Tips & Trik

Pahami Perbedaan Danau dan Waduk di Sini

Media
26 Des 2022

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Danau dan waduk merupakan sumber air yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai kebutuhan. Kedua sumber air ini juga menjadi tempat berkembangnya biota air yang dapat dimanfaatkan masyarakat, baik untuk konsumsi sehari-hari atau dibudidayakan sebelum dijual kembali.

Hal ini terjadi mengingat kualitas air yang sudah tinggi sebagai hasil dari proses alam, seperti hujan, sebelum diolah kembali. Sehingga, masyarakat maupun makhluk hidup dapat memanfaatkan air dari danau dan waduk tanpa khawatir akan terkontaminasi dengan zat berbahaya. Akan tetapi, apakah Anda tahu bahwa danau dan waduk merupakan hal yang berbeda? Lantas, apa perbedaan danau dan waduk yang dapat dikenali?

Apa itu Danau dan Waduk?

Danau sendiri merupakan bagian sungai yang lebar dan dalam setelah terbentuk secara alami. Martono dan Wezel mengartikan danau sebagai kumpulan air yang berada dalam cekungan tertentu. Sementara itu, Forel menjelaskan pengertian danau sebagai tubuh perairan yang tergenang menempati suatu basin dan sangat kecil kontinuitasnya dengan laut.

Danau biasanya dikelilingi oleh daratan dan terbentuk secara alami. Proses seperti gunung meletus ataupun meteor jatuh dapat menjadi faktor utama yang mendukung terbentuknya danau. Namun, hujan dengan intensitas tinggi juga dapat menjadi faktor terbentuknya danau. Curah hujan yang tinggi membuat terbentuknya wadah penampung air secara alami.

Berdasarkan data, Indonesia memiliki 1.575 danau, yang terdiri atas 840 danau besar dan 735 danau kecil dengan luas sekitar 491.724 Ha. Beberapa danau terkenal dan sudah dimanfaatkan sebagai objek wisata ataupun irigasi adalah Danau Toba di Sumatra Utara, Danau Maninjau di Sumatra Barat, dan Danau Ranu Kumbolo di Jawa Timur.

Baca juga: 10 Bendungan Terbesar di Dunia, Ada Indonesia?

Sementara itu, waduk merupakan wadah air dalam kapasitas besar yang biasanya dibangun untuk berbagai keperluan. Kartasapoetra menjelaskan bahwa waduk adalah tempat penampungan air yang dibangun melintang sesuai arah sungai. Tujuannya agar permukaan air sungai di sekitar bisa mencapai ketinggian tertentu dan tidak meluap, untuk kemudian dialirkan ke lahan irigasi atau pertanian milik masyarakat sekitar.

Waduk sendiri dibuat atas kebutuhan masyarakat akan tempat penampungan air, sehingga mereka tidak perlu mencari mata air yang jaraknya jauh. Dengan adanya waduk, masyarakat juga dapat mengumpulkan air hujan dan dapat diolah kembali untuk berbagai kebutuhan ,seperti irigasi sampai pembangkit listrik.

Indonesia sendiri memiliki 205 waduk sampai tahun 2021 lalu, dengan mayoritas waduk terdapat di Nusa Tenggara Barat. Beberapa waduk di Indonesia yang sudah terkenal dan menjadi objek wisata adalah Waduk Jatiluhur, Waduk Gajah Mungkur, sampai Waduk Nglangon. Nama terakhir menjadi waduk tertua setelah dibangun pada tahun 1914 sebagai salah satu peninggalan zaman Belanda yang masih digunakan sampai sekarang.

Perbedaan Danau dan Waduk

Meski sama-sama merupakan wadah air, nyatanya danau dan waduk memiliki sejumlah perbedaan. Perbedaan danau dan waduk dapat dilihat berdasarkan fungsi, asal terbentuknya, sampai jenisnya. Berikut penjelasannya:

1. Dilihat dari Fungsi

Perbedaan danau dan waduk yang pertama dapat dilihat dari fungsinya. Danau biasanya hanya berperan sebagai objek wisata. Permukaan air yang tergolong tenang karena tidak terhubung dengan aliran air lain membuat danau bisa dijadikan tempat memancing ataupun olahraga air, seperti berenang atau mengayuh perahu. Daerah pinggir danau juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi.

Sementara itu, waduk memiliki berbagai jenis fungsi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Waduk bisa menjadi tempat budidaya biota laut oleh masyarakat untuk konsumsi dan komoditas yang dapat dijual.

