Mengenal Fungsi Nat pada Keramik

Hampir semua aktivitas di dalam ruangan pasti akan bersentuhan dengan lantai. Dengan kata lain, kontak antara kaki Anda dan lantai pun cukup dominan. Itulah kenapa keberadaan dan fungsi lantai sudah seharusnya menjadi prioritas. Umumnya, mayoritas orang menggunakan keramik untuk lantai ruangan. Memang, keramik tersebut biasanya sudah dilengkapi dengan pelapis lantai. Namun, ada satu komponen lain yang tidak boleh dilupakan saat pemasangan keramik, yaitu nat. Fungsi nat pada keramik dapat mengoptimalkan kenyamanan pijakan Anda di suatu ruangan.

Apa itu nat keramik?

Coba lihat lantai Anda, pasti ada celah atau ruang kecil di antara bidang-bidang keramiknya, bukan? Nah, ruang-ruang di antara keramik tersebut diisi oleh nat yang fleksibel. Beberapa dari Anda mungkin bertanya-tanya, kenapa celah di antara keramik tidak diisi oleh semen biasa? Mengingat bahwa semen memiliki sifat yang cenderung keras, bisa-bisa keramik pada lantai akan mudah retak dan pecah jika terjadi pergerakan di atasnya. Hal ini berbeda dengan sifat nat yang relatif lebih fleksibel mengingat bahan pengisinya adalah mortar instan.

Fungsi nat pada keramik

Lalu, apa sebenarnya fungsi nat pada keramik? Apakah hanya menjadi pengisi untuk celah-celah di antara keramik pada lantai?

Tentu saja tidak. Pertama, penggunaan nat keramik dapat memberikan nilai keindahan tersendiri. Perlu kamu ketahui bahwa nat tidak hanya hadir dalam warna basic seperti putih atau abu-abu. Ada juga nat dengan isi mortar instan berwarna lain. Anda pun bisa memilih nat dalam warna yang sesuai dengan keramik.

Kedua, fungsi nat pada keramik juga dapat membantu mencegah adanya rembesan. Khususnya di area atau ruangan yang basah seperti kamar mandi dan dapur. Ketiga, nat dapat mengoptimalkan perekat keramik untuk mencegah masuknya serangga ke rumah.

Teknik pemasangan nat keramik

Agar fungsi nat pada keramik bisa optimal, pemasangannya pun harus tepat agar keramik tidak mudah lepas. Secara umum, ada tiga jenis teknik pemasangan nat pada keramik yang bisa Anda terapkan, yaitu:

  • Open joint - Pemasangan keramik dengan ukuran nat melebihi 3 mm, biasanya diterapkan pada lantai dua agar lantai keramik tidak mudah memuai.

  • Closed joint - Pemasangan keramik dengan ukuran nat tidak lebih dari 3 mm, biasanya diterapkan untuk pemasangan keramik pada dinding atau lantai yang tingkat porositasnya cenderung rendah.

  • Expansion joint - Pemasangan keramik dengan menyambungkan nat untuk mengantisipasi terjadinya pergeseran struktur yang berpotensi mengakibatkan lantai menguap.

Tips pemasangan nat pada keramik

Dalam pemasangan nat pada keramik, ada sejumlah tips yang sebaiknya Anda perhatikan agar nantinya nat dapat berfungsi secara optimal. Berikut beberapa tipsnya:

  • Perhatikan celah atau ruang antara keramik karena dapat berpengaruh pada kekuatan nat itu sendiri.

  • Pertimbangkan pengisian nat. Pada pengisian nat untuk lantai, misalnya, Anda dianjurkan memasang nat dengan ketebalan sekitar 3 mm. Sedangkan pada dinding, ketebalan nat sekitar 5 mm. Perbedaan ketebalan nat ini dapat berpengaruh pada proses pembersihan keramik.

  • Setelah memasang nat, tunggu beberapa saat hingga nat mengering sebelum Anda membersihkan permukaan keramik.

  • Bersihkan sisa nat pada keramik dengan mengelapnya sebanyak dua hingga tiga kali menggunakan kain lap bersih.

Fungsi nat pada keramik ternyata lebih dari sekadar perekat pada lantai atau dinding. Agar fungsi nat bisa awet, pastikan saja Anda menggunakan nat dengan kualitas baik. Anda bisa mendapatkannya secara online melalui situs Klopmart.com.


Cek harga klik disini
Media
Admin Klopmart
10 Jul 2020

Related Article