6 Perbedaan Waduk dan Bendungan, Jangan Sampai Salah!

Kali ini, Klopmart akan membahas tentang perbedaan waduk dan bendungan. Jika Anda masih bingung dengan pengertian kedua hal tersebut, Anda berada di tempat yang tepat.

Biasanya, banyak orang yang mengartikan, waduk, bendung, dan bendungan sebagai hal yang sama. Meski mirip, ketiganya memiliki pengertian serta peran yang berbeda. Supaya Anda tak salah kaprah, ini dia penjelasan mengenai perbedaan waduk dan bendungan!

Perbedaan Waduk dan Bendungan

Agar lebih mudah memahami perbedaan waduk dan bendungan, penjelasannya akan dibagi berdasarkan beberapa faktor, mulai dari pengertian, bentuk fisik, fungsi, jenis, asal-usul, hingga pengaruhnya terhadap alam. Berikut ini ulasan masing-masingnya!

1. Pengertian Masing-Masing

Untuk tahu perbedaan waduk dan bendungan, Anda perlu tahu dahulu pengertian masing-masing. Waduk adalah danau buatan yang dibuat untuk menyimpan dan memasok air pada suatu daerah. Danau ini tercipta karena adanya bendungan. Dalam kehidupan manusia, waduk memainkan peran penting dalam mencegah banjir, sebagai sumber air untuk berbagai tujuan, termasuk irigasi, konsumsi manusia, penggunaan komersial, budidaya, dan navigasi.

Sedangkan, bendungan adalah bangunan infrastruktur berupa urugan batu, tanah, dan beton yang dirancang untuk menampung air dalam jumlah besar. Jumlah ini memungkinkan terciptanya waduk atau danau di bendungan itu sendiri.

Baca juga: Yuk, Pahami Perbedaan Bendung dan Bendungan!

2. Bentuk Fisiknya

Dari bentuknya, tentu perbedaan waduk dan bendungan sangatlah besar. Bendungan berbentuk seperti dinding besar dari beton, batu, tanah, juga material lainnya. Dinding ini dibangun melintangi sungai atau aliran air. Di dalamnya terdapat air yang ditahan dalam jumlah besar.

Sementara itu, waduk memiliki struktur seperti danau. Waduk atau reservoir adalah kumpulan air yang tertampung oleh bendungan. Karena bendungan mampu menampung hingga miliaran meter kubik air, genangan yang dihasilkan pun juga sangat besar hingga menyerupai danau. Jadi, bisa disimpulkan bahwa waduk adalah bagian dari bendungan itu sendiri.


3. Memiliki Fungsi Berbeda

Perbedaan waduk dan bendungan juga bisa dilihat dari fungsinya. Karena berupa badan air yang sangat luas, waduk berfungsi sebagai sumber air yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari oleh warga di sekitar waduk.

Sementara itu, bendungan sebagai bangunan infrastruktur umumnya dibangun sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Ketika ada jumlah air yang berlebih, bendungan bisa membuang air tersebut lewat pintu air raksasa, sehingga level air yang tertampung akan tetap stabil untuk memutar turbin PLTA.

Baca juga: Jenis-Jenis Bendungan beserta Contohnya

4. Berdasarkan Jenisnya

Menilik perbedaan waduk dan bendungan dari jenisnya, waduk sendiri bisa dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu:

  • Sebagai Penyimpanan

Waduk yang dijadikan sebagai penyimpanan (storage reservoir) umumnya terbentuk di lembah pegunungan (valley dammed). 

  • Sebagai Pengendali Banjir

Waduk jenis ini dibangun untuk menjaga luapan air banjir dari tempat tinggi agar daerah berpenduduk tidak terkena banjir.

  • Sebagai Pendistribusi

Alasan utama dibuatnya waduk semacam ini adalah untuk membagikan atau menyalurkan air ke penduduk sesuai dengan kebutuhan.

