10 Jenis Pondasi Rumah Populer yang Aman Digunakan

Jenis pondasi rumah sangat memengaruhi ketahanan konstruksi bangunan rumah. Maka dari itu, memiliki bentuk pondasi yang tepat dan kokoh selalu menjadi tahapan awal dalam pembangunan rumah. Namun, sebelum memilih, perlu diketahui bahwa pondasi rumah ada beragam jenisnya. Nah, artikel ini akan membahas tentang jenis-jenis pondasi rumah yang sering digunakan. Berikut penjelasannya.
 

Jenis - Jenis Pondasi Rumah atau Bangunan

Pondasi adalah elemen krusial bagi sebuah bangunan atau rumah. Pemilihan pondasi saat membangun rumah atau bangunan akan dapat menjadi pembeda ketika bencana alam seperti gempa bumi terjadi.

Selain dapat melindungi bangunan atau rumah dari gempa bumi, mengenal jenis-jenis pondasi yang akan digunakan juga akan membantu proses pengerjaan, bahkan dari proses pembuatan pondasi itu sendiri. Mengapa demikian? Karena tiap pondasi memiliki karakteristik dan fungsinya masing-masing.

Tidak ada jenis pondasi yang paling tepat bagi sebuah bangunan. Jenis pondasi yang tepat adalah jenis pondasi yang sesuai dengan kondisi permukaan tanah, desain bangunan, jenis tanah, dan aspek geografisnya lainnya.

Karena sifatnya yang situasional, maka tidak mengherankan ada banyak sekali jenis pondasi bangunan atau rumah yang dapat And terapkan. Secara garis besar, ada dua jenis pondasi yang umum digunakan berdasarkan aspek geografis sebuah bangunan: jenis pondasi dangkal dan jenis pondasi dalam. Berikut adalah penjelasan kedua jenis pondasi tersebut.
 

Jenis Pondasi Rumah Dangkal

Pondasi dangkal biasanya disusun pada permukaan tanah dengan kedalaman kedalaman yang rendah, yakni hanya sekitar sepertiga dari total panjang pondasi dan kedalaman tanah maksimal sejauh 3 meter. Pondasi tipe ini hanya cocok untuk daerah dengan permukaan tanah yang kuat. Pondasi tipe dangkal sendiri kemudian dibagi menjadi tujuh, yaitu:
 

1. Pondasi Tapak

Pondasi tapak atau pad foundation adalah pondasi yang menggunakan struktur beton bertulang dengan ketebalan seragam, umumnya dipakai untuk mendukung titik beban tunggal pada bangunan rumah. Pondasi tapak berbeda dengan pondasi cakar ayam.
 

2. Pondasi Jalur

Selanjutnya ada pondasi jalur. Pondasi ini terkadang disebut sebagai strip foundation, umumnya digunakan pada bangunan yang memiliki susunan beban memanjang. Pondasi jalur dibuat dengan kolom trapesium (atau persegi) dari campuran pecahan batu dan cor tanpa tulang yang disusun dalam kolom memanjang.
 

3. Pondasi Rakit

Jenis pondasi selanjutnya adalah pondasi rakit raft foundation yang digunakan pada bangunan dengan area luas. Fungsinya adalah membagi beban bangunan agar lebih menyebar. Detail pondasi dibuat dari plat beton besar yang dilengkapi kolom-kolom bergaris. Biasanya, pondasi rakit digunakan pada tanah lunak yang ketahanannya rendah serta memiliki tesktur yang lunak atau longgar.
 

4. Pondasi Sumuran

Berikutnya ada pondasi sumuran (cyclops beton). Jenis pondasi satu ini memiliki bentuk bulat dan menggunakan beton berdiameter 60-80 cm. Pondasi sumuran biasanya diletakkan pada kedalaman 1-2 meter di dalam tanah. Setelah ditanam dalam tanah, barulah pondasi diisi dengan campuran cor beton dan batu kali yang ditambah elemen pembesian.

