.

2. Penutup Lantai

Fungsi keramik yang paling mendasar adalah menutupi lantai. Lantai rumah yang hanya berupa semen halus akan terlihat kurang menarik. Apalagi warna semen yang abu-abu memberikan kesan gelap dan kotor pada ruangan. Keramik yang dibuat untuk melapisi keramik ini sudah banyak tersedia di pasaran dengan berbagai jenis ukuran maupun materi. 

Baca juga: 7 Alasan Kenapa Lantai Keramik Menggelembung

3. Penutup Dinding

Selain untuk melapisi lantai, keramik juga berfungsi sebagai penutup dinding. Umumnya, pemasangan keramik pada dinding diterapkan di ruangan seperti kamar mandi atau dapur.

Tujuan utama dari melapisi dinding dapur yaitu agar noda-noda seperti bumbu dapur yang terciprat mudah dibersihkan. Selain itu dinding juga akan terkesan bersih dan rapi. Sedangkan dinding kamar mandi yang dilapisi keramik berfungsi untuk menghindari jamur tumbuh di dinding.

4. Pelapis Meja Dapur

Fungsi keramik yang terakhir adalah menjadi pelapis meja dapur. Alasan menggunakan keramik sebagai pelapis meja dapur adalah ketahanannya, tidak mudah tergores saat lagi mengulek bumbu, memotong bahan makanan, dan lainnya. Meja dapur yang dilapisi keramik juga lebih mudah dibersihkan dari noda bahan makanan, serta tidak menyerap bau amis.

Cara Menghitung Kebutuhan Keramik Lantai

Anda dapat mengikuti beberapa cara untuk menghitung kebutuhan keramik dari Klompmart berikut ini:

1. Mengukur Luas Lantai

Cara hitung kebutuhan keramik yang pertama adalah mengukur luas lantai. Dalam satu rumah atau bangunan, biasanya keramik yang digunakan bisa lebih dari satu. Bahkan tiap ruangan bisa dipasangi keramik dengan corak yang berbeda antara satu dengan lainnya. Untuk itu, sebagai cara menghitung keramik yang pertama, Anda wajib mengukur luas lantai terlebih dulu.

Jika memang keramik yang digunakan untuk tiap ruangan akan berbeda, hitung tiap luas lantainya. Misalnya, luas lantai kamar utama adalah 4 m x 5 m, yaitu 20 meter. Sedangkan, ruang tamu memiliki luas 3 m x 4 m, yaitu 12 meter.

Pengukuran luas lantai sangat penting dilakukan untuk membantu Anda membeli keramik lantai dalam jumlah tepat.

Baca juga: Cari Tahu Penyebab Lantai Retak

2. Hitung Luas Satu Kotak Keramik

Sudah mengetahui luas lantai yang akan dipasangi keramik? Saatnya Anda menyesuaikannya dengan keramik yang akan dibeli. Anggaplah Anda akan membeli jenis keramik untuk melapisi lantai di kamar utama seluas 20 meter tadi. Nah, cara hitung kebutuhan keramik lantai selanjutnya adalah dengan menghitung luas satu kotak keramik lantai.

Katakanlah Anda akan membeli keramik berukuran 40x40 cm per kepingnya. Lalu, satu kotak berisi 25 keping keramik. Konversi ukuran keramik 40 cm = 0,4 m. Berarti, luas satu kotak keramik adalah 25 keping x 0,4 m x 0,4 m = 4 meter persegi.

3. Membagi Luas Ruangan dengan Luas Keramik lantai

Kemudian, rumus cara menghitung kebutuhan keramik adalah

Jumlah kebutuhan keramik = luas ruangan : luas satu kotak keramik.

Berarti, luas kamar utama : luas satu kotak keramik = 20 : 4 = 5. Artinya, total kebutuhan keramik yang Anda butuhkan untuk melapisi permukaan lantai dengan luas 20 meter adalah sebanyak 5 kotak keramik.

Baca juga: Warna Keramik Agar Rumah Terlihat Luas serta Estetik

Contoh Perhitungan

Mari kita ambil contoh lain untuk menghitung kebutuhan keramik lantai ruang tamu seluas 12 meter di atas.

Katakanlah Anda memilih untuk menggunakan keramik ukuran 30x30 cm per kepingnya, di mana satu kotak berisi 20 keping keramik lantai.

Menggunakan perhitungan yang sama, berarti luas satu kotak keramik adalah 0,3 meter x 0,3 meter x 20 = 1,8 meter persegi. Lalu, jika luas ruang tamu dibagi dengan luas satu kotak persegi, maka hasilnya adalah 12 : 1,8 = 6,67 (dibulatkan menjadi 7).

Jadi, keramik yang dibutuhkan untuk melapisi permukaan lantai ruang tamu adalah sebanyak 7 kotak keramik.

4. Tambahkan 5% sebagai Cadangan

Setelah selesai menghitung kebutuhan keramik, Anda perlu menyiapkan keramik cadangan. Nah, ini dilakukan sebagai tips untuk berjaga-jaga. Pada umumnya, kebanyak orang menerapkan cara menghitung keramik lantai dengan menambahkan 5% dari total keramik yang dibutuhkan.

Misalnya, untuk kebutuhan keramik dinding dapur atau kamar mandi rumah, Anda memerlukan 5 kotak keramik. Jika ditambahkan 5%, hasil akhirnya memang tidak bulat, yaitu menjadi 5,25.

Jadi, Anda bisa menambahkan 1 kota keramik lagi. Hal ini dilakukan untuk antisipasi jika mungkin terjadi salah pemotongan keramik atau ada keramik yang pecah. Jadi, Anda pun tidak perlu bingung atau harus bolak-balik ke toko bangunan untuk membeli jenis keramik dengan model sama.

Kesimpulan

Sekarang tidak perlu lagi bingung harus membeli berapa dus keramik untuk kebutuhan permukaan lantai Anda di rumah atau bangunan lain. Karena Anda telah mengetahui cara hitung kebutuhan keramik. Semoga panduan singkat di atas bisa membantu Anda!


Cek harga klik disini
Media
Admin Klopmart
24 Okt 2019

Related Article