10 Jenis-Jenis Pasir Proyek Konstruksi: Peran dan Karakteristiknya

Saat ini jenis-jenis pasir yang digunakan untuk proyek konstruksi tidak hanya satu. Setiap jenisnya tentu memiliki karakteristik serta fungsi yang berbeda-beda tergantung kebutuhan dan keperluan pembangunan. 

Salah menggunakan jenis pasir akan membawa dampak yang tidak baik bagi kekokohan bangunan yang dibangun. Itu sebabnya sangat penting untuk mengenali jenis pasir beserta fungsinya masing-masing supaya Anda tidak salah menggunakannya. 

Jangan sampai proses pembangunan jadi terhambat atau bangunan yang sudah dibuat justru membahayakan Anda karena pasir yang digunakan tidak sesuai. Kalau begitu tanpa berpanjang lebar lagi mari simak informasi selengkapnya di bawah ini. 

Peran Pasir dalam Proyek Konstruksi

Peran Pasir dalam Proyek Konstruksi

Sebelum kita mengetahui apa saja jenis-jenis pasir proyek konstruksi, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu apa peran pasir dalam proyek konstruksi. Sebagai bahan bangunan, setidaknya ada lima peran pasir yang harus diketahui, yaitu:

1. Bahan Utama dalam Pembuatan Beton

Pasir merupakan salah satu komponen utama dalam campuran beton. Beton dibuat dari campuran semen, air, agregat kasar (seperti kerikil atau batu pecah), dan agregat halus, yaitu pasir. Pasir membantu memberikan stabilitas dan kepadatan pada beton.

2. Bahan Dasar untuk Plesteran

Dalam pekerjaan plesteran, pasir berperan sebagai agregat halus yang dicampur dengan semen dan air untuk membuat adukan plester. Plesteran ini berfungsi untuk menutupi permukaan dinding, baik di dalam maupun luar bangunan, agar terlihat rapi dan rata.

3. Pengurugan dan Pengisi Ruang Kosong

Pasir sering digunakan sebagai material pengurugan dalam proyek konstruksi. Fungsi pengurugan adalah untuk mengisi ruang kosong di area konstruksi, seperti di sekitar fondasi atau saluran drainase.

4. Sebagai Bahan Pengeras Lantai

Selain untuk pembuatan beton, pasir juga sering digunakan dalam pembuatan lapisan pengeras untuk lantai. Pasir dicampur dengan semen untuk membuat adukan yang kemudian dihamparkan di atas permukaan lantai yang sudah diplester atau dicor beton.

5. Material Drainase

Pasir berfungsi sebagai material drainase di berbagai proyek konstruksi, terutama pada pekerjaan di bawah tanah seperti pembangunan jalan, landasan pacu, atau jembatan. Pasir memiliki kemampuan menyerap dan mengalirkan air dengan baik, sehingga membantu mencegah genangan air di sekitar struktur bangunan.

Jenis-Jenis Pasir Proyek Konstruksi

Jenis-Jenis Pasir Proyek Konstruksi

Pasir yang digunakan untuk membangun fondasi akan berbeda dengan pasir untuk membuat batako. Akan jadi berbeda juga dengan jenis pasir yang digunakan untuk memplester dinding. 

Jadi Anda tidak bisa sembarangan memilih pasir hanya karena paling mudah didapatkan atau harganya lebih murah dari yang lainnya. Langsung saja perhatikan berbagai karakteristik jenis pasir dalam konstruksi bangunan berikut ini.

1. Pasir Beton

Pasir beton memiliki karakteristik berwarna hitam, teksturnya juga halus serta bersifat tidak menggumpal. Sudah jelas dari namanya bahwa jenis pasir satu ini digunakan ketika ingin membuat campuran bahan beton. Karakteristiknya sangat pas digunakan untuk membuat bangunan lebih kokoh sehingga kualitasnya dapat dikatakan sangat baik.

2. Pasir Urug

Jenis pasir satu ini didapatkan dari hasil penyaringan limbah pasir seperti sisa ayakan atau sisa pasir yang dicuci. Tekstur pasir urug sudah pasti berbeda dengan jenis pasir sebelumnya. Pasir urug memiliki tekstur yang lebih kasar.

Kualitasnya pun biasa saja karena memang penggunaannya bukan untuk fondasi atau merekatkan batu bata. Jenis pasir ini digunakan untuk menyebarkan beban sekaligus menstabilkan tanah.

Pasti Anda pernah dengar ada seseorang yang berkata €œPasirnya harus diurug dahulu, bukan? Kalimat ini menandakan bahwa tanah sebagai lahan yang akan dibangun perlu diratakan terlebih dahulu agar proses pembangunan dapat dilaksanakan dengan lancar.

3. Pasir Mundu

Pasir mundu sangat umum digunakan dalam proyek konstruksi. Namanya kemungkinan besar asing di telinga Anda yang tidak tahu menahu soal konstruksi. Namun Anda akan mengenali pasir mundu ini dari teksturnya yang kasar dan warnanya yang kecokelatan.

