5 Jenis-Jenis Bendungan beserta Contohnya yang Perlu Anda Ketahui

Meski kebanyakan orang mengenal bendungan sebagai tempat penampung air dalam jumlah besar, ternyata ada jenis-jenis bendungan yang tidak banyak kita ketahui. Berdasarkan banyak faktor, jenis-jenis bendungan bisa memiliki fungsi yang berbeda. Tak hanya untuk membendung sungai, bendungan juga digunakan untuk memasok aliran air PLTA, sumber irigasi lahan, hingga tempat wisata.

Dengan banyaknya jumlah bendungan yang dimiliki Indonesia, tentu kadang sulit untuk melihat perbedaannya. Berikut ini penjelasan mengenai jenis-jenis bendungan yang perlu Anda ketahui.

Apa itu Bendungan?

Sebelum kita melihat jenis-jenis bendungan, mari kita bahas pengertian bendungan dengan lebih detail terlebih dahulu.

Dilansir dari National Geographic, bendungan adalah struktur yang dibangun di seberang sungai atau arus aliran untuk menahan air. Manusia telah menggunakan bahan yang berbeda untuk membangun bendungan selama berabad-abad. Pembangunan bendungan kuno menggunakan bahan alami seperti batu atau tanah liat, sementara bendungan modern sering dibangun menggunakan beton.

Lalu, menurut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, bendungan adalah bangunan berupa urugan tanah, batu, beton, dan/atau pasangan batu. Selain dibangun untuk menampung dan menahan air, jenis-jenis bendungan dapat pula digunakan untuk menampung dan menahan limbah tambang (tailing) atau menampung lumpur sehingga waduk bisa terbentuk.

Sedangkan, KKBI mengartikan bendungan sebagai bangunan penahan atau penimbun air untuk irigasi (pembangkit listrik dan sebagainya).

Jadi, bisa disimpulkan bahwa bendungan adalah suatu bangunan buatan manusia yang berguna dalam menahan sejumlah volume air di satu tempat, lantas mengalihfungsikan air tersebut untuk hal lain.


Jenis-Jenis Bendungan

Setelah memahami pengertian bendungan, kini saatnya mengenali jenis-jenis bendungan jika dilihat dari ukuran, fungsi, penggunaan, dan lainnya:

1. Berdasarkan Ukuran

Dari ukurannya, ada bendungan besar (large dam) dan bendungan kecil (small dam). Bendungan besar memiliki tinggi lebih dari 15 meter, terhitung dari pondasi hingga puncak. Sedangkan yang termasuk dalam bendungan kecil adalah semua bendungan lain yang tingginya tidak sampai 15 meter.

Meski begitu, ada beberapa kasus unik di mana sebuah bendungan kecil dengan tinggi kurang dari 15 meter tetap bisa dibilang sebagai bendungan besar. Ini apabila panjang puncaknya sekitar 500 meter.

Baca juga: 10 Bendungan Terbesar di Dunia, Ada Indonesia?

2. Berdasarkan Penggunaan

Secara kegunaan, bendungan terbagi menjadi beberapa jenis berikut ini:

  • Bendungan yang dibangun untuk menyimpan air (storage dam). Ini karena biasanya ada masa di mana air akan melimpah dan kekurangan. Dengan bendungan ini, distribusi air tetap bisa terjaga saat diperlukan.
  • Bendungan sebagai penangkap atau pembelok air (diversion dam). Fungsinya adalah untuk menaikkan permukaan air supaya air bisa mengalir ke saluran drainase.
  • Bendungan yang  berfungsi untuk memperlambat jalannya air (detention dam). Sebagai bangunan buatan manusia, bendungan ini dimanfaatkan untuk membantu mengurangi dampak banjir di suatu area. Dibedakan lagi menjadi dua jenis, ada bendungan untuk menyimpan air sementara dan yang menyimpan air selama mungkin.

3. Berdasarkan Laju Air

Meski kebanyakan jenis-jenis bendungan yang kita kenal adalah untuk menampung air, ternyata ada juga bendungan yang bisa dilewati air, yaitu overflow dam. Bendungan ini khusus dirancang untuk bangunan spillway atau pelimpah yang memungkinkan kelebihan air di puncaknya mengalir turun ke hilir.

Sementara itu, ada juga bendungan penahan air yang sama sekali tidak boleh dilewati air (non-overflow dam). Karena tidak dilewati air, bendungan ini bisa dibangun menggunakan material apa pun, termasuk pasangan batu, tanah, juga kayu.

4. Berdasarkan Konstruksi

Untuk memahami jenis-jenis bendungan jika dilihat dari konstruksinya, Anda harus memperhatikan material yang digunakan:

  • Jika separuh dari materialnya menggunakan bahan yang sama atau sejenis, bendungan ini disebut bendungan urugan serbasama (homogenues dam).
  • Jika ada berlapis-lapis urugan, disebut zoned dam. Pengerjaannya menggunakan beberapa lapisan material berupa lapisan kedapan air (water tight layer), lapisan batu (rock zones), lapisan batu teratur (rip-rap), dan lapisan pengering (filter zones).
  • Jika lapisan kedap air permukaan pada bendungan dengan berlapis-lapis urugan batu berada di hulu, ini disebut impermeable face rockfill dam atau bendungan dengan permukaan batu yang kedap air. Bendungan ini biasanya banyak dipakai untuk PLTA.
  • Jika suatu bendungan terbuat dari beton, maka bendungan itu adalah concrete dam. Semua bendungan beton termasuk dalam jenis ini, baik memiliki tulangan baja atau tidak.


5. Berdasarkan Tujuan Pembangunan

Terakhir, ada jenis-jenis bendungan dilihat dari tujuan pembangunannya. Jenis pertama adalah bendungan bertujuan tunggal (single purpose dam) yang dibangun untuk memenuhi satu tujuan saja. Contohnya bendungan untuk PLTA, pengendalian banjir, atau tujuan spesifik lain.

Kemudian ada bendungan serbaguna (multipurpose dam) yang bisa digunakan untuk beberapa tujuan sekaligus. Misalnya bendungan yang selain untuk PLTA, bisa juga dijadikan tempat  wisata atau tambak perikanan.

Bisa disebut juga dengan waduk, bendungan ternyata sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Bahkan pada tahun 2950 dan 2750 Sebelum Masehi, sudah ada sebuah bangunan bendungan di selatan kota Kairo, Mesir, yang disebut-sebut sebagai bendungan tertua, yakni bendungan Sadd-El Kafara.

Baca juga: 6 Perbedaan Waduk dan Bendungan untuk Anda Ketahui

Bisa dilihat bahwa meski sudah berusia puluhan tahun, jenis-jenis bendungan tersebut masih berfungsi dengan baik. Hal ini tentu tidak terlepas dari perencanaan proyek yang matang serta bahan baku yang baik. Dengan penggunaan material yang tepat, proses pembangunan pun dapat berjalan dengan lancar.

Bagi Anda yang memiliki proyek pembangunan dan ingin hasil bangunannya kuat juga kokoh, pastikan Anda menggunakan semen berkualitas tinggi seperti semen SCG. Temukan harga semen SCG terbaik hanya di Klopmart dan miliki konstruksi bangunan yang kokoh.

Media

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Inspirasi Lainnya

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Besi Bangunan

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Selengkapnya
7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Tips & Trik

7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Selengkapnya
6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Tips & Trik

6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Selengkapnya