Cara Menghitung Ukuran Talang Air PVC yang Tepat

Menghitung ukuran talang air PVC termasuk langkah perencanaan yang harus dilakukan sebelum membangunnya. Penghitungan ukuran yang akurat bisa mengantisipasi ketidaksesuaian talang air yang dibangun. Karena menggunakan pipa paralon (PVC), Anda harus menghitung diameter talang air pula. 

Kalau Anda punya rencana membangun talang air di rumah, bacalah panduan menghitung kebutuhan ukuran pipa PVC yang diperlukan ini.


Kegunaan Talang Air

Talang air umumnya digunakan sebagai jalur air hujan yang terletak pada bagian atap bangunan dan merupakan bagian dari sistem pembuangan air. Meskipun sering diabaikan, talang air sangat berperan penting dalam mengatur aliran air hujan terutama di Indonesia yang memiliki tingkat curah hujan yang tinggi. Oleh karena itu, keberadaan talang air sangatlah krusial.

Fungsi utama talang air adalah sebagai saluran untuk mengalirkan air hujan ke tempat yang tepat tanpa mengganggu kelembapan bangunan. Apabila talang air berfungsi dengan baik, maka rumah akan bertahan lama dan atap tidak mudah bocor.

Cara Menghitung Ukuran Talang Air PVC

Talang air menjadi barang wajib yang harus dimiliki oleh rumah dan bangunan. Fungsi talang air pun beragam dan membawa keuntungan besar bagi sebuah bangunan. Bagian bangunan ini berfungsi untuk mengalirkan air hujan hingga ke selokan atau saluran pembuangan tanpa harus mengenai dinding. Masalahnya, dinding jadi mudah lapuk apabila terus-menerus dilalui air hujan.

Saat ini, banyak rumah yang memilih pipa paralon untuk memasang talang air. Alasannya tidak terbatas pada harganya yang murah. Material dasar PVC yang keras dan tahan lama menjadi pertimbangan utamanya. Belum lagi, suara air yang ditimbulkan tidak berisik saat mengalir lewat pipa PVC.

Baca juga: 7 Jenis Talang Air Untuk Rumah Anda

Anda akan menemukan pipa paralon dengan berbagai ukuran diameter saat berada di toko bangunan. Ternyata, ukuran diameter menentukan volume air (dalam liter) yang mampu mengalir per menitnya. Semakin besar diameternya, volume aliran air per menit pun semakin besar.

Selengkapnya mengenai rincian diameter ukuran talang air PVC bisa dilihat dalam tabel ini.

Diameter Pipa PVC (satuan inci)

Volume Air per menit

3”

255 liter

4”

547 liter

5”

990 liter

6”

1.610 liter

8”

3.470 liter

 

Karena fungsi utama pipa paralon untuk mengalirkan air hujan, Anda harus memakai perhitungan curah hujan suatu daerah. Biasanya, rata-rata curah hujan di Indonesia berkisar 5-8 liter per menit.

Bagaimana cara mengetahui jumlah pipa paralon yang dibutuhkan? Mari simak penjelasan di bawah ini.

1. Ketahui Curah Hujan dan Luas Atap

Pertama, kita harus mengetahui curah hujan dan luas atap atau kanopi terlebih dahulu. Anda bisa menghitung luas atap dengan meteran. Info curah hujan di daerah Anda bisa dicari berbekal internet. Misalnya, luas atap rumah 1.000m² dan curah hujannya 6 liter per menit. 1.000m² x 6 liter per menit = 6.000 liter per menit.

2. Hitung Jumlah Pipa yang Dibutuhkan

Langkah kedua, Anda telah memilih pipa berdiameter 5” yang mampu menampung aliran air 990 liter per menit. Hasil penghitungan sebelumnya kemudian dibagi dengan volume aliran tersebut. 6.000 : 990 = 6,06 atau dibulatkan jadi 6. Artinya, Anda butuh enam buah pipa untuk mengalirkan air hujan setiap menitnya.

Baca juga: Begini Cara Memasang Talang Air dari Pipa Paralon

Usahakan jangan memilih talang air yang terlalu kecil seluruh air hujan bisa disalurkan hingga lokasi pembuangan terakhir. Pipa yang terlalu kecil membuat talang air kelebihan beban sehingga berpotensi jatuh. Kerusakan pada struktur rumah dan dinding yang lapuk menjadi masalah yang muncul akibat ukuran pipa yang terlalu kecil.

