Klasifikasi Kebakaran

Pada saat perang Vietnam, terjadi kebakaran di kapal induk USS Forrestal. Akibat korsleting, tanpa sengaja sebuah roket dari pesawat yang sedang parkir, meluncur dan meledak di atas dek sehingga menyebabkan tewasnya seluruh awak kapal spesialis pemadam kebakaran. Area dek dipenuhi asap dan api yang berasal reaksi berantai dari bom dan bahan bakar cair yang turut terbakar. Awak kapal lainnya yang pada saat itu belum mengenal pelatihan pemadaman kebakaran, berusaha memadamkan kebakaran tersebut dengan menyemprotkan air laut. Akibatnya bahan bakar cair yang terbakar itu malah terbawa aliran air turun ke dek bawah dan kebakaran pun kian menyebar. Walaupun USS Forrestal akhirnya terselamatkan, tetapi menelan korban jiwa 134 orang dan korban luka-luka 161 orang.

 

Ini adalah contoh perlunya kita mengenali klasifikasi kebakaran sehingga dapat mengatasi kebakaran tersebut dengan cepat dan efektif.

 

klasifikasi-kebakaran

klasifikasi kebakaran menurut nfpa

Klasifikasi kebakaran di Indonesia ditetapkan dalam Permenaker No. 04/Men/1980 yang mengacu pada NFPA (National Fire Protection Association) Amerika Serikat, adalah sebagai berikut:
 

Kelas A oleh Benda Padat kecuali logam

Klasifikasi kebakaran Kelas A disebabkan oleh benda padat kecuali logam (Kayu, arang, kertas, plastic, karet, kain dan lain-lain). Kebakaran kelas A dapat dipadamkan dengan air, pasir/tanah, APAR dry chemical, APAR foam, dan APAR HCFC.
 

Kelas B oleh Benda Cair dan Gas

Klasifikasi kebakaran Kelas B disebabkan oleh benda cair dan/atau gas (bensin, solar, minyak tanah, aspal, alkohol, elpiji, dan sebagainya). Kebakaran kelas B dapat dipadamkan dengan pasir/tanah (untuk area kebakaran yang kecil), APAR dry chemical, APAR CO2, APAR foam, dan APAR HFCF. AIR TIDAK BOLEH DIPERGUNAKAN! Cairan yang terbakar akan terbawa aliran air dan menyebar.

Baca juga: Cara Penyelamatan Diri dari Kebakaran di Rumah
 

Kelas C oleh Peralatan Listrik Bertegangan

Kasifikasi kebakaran kelas c yang ditetapkan nfpa yaitu kebakaran akibat korsleting listrik sehingga menimbulkan percikan api yang membakar benda-benda di sekitarnya. AIR TIDAK BOLEH DIPERGUNAKAN! Air adalah konduktor (penghantar listrik) dan akan menyebabkan orang-orang yang berada di area tersebut tersengat listrik. Kebakaran kelas C dapat dipadamkan dengan APAR dry chemical, APAR CO2, dan APAR HCFC.
 

Kelas D oleh Bahan Logam

Klasifikasi kebakaran Kelas D disebabkan oleh bahan logam (magnesium, almunium, kalium, dan sebagainya). Kebakaran kelas ini sangat berbahaya dan hanya dapat dipadamkan dengan APAR sodium chloride dry powder. Air dan APAR berbahan baku air sebaiknya tidak digunakan, karena pada kebakaran jenis logam tertentu air akan menyebabkan terjadinya reaksi ledakan.

Pengenalan klasifikasi kebakaran dikombinasikan dengan pengenalan jenis-jenis APAR akan membuat usaha kita memadamkan api semakin efektif lagi.

Baca juga: 10 Benda Mudah Terbakar yang Ada di Rumah


Cek harga klik disini
Media
Admin Klopmart
19 Apr 2018

Related Article