Baut & Perkakas

Apa Itu Bronjong? Manfaat, Ukuran hingga Keunggulan dan Kekurangannya

Media
30 Jun 2022

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Apa itu bronjong? Apakah Anda pernah mendengar istilah ini? Orang awam yang tidak berkecimpung di dunia arsitektur atau teknik sipil pasti baru pertama kali mendengarnya. Bronjong bisa disebut sebagai “benteng pertahanan” yang dibuat supaya tanah tidak longsor. 

Keberadaannya diharapkan dapat menjaga posisi tanah tetap berada di tempatnya. Pada kesempatan kali ini Anda akan diajak untuk mengenali lebih jauh apa itu bronjong, seperti manfaat, ukuran yang digunakan, hingga keunggulan dan kekurangannya. Simak informasinya di bawah ini sampai selesai. 

Apa Itu Bronjong?

Bronjong adalah sebuah anyaman kawat baja galvanis yang berisi batu-batu besar. Anyaman kawat ini dapat dibuat menjadi beberapa bentuk seperti balok, prisma, dan silinder. Pembuatannya tidak bisa dilakukan oleh manusia. Alasannya karena kawat yang digunakan cukup tebal. 

Bisa saja manusia yang menganyam kawat tersebut. Namun kemungkinan besar hasilnya baru terlihat setelah lewat beberapa bulan. Maksudnya pengerjaan satu anyaman dengan tenaga manusia pasti memakan waktu yang sangat lama. Itu sebabnya bronjong dibuat menggunakan mesin. 

Bronjong sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Anda yang tinggal di dekat sungai atau kali besar sudah pasti pernah melihatnya. Bronjong memang sengaja ditaruh pada area bendungan, sungai, saluran irigasi, tembok jembatan darurat, dan check dam supaya tanah di sekitarnya tidak terguncang. 

Bronjong atau yang juga lebih dikenal sebagai gabion memiliki tugas untuk mencegah tanah longsor dan erosi. Penempatan bronjong diharapkan dapat meminimalisir korban yang berjatuhan ketika longsor terjadi.

Baca juga: 5 Perbedaan Irigasi dan Drainase yang Perlu Anda Ketahui

Manfaat Bronjong 

Sudah sempat disebutkan sebelumnya bahwa keberadaan bronjong berguna sebagai “benteng pertahanan” yang menjaga tanah agar tidak bergeser. Namun manfaat bronjong lebih dari itu. 

Berikut manfaat-manfaat lain yang dimiliki bronjong: 

  • Menjaga pilar-pilar jembatan supaya tidak terkikis oleh aliran air. 
  • Menjaga tanah dari erosi dan longsor sehingga kejadian yang buruk dapat dicegah. 
  • Menjadi media pemecah ombak atau arus yang deras supaya tidak terjadi abrasi. 
  • Membuat struktur tanah tetap kokoh, bahkan lebih kuat lagi dari sebelumnya. 
  • Berguna sebagai penghalang kebisingan. 
  • Berguna sebagai “tembok pelindung” pada area-area rawan terendam banjir. 


Ukuran Bronjong Sesuai SNI

Bronjong Ukuran SNI

Bronjong sudah digunakan sejak sangat lama. Tugasnya yang sangat penting membuat bronjong harus melewati berbagai pengukuran dan uji kelayakan. Semua pembuatan bronjong seperti bentuk, jenis, dan ukuran kawat yang digunakan harus mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI).

Menurut SNI-03-0090-1999 Bronjong Kawat, ukuran kawat terbagi menjadi dua, yaitu bentuk I dan bentuk II. Berikut kedua tabel ukurannya.

Tabel Ukuran Kawat Bentuk I

Kode

Ukuran

Kapasitas

Panjang

Lebar

Tinggi 

A

2 m

1 m 

1 m

2 m3

B

3 m

1 m 

1 m 

3 m3

C

4 m

1 m 

1 m 

4 m3

D

2 m

1 m 

0,5 m

1 m3

E

3 m

1 m 

0,5 m

1,5 m3

F

4 m

1 m 

0,5 m

2 m3

Tabel Ukuran Kawat Bentuk II

Kode

Ukuran

Kapasitas

Panjang

Lebar

Tinggi 

G

6 m

2 m 

0,17 m

2,04 m3

H

6 m

2 m 

0,23 m

2,76 m3

I

6 m

2 m 

0,30 m

3,60 m3

 

Tabel di atas menunjukkan ada beberapa ukuran yang bisa digunakan ketika akan membuat bronjong. Ukuran tersebut baru kawatnya saja. Untuk anyaman bronjongnya memiliki ukuran yang lain. Kawat bentuk I memiliki ukuran anyaman bronjong sebesar 80 mm x 100 mm dengan diameter 2,70 mm. Kawat bentuk II memiliki ukuran anyaman bronjong sebesar 60 mm x 80 mm dengan diameter 2 mm.

