Konstruksi

Klasifikasi Kebakaran Menurut NFPA

Media
22 Nov 2021

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Memadamkan api tidaklah sesimpel yang orang-orang pikirkan. Anda mungkin juga berpikir kalau Anda cukup melemparkan sebanyak mungkin air hingga api padam. Padahal, ada beberapa jenis kebakaran yang melarang Anda untuk menggunakan air karena hanya akan membuat kebakara lebih parah.

Untuk semakin bijak dalam menyikapi situasi kebakaran demikian, Anda harus memahami terlebih dahulu penyebab dan klasifikasi kebakaran menurut NFPA (National Fire Protection Association).

Apa Penyebab Kebakaran?

Kebakaran adalah nyala api yang tidak terkendali, tidak diinginkan, dan dapat menimbulkan kerugian baik harta benda bahkan nyawa.

Dalam teori segitiga api atau fire triangle, kebakaran dapat terjadi jika terdapat 3 unsur, yaitu:

  • Bahan bakar (fuel): Bahan yang mudah terbakar, seperti seperti kayu, kertas, karet, plastik, kain, bensin, solar, minyak tanah, oli, gemuk, dll.

  • Sumber panas (heat): Sumber panas atau sumber penyalaan adalah pemicu terjadinya api dengan energi yang cukup untuk menyalakan campuran antara bahan bakar dan oksigen dari udara. Contoh, sinar matahari, percikan listrik, dan reaksi kimia.

  • Oksigen (O2): Oksigen (O2) merupakan salah satu unsur segitiga api yang sangat penting, karena diperlukan untuk reaksi pembakaran. Udara normal mengandung sekitar 20,9% oksigen, dan untuk membentuk nyala api, hanya dibutuhkan sekitar 16% oksigen.

Dengan adanya ketiga unsur tersebut, kebakaran belum terjadi dan hanya menghasilkan pijar. Untuk terjadinya pembakaran, diperlukan juga komponen keempat, yaitu rantai reaksi kimia. Jika salah satu dari tiga unsur tersebut hilang, maka api juga akan padam.

Jenis Klasifikasi Kebakaran

Secara simpel, klasifikasi kebakaran berisi kategori-kategori tentang apa yang menyebabkan sebuah kebakaran. Sudah menjadi rahasia umum kalau ada banyak hal yang dapat menyebabkan sebuah kebakaran, mulai dari tidak sengaja menyulut api pada kayu atau kertas, hingga korsleting listrik di rumah.

Agar Anda lebih siap menghadapi berbagai situasi kebakaran, Anda bisa mulai mempelajari klasifikasi kelas kebakaran yang dapat membantu Anda mengenali berbagai jenis sumber kebakaran sehingga Anda dapat menanganinya lebih baik. Berikut adalah penjelasan klasifikasi kelas kebakaran yang harus Anda ketahui.

Kelas klasifikasi kebakaran yang mengacu pada NFPA (National Fire Protection Association) Amerika Serikat, yaitu:

1. Kebakaran Kelas A

Kebakaran Kelas A disebabkan oleh benda padat kecuali logam (Kayu, arang, kertas, plastic, karet, kain dan lain-lain). Kebakaran kelas A dapat dipadamkan dengan air, pasir/tanah, APAR dry chemical, APAR foam, dan APAR HCFC.

2. Kebakaran Kelas B

Kebakaran Kelas B disebabkan oleh benda cair dan/atau gas (CO2, serbuk kimia kering, bensin, solar, minyak tanah, aspal, alkohol, elpiji, dan sebagainya). Kebakaran kelas B dapat dipadamkan dengan pasir/tanah (untuk area kebakaran yang kecil), APAR dry chemical, APAR CO2, APAR foam, dan APAR HFCF.

Pada klasifikasi kelas kebakarann Bm, Anda tidak diperbolehkan menggunakan air. Cairan yang terbakar akan terbawa aliran air dan menyebar. Untuk menghindari kebakaran kelas B yang disebebkan oleh gas, Anda dapat mempelajari mengenai cara memasang gas elpiji yang susah dengan aman.

Baca juga: Cara Penyelamatan Diri dari Kebakaran di Rumah

3. Kebakaran Kelas C

Kebakaran kelas c yang ditetapkan nfpa yaitu kebakaran akibat korsleting listrik sehingga menimbulkan percikan api yang membakar benda-benda di sekitarnya. Pada klasifikasi kelas kebakaran C, Anda tidak diperbolahkan menggunakan air.

Air adalah konduktor (penghantar listrik) dan akan menyebabkan orang-orang yang berada di area tersebut tersengat listrik. Kebakaran kelas C dapat dipadamkan dengan APAR dry chemical, APAR CO2, dan APAR HCFC.