Selain itu, perbedaan danau dan waduk yang paling mencolok adalah waduk dapat dijadikan sebagai pembangkit listrik tenaga air. Hal ini terjadi karena aliran air yang deras dari berbagai sumber air dan terkumpul di waduk dapat menghasilkan energi besar. Lalu, energi tersebut dikumpulkan untuk menggerakan turbin yang menghasilkan listrik dalam jumlah besar. Listrik inilah yang dimanfaatkan masyarakat untuk menerangi pemukiman mereka.

Baca juga: 6 Perbedaan Waduk dan Bendungan, Jangan Sampai Salah!

2. Asal Terbentuk

Jika dilihat dari asal terbentuknya, perbedaan danau dan waduk sangatlah jelas karena danau cenderung terbentuk secara alami. Berbagai faktor alam seperti gunung meletus dan curah hujan tinggi dapat membentuk sebuah wilayah menjadi danau. Contohnya adalah Danau Toba yang merupakan hasil dari letusan Gunung Toba. 

Lalu, ada juga danau yang terbentuk dari aktivitas gunung, yaitu Danau Ranu Kumbolo di kaki Gunung Semeru. Aktivitas lava yang mengalir saat gunung erupsi menghasilkan Danau Ranu Kumbolo dengan suhu air ekstrem.

Sementara itu, waduk terbentuk akibat campur tangan manusia. Biasanya, tempat yang kondisinya sesuai akan dikeruk sampai kedalaman yang diinginkan. Setelah itu, bendungan akan dibuat untuk menahan air yang terkumpul agar tidak meluap dan membanjiri pemukiman setempat. Batas-batas air juga akan dibuat sehingga pengawas dapat melihat status air di dalam bendungan. Jika air sudah berada di ketinggian waspada, masyarakat biasanya akan mendapat perintah evakuasi karena peringatan banjir.

Baca juga: 8 Sistem Drainase di Perumahan Untuk Cegah Masalah Banjir

3. Jenis

Perbedaan danau dan waduk juga dapat terlihat dari jenis-jenisnya. Anda dapat melihat waduk yang dibuat berdasarkan ukuran, lokasi pembangunan, serta fungsi waduk saat pembangunan. Sementara itu, danau biasanya terbagi berdasarkan proses terbentuknya saja mengingat danau dibuat berdasarkan proses alami.

Baca juga: Jenis-Jenis Bendungan beserta Contohnya

Setelah mengetahui perbedaan danau dan waduk, dapat diketahui bahwa pembangunan waduk membutuhkan pondasi dan dinding yang kuat untuk menahan air dalam jumlah besar. Sehingga, dibutuhkan semen dengan daya ikat dan daya tahan tinggi, seperti Semen SCG PCC.

Semen SCG PCC merupakan semen dengan daya susut rendah serta cengkraman kuat, cocok untuk plesteran, acian dinding, serta aplikasi beton. Harga Semen SCG PCC sendiri hanya sekitar Rp50.000 di Klopmart, toko online untuk Anda yang mencari alat dan bahan bangunan lengkap. Cukup pesan semen tersebut di Klopmart dan kami akan mengantarkannya ke lokasi proyek dengan cepat dan aman.

Sumber rujukan:

  • https://homepage.bwskal1.or.id/2021/05/05/2855/
  • https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kanwil-suluttenggomalut/baca-artikel/13971/Sertipikasi-Tanah-Danau-Bentuk-Pengamanan-Ekosistem-Danau.html#:~:text=Danau%20adalah%20bagian%20dari%20sungai,dan%20pendukung%20ekosistem%20perairan%20darat.
  • https://dataindonesia.id/sektor-riil/detail/indonesia-miliki-205-bendungan-pada-2021-daerah-mana-terbanyak
  • https://www.pustakaindo.co.id/pengertian-danau/
  • https://www.superlive.id/superadventure/in-depth/perbedaan-danau-waduk-dan-bendungan

Inspirasi Lainnya

9 Merk Besi Beton SNI Paling Bermutu di Indonesia 2024

Konstruksi

9 Merk Besi Beton SNI Paling Bermutu di Indonesia 2024

Selengkapnya
10 Rekomendasi Merk Mortar Terbaik: Lebih Kuat dan Tahan Lama

Konstruksi

10 Rekomendasi Merk Mortar Terbaik: Lebih Kuat dan Tahan Lama

Selengkapnya
10 Merk Semen Terbaik di Indonesia untuk Proyek Bangunan yang Kokoh

Konstruksi

10 Merk Semen Terbaik di Indonesia untuk Proyek Bangunan yang Kokoh

Selengkapnya