Klasifikasi Kebakaran Menurut NFPA

Memadamkan api tidaklah sesimpel yang orang-orang pikirkan. Anda mungkin juga berpikir kalau Anda cukup melemparkan sebanyak mungkin air hingga api padam. Padahal, ada beberapa jenis kebakaran yang melarang Anda untuk menggunakan air karena hanya akan membuat kebakara lebih parah. Untuk semakin bijak dalam menyikapi situasi kebakaran demikian, Anda harus memahami terlebih dahulu klasifikasi kebakaran menurut NFPA (National Fire Protection Association).

Secara simpel, klasifikasi kebakaran berisi kategori-kategori tentang apa yang menyebabkan sebuah kebakaran. Sudah menjadi rahasia umum kalau ada banyak hal yang dapat menyebabkan sebuah kebakaran, mulai dari tidak sengaja menyulut api pada kayu atau kertas, hingga korsleting listrik di rumah.

Agar Anda lebih siap menghadapi berbagai situasi kebakaran, Anda bisa mulai mempelajari klasifikasi kelas kebakaran yang dapat membantu Anda mengenali berbagai jenis sumber kebakaran sehingga Anda dapat menanganinya lebih baik. Berikut adalah penjelasan klasifikasi kelas kebakaran yang harus Anda ketahui.

Jenis Klasifikasi Kebakaran

Kelas klasifikasi kebakaran di Indonesia ditetapkan dalam Permenaker No. 04/Men/1980 yang mengacu pada NFPA (National Fire Protection Association) Amerika Serikat, adalah sebagai berikut:

1. Kebakaran Kelas A

Kebakaran Kelas A disebabkan oleh benda padat kecuali logam (Kayu, arang, kertas, plastic, karet, kain dan lain-lain). Kebakaran kelas A dapat dipadamkan dengan air, pasir/tanah, APARdry chemical, APAR foam, dan APAR HCFC.

2. Kebakaran Kelas B

Kebakaran Kelas B disebabkan oleh benda cair dan/atau gas (CO2, serbuk kimia kering, bensin, solar, minyak tanah, aspal, alkohol, elpiji, dan sebagainya). Kebakaran kelas B dapat dipadamkan dengan pasir/tanah (untuk area kebakaran yang kecil), APAR dry chemical, APAR CO2, APAR foam, dan APAR HFCF.

Pada klasifikasi kelas kebakarann Bm, Anda tidak diperbolehkan menggunakan air. Cairan yang terbakar akan terbawa aliran air dan menyebar. Untuk menghindari kebakaran kelas B yang disebebkan oleh gas, Anda dapat mempelajari mengenai cara memasang gas elpiji yang susah dengan aman.

Baca juga:Cara Penyelamatan Diri dari Kebakaran di Rumah

3. Kebakaran Kelas C

Kebakaran kelas c yang ditetapkan nfpa yaitu kebakaran akibat korsleting listrik sehingga menimbulkan percikan api yang membakar benda-benda di sekitarnya. Pada klasifikasi kelas kebakaran C, Anda tidak diperbolahkan menggunakan air.

Air adalah konduktor (penghantar listrik) dan akan menyebabkan orang-orang yang berada di area tersebut tersengat listrik. Kebakaran kelas C dapat dipadamkan dengan APAR dry chemical, APAR CO2, dan APAR HCFC.

4. Kebakaran Kelas D

Kebakaran Kelas D disebabkan oleh bahan logam (magnesium, almunium, kalium, dan sebagainya). Kebakaran kelas ini sangat berbahaya dan hanya dapat dipadamkan dengan APAR sodium chloride dry powder. Anda sangat disarankan untuk tidak megngunakan air atau APAR berbahan baku air pada kebakaran kelas D. Kebakaran jenis logam tertentu akan menyebabkan terjadinya reaksi ledakan.

5. Kebakaran Kelas K

Kebakaran kelas K sendiri dapat dikategorikan sebagai kelas klasifikasi kebakaran yang khusus. Mengapa demikian? Karena kebakaran dengan klasifikasi kelas kebakaran K terjadi akibat konsentrasi lemak yang biasanya muncul pada area dapur. Hal ini tentunya sangat berbeda jauh dengan klasifikasi kebakaran lain.

Untuk proses pemadaman klasifikasi kebakaran ini sendiri dapat menngikuti proses pemadaman kebakaran kelas B.

Itulah dia klasifikasi kebakaran menurut NFPA (National Fire Protection Association) Amerika yang juga dapat diterapkan di Indonesia. Kebakaran adalah salah satu kecelakaan yang dekat dengan kehidupan kita. Kebakaran dapat terjadi kapan dan di mana saja. Tidak semua kebakaran dapat Anda padamkan dengan air. Memahami klasifikasi kebakaran dengan baik dapat membantu Anda memadamkan api dengan lebih baik dan mungkin saja dapat menyelamatkan nyawa orang lain.

Baca juga: 10 Benda Mudah Terbakar yang Ada di Rumah


Cek harga klik disini
Media
Admin Klopmart
19 Apr 2018

Related Article