4. Kebakaran Kelas D

Kebakaran Kelas D disebabkan oleh bahan logam (magnesium, almunium, kalium, dan sebagainya). Kebakaran kelas ini sangat berbahaya dan hanya dapat dipadamkan dengan APAR sodium chloride dry powder. Anda sangat disarankan untuk tidak megngunakan air atau APAR berbahan baku air pada kebakaran kelas D. Kebakaran jenis logam tertentu akan menyebabkan terjadinya reaksi ledakan.

5. Kebakaran Kelas K

Kebakaran kelas K sendiri dapat dikategorikan sebagai kelas klasifikasi kebakaran yang khusus. Mengapa demikian? Karena kebakaran dengan klasifikasi kelas kebakaran K terjadi akibat konsentrasi lemak yang biasanya muncul pada area dapur. Hal ini tentunya sangat berbeda jauh dengan klasifikasi kebakaran lain.

Untuk proses pemadaman klasifikasi kebakaran ini sendiri dapat menngikuti proses pemadaman kebakaran kelas B.

Itulah dia klasifikasi kebakaran menurut NFPA (National Fire Protection Association) Amerika yang juga dapat diterapkan di Indonesia.

Baca juga: 10 Benda Mudah Terbakar yang Ada di Rumah

Klasifikasi Kebakaran Menurut Permenaker

Selain klasifikasi kebakaran menurut NFPA, di Indonesia sendiri pengklasifikasian tersebut juga diatar di dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.PER.04/MEN/1980 tentang Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan.

Menurut regulasi ini, klasifikasi kebakaran terbagi menjadi 4, yaitu:

1. Kebakaran Kelas A

Kebakaran kelas A adalah jenis kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda padat kecuali logam. Contohnya, kayu, kertas, dan plastik, serta kain.

Kelas kebakaran ini dapat dipadamkan menggunakan busa (foam), CO2, serbuk kimia (dry powder), pasir, air, atau uap air

2. Kebakaran Kelas B

Kebakaran kelas B adalah kebakaran yang disebabkan oleh bahan cair atau gas yang mudah terbakar.

Adapun kelas kebakaran B, bisa dipadamkan dengan busa (foam), CO2, serbuk kimia kering, atau bahan kimia kering khusus untuk kebakaran cairan berbasis air.

3. Kebakaran Kelas C

Kebakaran kelas C merupakan kebakaran instalasi listrik bertegangan.

Kebakaran jenis ini tidak boleh dipadamkan dengan alat pemadam jenis cair, seperti air/busa, karena dapat menyebabkan aliran listrik. Gunakan pemadam khusus untuk kebakaran listrik, seperti CO2 atau bahan kimia kering.

4. Kebakaran Kelas D

Kebakaran kelas D adalah kebakaran yang disebabkan oleh bahan logam, seperti magnesium, natrium, kalsium, aluminium.

Gunakan pasir kering khusus atau serbuk pemadam logam kering untuk memadamkan kebakaran logam.

Kesimpulan

Kebakaran adalah salah satu kecelakaan yang dekat dengan kehidupan kita. Kebakaran dapat terjadi kapan dan di mana saja. Tidak semua kebakaran dapat Anda padamkan dengan air. Memahami klasifikasi kebakaran dengan baik dapat membantu Anda memadamkan api dengan lebih baik dan mungkin saja dapat menyelamatkan nyawa orang lain.

Selain itu, jangan biarkan risiko kebakaran mengancam, perkuat keamanan Anda dengan peralatan listrik berkualitas. Klopmart menjual Kabel Eterna murah Jakarta untuk melindungi rumah dan bisnis Anda dari risiko kebakaran. Belanja online di Klopmart dan pastikan perlindungan terbaik untuk properti Anda!

Sumber artikel:

  • Andi Balladho. Teori Segitiga Api at https://andiballadho.com/teori-segitiga-api-fire-triangle/
  • NFPA. Fire Extinguisher Types at  https://www.nfpa.org/news-blogs-and-articles/blogs/2023/08/01/fire-extinguisher-types
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.PER.04/MEN/1980 tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan

Inspirasi Lainnya

9 Merk Besi Beton SNI Paling Bermutu di Indonesia 2024

Konstruksi

9 Merk Besi Beton SNI Paling Bermutu di Indonesia 2024

Selengkapnya
10 Rekomendasi Merk Mortar Terbaik: Lebih Kuat dan Tahan Lama

Konstruksi

10 Rekomendasi Merk Mortar Terbaik: Lebih Kuat dan Tahan Lama

Selengkapnya
10 Merk Semen Terbaik di Indonesia untuk Proyek Bangunan yang Kokoh

Konstruksi

10 Merk Semen Terbaik di Indonesia untuk Proyek Bangunan yang Kokoh

Selengkapnya