Selain memilih ukurannya, perhatikan juga kualitas pipa PVC yang hendak digunakan. Jangan memilih material yang mudah rusak atau tidak kuat saat dilanda hujan deras. Pemasangan pipa PVC juga harus hati-hati dan tidak sampai terjatuh karena berpotensi menyebabkan penyok.

Ukuran Talang Air

Untuk mengalirkan air hujan dari atap rumah, diperlukan talang air dengan ukuran yang sesuai. Talang pipa air hujan dengan diameter minimal 3 inci digunakan untuk menyalurkan air hujan ke talang horizontal yang memiliki kemiringan 0,5 sampai 1%. Dengan cara ini, air hujan yang jatuh di atap rumah dapat diarahkan dengan efektif ke saluran pembuangan.

Ukuran dan kapasitas talang air harus disesuaikan dengan kebutuhan dan desain rumah yang dibangun. Kapasitas talang harus disesuaikan dengan kemampuan konstruksi rumah. Untuk menghitung kapasitas talang air yang diperlukan, biasanya diterapkan standar ukuran sebagai berikut:

  • Diameter 3 inci untuk volume air 255 liter/menit
  • Diameter 4 inci untuk volume air 547 liter/menit
  • Diameter 5 inci untuk volume air 990 liter/menit
  • Diameter 6 inci untuk volume air 1610 liter/menit
  • Diameter 8 inci untuk volume air 3470 liter/menit

Baca juga: Apa Saja Model Talang Air Rumah yang Cocok untuk Anda?

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Memasang Talang Air

Apabila talang air sudah rusak atau tidak berfungsi dengan baik, disarankan untuk menggantinya dengan yang baru sebelum musim hujan tiba. Jika Anda ingin memasangnya sendiri, pastikan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang umum dilakukan dalam pemasangan talang air.

1. Memilih Ukuran yang Terlalu Kecil

Ukuran talang air yang tepat sangat penting agar dapat mengalirkan semua air hujan dari atap rumah dengan baik. The SpoutOff merekomendasikan agar ukuran talang yang digunakan cukup besar agar tidak memberi beban berlebih pada saluran air yang dapat menyebabkan kerusakan pada struktur rumah. Untuk menentukan ukuran yang tepat, pertimbangkan ukuran atap dan curah hujan di wilayah tempat tinggal Anda.

2. Memasang Gantungan Talang Air dengan Jarak Terlalu Jauh

Agar talang air tidak mudah melorot dan menyebabkan air menggenang, penting untuk memasang gantungan talang air dengan benar dan dekat dengan talang. Pastikan tidak terlalu banyak ruang antara talang dan gantungan, sehingga talang dapat berada pada posisi yang stabil dan air dapat mengalir dengan lancar.

3. Masih Menggunakan Talang Air yang Sudah Sedikit Rusak Saat Instalasi

Untuk memasang talang air dengan benar, Anda harus berhati-hati agar tidak merusak talang selama proses instalasi. Jika Anda menggunakan talang aluminium, pastikan untuk tidak menjatuhkannya ke tanah secara tidak sengaja. Jika terjadi kerusakan pada bagian talang saat pemasangan, lebih baik mengganti seluruh bagian untuk mencegah kerusakan lebih lanjut di masa depan.

Jenis Material Talang Air

Sebelum Anda memasang talang air baru di rumah, Anda perlu mempertimbangkan material apa yang ingin digunakan. Banyak orang cenderung memilih talang PVC secara default, namun sebenarnya ada beberapa alternatif lain seperti aluminium, galvanized steel, zinc, copper, dan galvalum. Berikut ini adalah perbedaan masing-masing material talang air yang perlu Anda ketahui.

1. Aluminium

Aluminium adalah salah satu bahan yang paling umum digunakan untuk talang air. Kelebihannya meliputi ringan, mudah dipasang, dan tahan karat. Selain itu, talang aluminium dapat dicat, bahkan tersedia dalam berbagai pilihan warna.

2. Talang PVC

Talang air PVC memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan talang aluminium. Meski harganya lebih murah, talang PVC terbuat dari bahan plastik yang tahan lama dan tidak mudah korosi. Kelebihan lain dari talang PVC adalah bobotnya yang ringan, sehingga lebih mudah untuk dipotong dan dipasang di rumah.

3. Galvanized Steel

Talang air dari galvanized steel memiliki kekuatan yang tinggi, namun mudah berkarat jika terjadi kerusakan. Oleh karena itu, pemilik rumah yang memilih talang air galvanized steel harus segera memperbaiki bagian yang rusak atau tergores sebelum terjadi kerusakan dan karat. Selain itu, talang air galvanized steel juga perlu dibersihkan secara teratur untuk menghindari penyumbatan yang dapat mempercepat kerusakan pada talang.