Anda tidak akan kesulitan mencari jenis pasir satu ini karena tersedia di berbagai tempat. Harganya juga terjangkau jika dibandingkan dengan jenis pasir lainnya. Pasir mundu biasanya menjadi bahan campuran untuk plester atau perekat batu bata dan batako.

4. Pasir Pasang

Pasir pasang menjadi jenis pasir yang lebih halus dari yang lainnya. Teksturnya yang halus menunjukkan kualitas dan sifat rekatnya yang sangat bagus untuk proses konstruksi. Pasir pasang digunakan untuk merekatkan batu bata, keramik, batu alam, dan lain sebagainya.

5. Pasir Putih Rangkas

Sesuai namanya, pasir jenis ini dihasilkan dari galian yang berlokasi di Rangkas Bitung, Provinsi Banten. Pasir ini memiliki warna putih ke abu-abuan dengan tekstur yang lembut namun terdiri dari butir-butir besar sehingga tidak halus seperti pasir pasang.

Meskipun dijual dengan harga yang murah, kualitasnya tetap baik untuk digunakan dalam proses pembangunan suatu bangunan. Pasir putih rangkas digunakan untuk merekatkan (plester), memasang keramik, cor fondasi, pembuatan batako, genting, hebel, dan lain sebagainya.

Baca juga: 12 Ciri-Ciri Keramik yang Berkualitas Serta Cara Memilihnya

6. Pasir Merah atau Jebrod

Anda pasti sudah tidak asing dengan jenis pasir yang satu ini. Pasir merah atau yang juga dikenal dengan sebutan pasir jebrod sering digunakan untuk membuat beton. Pasir merah akan dicampur dengan pasir beton supaya daya rekat yang dihasilkan makin kuat. Pasir ini memiliki warna merah yang beragam seperti warna merah bata, merah kecokelatan, dan merah oranye. 

7. Pasir Sungai

Pasir sungai memiliki tekstur kasar karena berasal dari batuan sungai yang keras. Tetapi bukan berarti teksturnya sangat kasar. Pasir sungai masih masuk ke dalam pasir halus karena memiliki daya rekatnya tidak kalah dengan jenis-jenis yang lain. Material bangunan ini sering dipilih dalam membangun fondasi karena sudah terbukti lebih tahan lama. 

8. Pasir Bangka

Terakhir ada jenis pasir bangka yang berasal dari Bangka Belitung. Pasir satu ini dapat dikatakan memiliki kualitas yang sangat bagus. Warnanya cukup beragam tergantung pada tempat galian pasir tersebut.

Ada yang berwarna putih bersih, cokelat, cokelat keputihan, dan kuning kecokelatan. Dalam konstruksi, pasir ini digunakan untuk pembuatan beton, plester, cor, dan masih banyak lagi.

9. Pasir Plester

Pasir plester adalah jenis pasir bangunan yang sudah melalui proses penyaringan sehingga bebas dari bebatuan, kerikil, dan kotoran lain. Hal ini membuatnya memiliki tekstur yang lebih halus dan cocok digunakan untuk pekerjaan seperti memplester dinding.

Dengan tekstur halus ini, pasir plester membantu menciptakan permukaan dinding yang rata dan rapi setelah diplester. Meski pasir ini sudah cukup bersih, masyarakat biasanya tetap menyaringnya kembali untuk memastikan hasil campurannya benar-benar bebas dari sisa kotoran yang mungkin masih ada.

10. Pasir Elod

Pasir elod adalah jenis pasir yang memiliki tekstur lebih halus dibandingkan dengan pasir plester. Pasir ini cenderung lembut dan mudah menggumpal jika digenggam saat basah. Karena teksturnya yang sangat halus, pasir elod umumnya digunakan dalam pekerjaan konstruksi tertentu, seperti campuran dalam adukan untuk merekatkan batu bata atau pasangan tembok.

Namun, pasir elod kurang cocok digunakan sebagai bahan utama untuk struktur yang membutuhkan kekuatan tinggi, karena daya tahannya lebih rendah dibandingkan dengan jenis pasir kasar.

Baca juga: Cara Menghitung Takaran Cor Beton Manual yang Ideal dan Sesuai SNI

Ciri-Ciri Pasir yang Bagus

Ciri-Ciri Pasir yang Bagus

Dalam proyek konstruksi atau pembangunan, pasir menjadi salah satu bahan material utama yang tidak boleh terlewatkan. Keberadaannya sangat penting karena digunakan untuk menjadi perekat dengan bahan lain seperti semen yang akan membuat bangunan menjadi kokoh. 

Namun ternyata selain jenis-jenis yang baru saja dijelaskan, pasir juga dapat dibedakan kualitasnya berdasarkan karakteristik standar SNI. Berikut beberapa ciri-cirinya:

  • Pasir tidak boleh hancur total saat diuji dengan Natrium Sulfat. Total bagian yang hancur hanya boleh mencapai maksimal 12%. Di sisi lain, saat diuji dengan Magnesium Sulfat, bagian yang hancur maksimal hanya 10%. 

  • Tidak boleh mengandung lumpur berlebihan. Jika diukur maka kandungan lumpur dalam pasir tersebut tidak boleh melebihi 5%. Namun hal ini tidak menjadi masalah karena kandungan lumpur bisa dikurangi dengan mencuci pasir tersebut.

