8 Manfaat Semen dalam Konstruksi Proyek Bangunan

Seperti yang kita tahu, manfaat semen untuk sebuah konstruksi atau pembangunan dari rumah maupun bangunan lain sangat banyak. Semen yang digunakan untuk merekatkan batako, batu bata, dan bahan lainnya yang dibutuhkan oleh para kontraktor agar bangunan mereka menjadi bangunan yang kokoh dan tertata rapi sesuai dengan model arsitektur yang mereka inginkan.

Pada artikel ini, kami akan membahas manfaat semen berdasarkan jenisnya. Simak artikel ini agar Anda lebih memahaminya dan tidak salah pilih semen.

Pengertian Semen

Dari segi bahasa, semen berasal dari bahasa Latin, yaitu caementum yang memiliki arti bahan perekat. Semen adalah zat yang digunakan untuk merekatkan batu, bata, batako maupun bahan bangunan lainnya. Semen juga merupakan salah satu bahan tambahan yang sangat dibutuhkan dalam proses konstruksi.

Pada umumnya bahan dasar semen adalah batu kapur, tanah liat, pasir besi dan pasir silica. Bahan-bahan inilah yang kemudian ditambang dan selanjutnya dikirim ke pabrik semen untuk di olah.

Baca juga: Pasir Besi: Definisi, Manfaat Hingga Cara Pelestariannya

Manfaat Semen untuk Pembangunan Berdasarkan Jenisnya

Semen memegang peranan penting dalam suatu konstruksi karena semen merupakan bahan dasar pembuatan suatu bangunan. Berikut adalah beberapa manfaat semen untuk pembangunan berdasarkan jenisnya:

1. Semen Portland untuk Berbagai Pembangunan

Semen yang digunakan untuk membangun perumahan seperti rumah tinggal, apartemen, gedung perkantoran, sekolah, dan bangunan lainnya adalah semen portland tipe 1. Semen jenis ini merupakan semen hidrolik yang paling umum, bisa Anda temui pada hampir semua toko bahan bangunan.


Selain itu, ada juga semen portland tipe 2 yang dapat digunakan sebagai campuran bahan bangunan hunian yang terletak di daerah atau tanah rawa dan pesisir. Selain itu, jenis semen portland ini juga biasanya digunakan untuk pebangunan saluran irigasi. Kelebihan semen memiliki ketahanan lebih terhadap kadar asam sulfat dari air dan tanah tempat bangunan akan didirikan.

Selanjutnya ada semen portland tipe 3 yang cocok untuk digunakan sebagai bahan dasar untuk pembangunan gedung bertingkat tinggi, jalan tol, bandar udara, atau bangunan sejenis lainnya. Semen jenis semen portland ini mempunyai tekanan awal yang tinggi untuk proses pengecoran sehingga bisa diselesaikan secepat mungkin.

Untuk pembuatan bangunan yang kondisinya dapat dipengaruhi perubahan temperatur, semisal dam dan lapangan udara, semen yang cocok digunakan adalah semen portland tipe 4.

Semen yang digunakan untuk membangun jembatan, pembangkit listrik tenaga nuklir, tempat pengolahan limbah, dan sebagainya adalah semen portland tipe 5 karena memiliki ketahan lebih akan kadar sulfat yang tinggi termasuk air laut.

2. Semen Putih untuk Finishing

Setelah tahap membangun rumah sudah mencapai 90%, berarti Anda akan memasuki tahap finishing. Biasanya kontraktor akan membeli semen putih, atau semen mortar, untuk melakukan finishing atau penyelesaian pada seluruh ruangan di dalam bangunan.

Semen putih berfungsi untuk melapisi sambungan keramik, plester, dan keperluan dekorasi. Daya rekat yang tinggi dari semen jenis ini mampu menciptakan permukaan yang halus. Itulah alasan mengapa semen putih sering digunakan saat proses finishing.

3. Semen Antibakteri untuk Area Hunian yang Lembab

Semen ini dapat diperoleh dari campuran semen portland dan bahan anti bakteri. Penggunaan semen antibakteri tidak lain adalah untuk mencegah tumbuhnya bakteri pada suatu konstruksi bangunan.