Baca Juga: Jenis Jenis Batu Pondasi Rumah yang Umum Digunakan Pada Bangunan
 

5. Pondasi Umpak

Kelebihan pondasi jenis ini terletak pada ketahanannya terhadap guncangan. Pondasi umpak memang memiliki mekanisme khusus yang dapat menyeimbangkan bangunan saat terjadi guncangan. Pemasangan pondasi umpak adalah pada permukaan tanah yang dipadatkan dan diikat dengan sloof (biasanya juga ditambah batu kali).
 

6. Pondasi Pelat Beton Lajur

Pelat beton lajur juga termasuk jenis-jenis beton rumah, yang dibuat dari beton bertulang dengan tingkat kepadatan tinggi. Dengan model berlajur, pondasi ini memiliki kekuatan yang baik dalam menahan beban. Kelebihan lain dari pondasi plat beton lajur adalah harganya yang relatif lebih terjangkau.

Baca Juga: Jenis Jenis Beton dan Kegunaannya
 

7. Pondasi Strauss pile

Terakhir ada pondasi Strauss pile. Pondasi ini dibuat dengan menggali dan mengebor tanah. Pengeboran pun dilakukan secara manual dengan tenaga manusia. Proses yang sulit ini membuat kedalaman Strauss pile terbatas, yakni sekitar 4-10 meter dengan diameter 20-30 cm saja.
 

8. Pondasi Setempat

Jenis pondasi rumah ini dipilih biasanya untuk mendukung beban titik-titik berat seperti kolom praktis atau tiang-tiang kayu pada rumah sederhana. Pondasi setempat sendiri memiliki beberapa jenis pondasinya sendiri seperti jenis pondasi umpak beton, umpak batu kali, dan plat setempat.
 

9. Pondasi Sarang Laba Laba

Jenis pondasi rumah ini merupakan salah satu jenis pondasi dangkal konvensional. Pondasi ini merupakan gabungan antara sistem pondasi plat beton pipih dan sistem perbaikan tanah. Karena gabunan antara kedua sistem tersebut, jenis pondasi ini memanfatkan tanah sebagai struktur pondasi.
 

10. Pondasi Batu Kali

Jenis pondasi satu ini merupakan salah jenis pondasi yang sering digunakan untuk mendukung bangunan yang memiliki beban struktur yang rendah seperti rumah. Pondasi batu kali merupakan pondasi yang terdiri dari berbagai jenis batu alam yang memiliki ukuran yang berbeda yang kemudian direkatkan dengan semen dan beton agar lebih kuat.

Jenis pondasi ini memiliki karakteristik pembangunan yang tidak terlalu rumit. Selain itu, pembangunan pondasi ini juga relatif memakan biaya yang lebih sedikit dibangdingkan jenis pondasi dangkal lainnya.

Baca Juga: Jenis Batu Alam Untuk Dinding Eksterior dan Interior
 

Jenis Pondasi Dalam

Selain pondasi rumah atau bangunan tipe dangkal, ada juga jenis-jenis pondasi tipe dalam. Berbeda dengan jenis pondasi dangkal, pondasi dalam umumnya memiliki Pondasi ini umumnya memiliki kedalaman pondasi yang lebih dalam. Hal ini ditujukan agar beban struktur sebuah bangunan tidak akan terlalu mempengaruhi daya dukung pondasinya.

Oleh karena itu, jenis pondasi dalam biasanya digunakan pada permukaan tanah yang tidak terlalu kokoh. Berikut adalah jenis pondasi tipe dalam yang sering digunakan dalam pembangunan rumah:
 

1. Pondasi Tiang Pancang

Pondasi rumah tiang pancang umumnya digunakan di lapisan tanah yang memiliki daya dukung tanah atau bearing capacity yang rendah sehingga tidak cukup untuk memikul berat bangunan di atasnya.