Baca juga: Ini 7 Cara Pasang Bronjong yang Benar untuk Anda Ketahui

Keunggulan dan Kekurangan Bronjong

Keunggulan dan Kekurangan Bronjong
Setiap produk, desain, ataupun rancangan memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Sama halnya seperti bronjong atau gabion. Tidak hanya kuat untuk menahan ombak atau menjaga struktur tanah, bronjong memiliki keunggulan yang lain. 

Namun meskipun sangat kuat, bronjong juga tetap memiliki kekurangan. Penasaran apa saja keunggulan dan kekurangannya? Perhatikan informasinya baik-baik berikut ini. 

Keunggulan Bronjong

Bronjong memiliki beberapa keunggulan yaitu: 

1. Daya Tahan Sangat Kuat

Apakah Anda ingat bahwa kawat yang digunakan untuk membuat bronjong adalah kawat baja galvanis? Benar! Kawat baja galvanis digunakan karena ketahanannya terhadap korosi atau karat. 

Itu sebabnya bronjong memiliki daya tahan yang sangat kuat meskipun terkena air dan berada di tempat lembap. Selain kawat, keberadaan batu-batu besar di dalamnya juga dapat menahan ombak atau arus air yang sangat kuat seperti banjir. 

Batu-batu besar ini disusun sedemikian rupa supaya dapat menahan tanah yang bergeser. Jadi soal daya tahannya bronjong tidak perlu diragukan lagi.

Baca juga: Ukuran Bronjong Batu Kali

2. Ramah Lingkungan

Bronjong hanya terdiri dari dua bahan yaitu kawat dan batu. Oleh karena itu penggunaannya tidak akan merusak lingkungan sekitar. Batu yang digunakan sebagai pengisinya merupakan batu alami untuk mendukung pertumbuhan vegetasi. 

3. Ekonomis

Tugas bronjong untuk menjaga struktur tanah tetap kuat atau sebagai pemecah ombak sebenarnya bisa digantikan oleh bahan-bahan lainnya. Namun bronjong lebih sering dipilih karena harganya yang terbilang ekonomis. Bahan lain seperti beton memiliki harga yang lebih tinggi dari bronjong. 

4. Fleksibel

Fleksibel yang dimaksud di sini tentu bukan batu-batunya. Fleksibel yang dimaksudkan ialah bronjong yang dapat berbaur dengan lingkungan sekelilingnya. Bronjong dapat mengikuti struktur tanah tanpa merusak konstruksi. 

Kekurangan Bronjong 

Selain keunggulan, bronjong juga memiliki kekurangan yaitu: 

1. Membutuhkan Lahan Luas

Bronjong harus dibuat dalam lahan yang sangat luas. Hal ini perlu dilakukan supaya daya tahan bronjong maksimal dalam menahan ombak dan struktur tanah.

2. Tidak Tahan dengan Air Asam Tinggi

Meskipun kawat galvanis sudah dilapis dengan cairan anti karat, tingkat air asam yang tinggi menjadi pengecualian. Kawat galvanis tetap bisa berkarat ketika ditempatkan pada area yang memiliki kadar asam atau garam yang tinggi. Jadi setiap bronjong yang ingin dibuat harus disesuaikan dengan area penempatannya.


Kesimpulan

Itu dia informasi mengenai bronjong. Sekarang Anda sudah memahaminya secara keseluruhan, bukan? Mencari bronjong juga tidak sulit. Lingkungan tempat tinggal Anda pasti menjualnya. 

Namun jika Anda ingin membuatnya sendiri sebagai dekorasi di depan rumah maka hal ini bisa dilakukan. Siapkan semua peralatan yakni kawat, gunting kawat, dan batu-batu kali. Semuanya bisa Anda dapatkan di KlopMart. Apakah harga gunting kawat di KlopMart mahal? Tentu tidak! 

Anda bisa menemukan harga yang bersaing di KlopMart. Anda bahkan bisa membandingkan harga yang satu dengan yang lain. Kalau begitu langsung saja kunjungi website KlopMart dan dapatkan barang yang Anda butuhkan. 

Kebingungan mencari barang-barang dengan kualitas yang tepat? Silakan menghubungi tim KlopMart untuk berkonsultasi sekarang juga! Semoga semua informasi mengenai apa itu bronjong bermanfaat bagi Anda. 

Inspirasi Lainnya

9 Merk Besi Beton SNI Paling Bermutu di Indonesia 2024

Konstruksi

9 Merk Besi Beton SNI Paling Bermutu di Indonesia 2024

Selengkapnya
10 Rekomendasi Merk Mortar Terbaik: Lebih Kuat dan Tahan Lama

Konstruksi

10 Rekomendasi Merk Mortar Terbaik: Lebih Kuat dan Tahan Lama

Selengkapnya
10 Merk Semen Terbaik di Indonesia untuk Proyek Bangunan yang Kokoh

Konstruksi

10 Merk Semen Terbaik di Indonesia untuk Proyek Bangunan yang Kokoh

Selengkapnya