Semen antibakteri biasanya digunakan sebagai bahan dasar bangunan kolam ikan, kolam renang, atau lantai ruangan yang biasa digunakan sebagai tempat usaha pengolahan makanan. Ketiga tempat tersebut cenderung lembab dan terendam air dalam waktu lama, maka dari itu penggunaan semen antibakteri akan memberikan perlindungan ekstra pada area tersebut.

4. SMC (Super Masonry Cement) untuk Bahan Dasar yang Kuat

SMC menjadi pilihan utama untuk membuat elemen konstruksi bangunan karena merupakan salah satu semen terkuat yang dapat digunakan saat membangun atau merenovasi rumah.

Anda bisa menggunakan semen jenis ini untuk membuat paving block, genteng, bata berlubang, hingga sebagai bahan dasar untuk genteng beton di rumah.

Baca Juga: Genteng Beton: Kelebihan dan Kekurangan

5. Semen Campur untuk Berbagai Bahan Dasar

Semen campuran memiliki dua varian yaitu Portland Composite Cement (PCC) dan Portland Pozzolan Cement (PPC).

  • PCC sering digunakan untuk mengikat campuran konstruksi beton umum, beton pracetak, beton prategang, pasangan bata, plesteran, paving block, dan acian.
  • Sementara itu, PPC biasa digunakan sebagai bahan campuran untuk konstruksi beton massal, konstruksi yang terletak di tanah berawa dan tepi laut, dan plesteran.

Selain itu, fly ash (abu terbang) juga biasanya ditambahkan sebagai campuran semen. Hal ini bertujuan untuk memanfaatkan sisa limbah dan meningkatkan durabilitas dari beton.

Baca Juga: Jenis Jenis Beton dan Kegunaannya

6. Semen untuk Pengeboran Sumur Minyak dan Gas Bumi

Jika jenis semen sebelumnya berfungsi untuk merekatkan konstruksi bangunan pada umumnya, maka jenis semen yang satu ini cukup unik, bahkan mungkin saja banyak diantara kita yang belum mengetahuinya.

Salah satu prosedur dalam kegiatan pengeboran sumur migas, yaitu memompakan semen khusus ke dalam lubang sumur yang telah di bor. Nah, jenis semen inilah yang digunakan. Sesuai namanya, Oil Well Cement (OWC) semen ini berguna untuk menyemen lubang sumur minyak dan gas bumi yang sedang dibor.

Tidak hanya lubang sumur, oil well cement juga digunakan untuk menyemen dinding sumurnya. Satu hal yang menarik dari proses cementing ini dilakukan dengan cara dipompa ke bawah melalui pipa besi sedalam ratusan hingga ribuan meter.

7. Semen High Alumina Anti Api

Jenis semen selanjutnya adalah semen yang tahan terhadap serangan asam. Akan tetapi, semen yang satu ini tidak tahan terhadap alkali. High alumina cement adalah jenis semen yang terbuat dari campuran refractory concreteheat resistance concrete, dan corrosion resistance concrete.

Manfaat dari semen ini yaitu untuk membuat beton atau refractory castable yang tahan terhadap panas, api dan korosi.

Baca juga: Pilihan Cat Air yang Bagus dan Tahan Lama untuk Rumah

8. Semen Waterproofed Tahan Air

Waterproofed cement adalah semen yang terbuat dari campuran semen portland dan waterproofing agent seperti kalsium, aluminium, dan polyurethane. Bahan-bahan tersebut dicampur secara merata dengan perbandingan tertentu untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Kelebihan dari semen ini adalah bersifat anti air sehingga dapat melindungi permukaan dari air. Secara umumnya, waterproofed cement digunakan untuk pembangunan konstruksi beton sehingga dapat menahan tekanan hidrostatik seperti tangki penyimpanan cairan kimia.


Kesimpulan

Demikian penjelasan mengenai manfaat semen berdasarkan jenisnya, jika Anda tertarik untuk membeli Semen SCG, Anda bisa mengunjungi Klopmart. Semoga artikel tentang manfaat semen ini dapat membantu Anda memilih material untuk rumah Anda.

Media

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Inspirasi Lainnya

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Besi Bangunan

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Selengkapnya
7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Tips & Trik

7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Selengkapnya
6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Tips & Trik

6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Selengkapnya