Sementara itu, bendungan bisa terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan fungsi, ukuran, tujuan pembangunan, dan lain-lain. Berikut penjelasannya:

  • Berdasarkan Penggunaan

Jika dilihat dari penggunaan, bendungan dibangun untuk menyimpan air (storage dam), sebagai penangkap atau pembelok air (diversion dam), dan untuk memperlambat jalannya air (detention dam). Detention dam dibedakan lagi menjadi dua jenis, ada bendungan untuk menyimpan air sementara dan yang menyimpan air selama mungkin.

  • Berdasarkan Laju Air

Meski dibangun untuk menampung air, ada bendungan yang bisa dilewati air (overflow dam) untuk bangunan spillway atau pelimpah yang memungkinkan kelebihan air di puncaknya mengalir turun ke hilir.

Sementara itu, ada juga bendungan penahan air yang sama sekali tidak boleh dilewati air (non-overflow dam). Karena tidak dilewati air, bendungan ini bisa dibangun menggunakan material apa pun, termasuk pasangan batu, tanah, juga kayu.

  • Berdasarkan Tujuan Pembangunan

Ada bendungan bertujuan tunggal (single purpose dam) yang dibangun untuk memenuhi satu tujuan saja. Terdapat juga bendungan serbaguna (multipurpose dam) yang bisa digunakan untuk beberapa tujuan sekaligus. Misalnya bendungan yang selain untuk PLTA, bisa juga dijadikan tempat wisata atau tambak perikanan.

Baca juga: 10 Bendungan Terbesar di Dunia, Ada Indonesia?

5. Asal Usul yang Berbeda

Pada poin ini, perbedaan waduk dan bendungan berupa reaksi sebab-akibat. Bisa dibilang, waduk adalah buatan manusia. Ketika badan air terkumpul di balik dinding bendungan, terciptalah waduk atau reservoir. Sedangkan, bendungan dibangun untuk maksud tertentu, sehingga material yang dipakai pun bisa disesuaikan dengan tujuan pembangunannya.


6. Pengaruh terhadap Alam

Perbedaan waduk dan bendungan yang selanjutnya adalah bagaimana keduanya memengaruhi alam di sekitarnya. Walaupun tujuan dibangunnya bendungan adalah untuk mengendalikan banjir dan memastikan ada cukup pasokan air bagi warga, waduk dan bendungan juga memiliki pengaruh kurang baik terhadap alam.

Waduk memengaruhi makhluk hidup di sekitarnya, seperti hewan dan manusia. Ketika ketinggian air meningkat di reservoir—bahkan hingga meluap—maka daerah sekitarnya akan kebanjiran. Tak hanya merugikan, hal ini juga dapat menyebabkan perpindahan makhluk hidup sehingga mengganggu ekosistem yang ada.

Di sisi lain, karena bendungan menahan air di satu titik, migrasi ikan bisa terhambat dan terganggu. Kalau bendungan dibangun untuk menahan air di suatu sungai, siklus hidup ikan-ikan dan biota sungai lainnya yang bermigrasi ke hulu akan terhalangi oleh bendungan.

Meski begitu, air waduk yang tenang bisa digunakan oleh warga sekitar untuk budidaya perikanan. Selain itu, pembangunan bendungan di Indonesia juga sudah didorong oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengurangi dampak buruk pada habitat ikan. Ini bisa dilakukan dengan menambahkan tangga ikan di bendungan-bendungan tersebut.

Demikian informasi tentang perbedaan waduk dan bendungan jika dilihat dari berbagai faktor di atas. Baik waduk maupun bendungan sama-sama dapat berfungsi maksimal apabila pembangunannya menggunakan alat dan bahan berkualitas baik.

Itulah mengapa jika Anda juga sedang melakukan proyek pembangunan dan ingin hasil bangunannya kuat serta kokoh, pastikan Anda menggunakan semen berkualitas tinggi seperti semen SCG. Temukan harga semen SCG terbaik hanya di Klopmart sekarang juga. Demikian penjelasan mengenai perbedaan waduk dan bendungan yang bisa bermanfaat untuk menambah pengetahuan Anda.

Media

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Inspirasi Lainnya

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Besi Bangunan

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Selengkapnya
7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Tips & Trik

7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Selengkapnya
6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Tips & Trik

6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Selengkapnya