  • Tidak mengandung banyak bahan organik.

  • Pasir yang kuat akan memiliki reaksi negatif dengan golongan alkali. 

  • Indeks kekerasan pasir tersebut harus di bawah 2.2. 

  • Karakteristiknya memiliki butir yang keras dan tajam. 

  • Susuran pasir harus beraneka ragam.

  • Penggunaan pasir laut tidak diperkenankan kecuali sudah memiliki izin, diakui, dan berdasarkan petunjuk lembaga pemerintahan. 

Kesimpulan

Itu dia jenis-jenis pasir yang biasanya digunakan dalam proyek konstruksi. Anda bisa langsung mencari pasir bangka di KlopMart sekarang! KlopMart sebagai tempat distribusi material yang lengkap dan tepercaya akan memudahkan Anda untuk memenuhi kebutuhan.

Kunjungi KlopMart untuk mencari tahu harga pasir bangka serta spesifikasinya supaya Anda tidak salah memilih pasir yang dibutuhkan. Membutuhkan konsultasi lebih lanjut terkait bahan material yang Anda butuhkan? 

Jangan ragu untuk menghubungi tim KlopMart karena kami siap membantu Anda. Semoga informasi jenis-jenis pasir ini membantu Anda memilih pasir yang tepat untuk kebutuhan pembangunan. 

Klopmart Logo

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Daftar Harga Jual Triplek Cor/Multiplek 9mm MC Ukuran 4x8F (toleransi 1-2mm) Per Daerah

Nama Produk Jakarta Timur
(Jatinegara, Matraman, Pulo Gadung, Duren Sawit, Kramat Jati, Makasar, Cipayung, Cakung, Ciracas, Cibubur)
Jakarta Pusat
(Menteng, Tanah Abang, Kemayoran, Senen, Cempaka Putih, Johar Baru, Sawah Besar, Gambir)
Jakarta Utara
(Penjaringan, Pademangan, Tanjung Priok, Koja, Kelapa Gading, Cilincing)
Jakarta Barat
(Cengkareng, Grogol Petamburan, Taman Sari, Tambora, Kebon Jeruk, Kalideres, Palmerah, Kembangan)
Jakarta Selatan
(Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Pondok Indah, Cilandak, Pasar Minggu, Jagakarsa, Mampang Prapatan, Pancoran, Tebet, Setiabudi)
Tangerang
(Tangerang Kota, Tangerang Selatan, Serpong, BSD, Ciledug, Karawaci, Cipondoh)
Bekasi
(Bekasi Kota, Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Cikarang, Karawang)
Depok
(Depok Kota, Cimanggis, Sawangan, Bojongsari, Pancoran Mas, Sukmajaya, Limo)
Triplek Cor/Multiplek 9mm MC Ukuran 4x8F (toleransi 1-2mm) Rp 84.460 Rp 82.000 Rp 80.360 Rp 81.180 Rp 84.460 Rp 81.180 Rp 84.460 Rp 82.820
Triplek Cor / Multiplek 12mm MC Ukuran 4x8F Rp 122.400 Rp 117.600 Rp 120.000 Rp 116.400 Rp 120.000 Rp 123.600 Rp 121.200 Rp 117.600
Triplek Cor/Multiplek 9mm MC Ukuran 4x8F (toleransi 0-1mm) Rp 94.090 Rp 97.970 Rp 94.090 Rp 98.940 Rp 96.030 Rp 97.000 Rp 100.880 Rp 95.060
SikaGrout 215 Rp 110.725 Rp 110.725 Rp 105.350 Rp 110.725 Rp 107.500 Rp 110.725 Rp 109.650 Rp 111.800
Triplek / Multiplek 9mm BBCC Ukuran 4x8F untuk Furniture Rp 132.600 Rp 128.700 Rp 127.400 Rp 126.100 Rp 128.700 Rp 130.000 Rp 128.700 Rp 127.400
Compound APlus 20kg / Kompon Gypsum APlus 20kg / Cornice Adhesive A+ - 20Kg Rp 61.250 Rp 62.500 Rp 60.625 Rp 63.125 Rp 61.875 Rp 64.375 Rp 63.750 Rp 61.875
Informasi Pengiriman:
  • Gratis ongkir untuk pembelian minimal Rp 500.000
  • Pengiriman 1-3 hari kerja untuk area Jabodetabek
  • Harga sudah termasuk PPN
  • Harga dapat berubah sewaktu-waktu

Inspirasi Lainnya

6 Fungsi Paku Beton untuk Memudahkan Konstruksi And

Konstruksi

6 Fungsi Paku Beton untuk Memudahkan Konstruksi And

Selengkapnya
Apakah Bata Ringan Bisa Dipaku? Simak Penjelasannya

Konstruksi

Apakah Bata Ringan Bisa Dipaku? Simak Penjelasannya

Selengkapnya
Apakah Bata Ringan Bisa Langsung di Aci? Ini Penjelasannya

Konstruksi

Apakah Bata Ringan Bisa Langsung di Aci? Ini Penjelasannya

Selengkapnya