4. Galvalum

Talang air galvalum terbuat dari baja yang dilapisi dengan kombinasi aluminium dan seng, sehingga membuatnya kuat dan tahan terhadap kerusakan dan korosi. Namun, penting untuk mempertimbangkan lokasi rumah Anda sebelum memilih talang galvalum karena daya tahannya dapat bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan sekitar. Beberapa daerah bahkan memiliki talang galvalum yang tahan hingga sembilan kali lebih lama dari talang galvanized steel.

5. Copper

Talang air dari bahan copper atau tembaga merupakan pilihan yang tahan karat dan tidak perlu khawatir tentang jamur pada talang air. Keindahan talang ini juga akan meningkat seiring berjalannya waktu. Karenanya, talang copper bisa menjadi pilihan yang menarik untuk meningkatkan keindahan rumah Anda.

6. Zinc

Talang air yang terbuat dari zinc biasanya lebih tahan lama dibandingkan dengan talang air aluminium, bahkan bisa bertahan hingga dua kali lipat. Zinc gutter umumnya tidak perlu dicat dan terbuat dari bahan zinc yang dicampur dengan sedikit titanium dan tembaga. Talang air jenis ini bisa menjadi pilihan yang baik untuk jangka waktu yang lama.

Baca juga: Mengenal Macam-Macam Talang Air untuk Rumah Anda

Tips Memperbaiki Talang Air Rumah

Saat merawat talang air, sering kali muncul masalah kebocoran yang biasa terjadi di rumah-rumah. Jika Anda merawatnya secara teratur, Anda sebenarnya dapat menghindari masalah ini. Namun jika masalah sudah terjadi, ada beberapa tips untuk memperbaikinya.

1. Temukan Penyebabnya

Sebelum memperbaiki talang air, langkah pertama adalah memeriksa penyebab kebocorannya. Pada talang air PVC, penyebabnya bisa terjadi karena sambungan yang lepas atau daya rekat lem yang sudah tidak optimal. Talang air PVC juga rentan retak dan berubah bentuk yang dapat menyebabkan kebocoran.

2. Segera Perbaiki

Jika sudah menemukan akar penyebab kebocoran, segera perbaiki kerusakan tersebut untuk mencegah semakin parah. Jika sambungan pada talang air PVC lepas, buka bagian sambungan dan perbaiki dengan merekatkannya kembali menggunakan lem PVC berkualitas setelah membersihkan sisa lem yang lama dengan amplas. Pastikan lem PVC menutupi seluruh sambungan dan biarkan kering hingga benar-benar rekat sebelum memasang talang air kembali.

3. Mencari Cara Alternatif

Jika tidak dapat menemukan penyebab kebocoran pada talang galvanis, ada cara alternatif untuk memperbaikinya. Caranya adalah dengan memotong atau menghancurkan styrofoam atau gabus bekas packing peralatan elektronik, kemudian merendamnya dalam minyak tanah di dalam baskom. Setelah gabus larut dan berubah menjadi bubur, gunakan kuas atau sendok untuk mengambilnya dan oleskan pada area talang yang bocor. Biarkan hingga kering pada hari yang cerah tanpa hujan. Styrofoam tersebut akan menutupi lubang-lubang kecil yang mungkin menjadi penyebab kebocoran pada talang.

4. Ganti dengan Talang Air Baru

Jika kebocoran pada talang air sudah parah, pilihan terakhir adalah mengganti semua talang dengan yang baru. Pastikan untuk memperhatikan ukuran dan jenis talang yang lebih tahan terhadap kebocoran agar kesalahan yang sama tidak terulang kembali. Sebelum memasang talang baru, Anda dapat melapisi bagian bawahnya dengan seng untuk mencegah masalah kebocoran di kemudian hari.

Jika bingung memilih pipa PVC yang tepat, beli saja secara online di website Klopmart. Harga talang PVC yang kami berikan sepadan dengan kualitas materialnya. Beli pipanya sesuai ukuran talang air PVC yang dibutuhkan dan Anda cukup menunggu produknya tiba di rumah untuk dipasang.


Media

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Inspirasi Lainnya

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Besi Bangunan

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Selengkapnya
7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Tips & Trik

7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Selengkapnya
6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Tips & Trik

6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Selengkapnya