Pondasi rumah tiang pancang terbuat dari beton yang langsung ditancapkan ke tanah. Umumnya, pondasi tiang pancang diaplikasikan pada tanah dengan kandungan air tinggi seperti tanah rawa. Material yang digunakan untuk pondasi tiang pancang adalah kayu besi, baja, hingga beton bertulang. Fungsi dari beton-beton yang ditancapkan ke tanah adalah untuk memindahkan beban dari bangunan di atas ke lapisan tanah keras yang letaknya lebih dalam daripada permukaan tanah pondasi.
 

2. Pondasi Piers

Pondasi Piers bekerja dengan meneruskan beban berat struktural pada sebuah galian tanah. Pada jenis-jenis pondasi bangunan ini, struktur pondasi dipasang dengan menggali tanah. Pondasi kemudian dipasang pada galian tanah tersebut.

Pondasi bangunan ini dibuat dari beton jenis precast berbentuk persegi panjang dalam berbagai ukuran. Namun, terkadang ada juga pondasi Piers yang berbentuk bulat.
 

3. Pondasi Caissons atau Bore Pile

Terakhir ada pondasi Caissons atau pondasi bore pile. Untuk merancang pondasi bangunan ini diperlukan pengeboran atau pengerukan tanah, baik dengan metode manual atau terkadang hidrolis. Barulah kemudian pondasi beton dipasang dengan dicor pada galian tanah.
 

4. Pondasi Cakar Ayam

Jenis pondasi dalam terakhir adalah jenis pondasi kebanggaan orang Indonesia: pondasi cakar ayam. Mengapa demikian? Karena, pondasi cakar ayam adalah buah pemikiran professor asal Indonesia.

Sesuai namanya, pondasi cakar ayam ini memiliki strukur di kakinya yang menyerupai kaki ayam. Kaki-kaki ayam tersebut sebenarnya adalah pipa yang 'mencakar' tanah bagian bawah sebuah pelat.

Dengan desainnya yang 'mencakar' tanah, pondasi cakar ayam ini dapat digunakan dalam berbagai kondisi tanah. Menurut sejarahnya sendiri, jenis pondasi ini dahulu digunakan ketika PLN ingin membangun 7 menara listrik di daerah rawa. Karena daerah rawa adalah daerah terburuk untuk membangun bangunan dengan beban yang begitu besar, PLN kala itu harus mencari jalan keluar, dan pondasi ini lahir dari proses tersebut.

Lalu, apakah pondasi ini cocok untuk sebuah rumah? Untuk sebuah rumah, pondasi cakar ayam masih bsia digunakan untuk membangun rumah. Hanya saja, karena kekuatannya, ada baiknya Anda menggunakannya unttuk membangun rumah jenis tertenu, misalnya rumah 2 lantai, atau rumah-rumah megah lainnya.

Dengan menggunakan pondasi cakar ayam sebagai pondasi sebuah rumah, sudah dijamin Anda akan mendapatkan sebuah rumah yang kuat dan tahan dari berbagai serangan alam.

Itulah dia penjelasan tentang jenis-jenis pondasi rumah atau bangunan yang dapat Anda jadikan referensi. Yang harus dipahami adalah tidak ada jenis pondasi yang dapat digunakan dalam setiap kondisi. Pemilihan jenis pondasi haruslah didasarkan pada situasi geografis dan desain rumah atau bangunan Anda. Struktur bangunan, daya dukung tanah, serta kondisi permukaan tanah akan mempengaruhi jenis pondasi rumah atau bangunan yang bisa Anda gunakan.

Jenis-jenis pondasi untuk rumah ternyata sangat beragam. Masing-masing pun memiliki kelebihan dan kekurangan serta tergantung dengan jenis batu untuk pondasi rumah. Anda tinggal menyesuaikannya dengan situasi dan kondisi. Untuk seluruh kelengkapan konstruksi rumah, Anda bisa mendapatkannya di KlopMart, pusat belanja bahan konstruksi bangunan terlengkap. Mulai dari semen, mortar, hingga besi beton, semuanya tersedia.

Baca juga: Berapa Ukuran Cakar Ayam Rumah 2 Lantai yang Ideal?


Cek harga klik disini
Media
Admin Klopmart
17 Jan 2021

Related Article