4 Jenis Batu Untuk Pondasi Rumah

Meski secara langsung pondasi rumah tidak akan terlihat saat bangunan sudah jadi, namun secara fungsi, struktur keberadaan pondasi tidak dapat diabaikan. Sebagai komponen atau struktur paling bawah dari rumah, pondasi memiliki fungsi untuk menopang seluruh bangunan dan memengaruhi keawetan dan keamanan bangunan. Karena itulah, pondasi rumah biasanya dibuat dari material yang sangat kuat, salah satunya batu. Apa saja jenis batu untuk pondasi rumah yang biasa digunakan?

Batu bulat

Jenis batu bulat sangat mudah ditemukan di Indonesia. Batu ini memiliki kekuatan yang kokoh sehingga mampu menopang struktur bangunan. Jenis batu untuk pondasi rumah yang berbentuk bulat ini memiliki karakteristik ukuran yang tidak sangat besar, cukup keras, bersih, dan tidak lapuk. Ada dua jenis batu bulat yang sering dipakai pada struktur pondasi rumah, yaitu batu gunung dan batu kali/sungai.

Batu gunung memiliki ciri warna abu-abu agak kehitaman. Letaknya terpendam di dalam tanah, sehingga membutuhkan alat berat untuk mengangkatnya ke permukaan tanah. Batu gunung biasanya berukuran besar sehingga harus dibelah terlebih dahulu. Berbeda dengan batu kali/sungai yang ukurannya cenderung lebih kecil dengan diameter 25 cm. Batu kali lebih mudah ditemukan karena berada di aliran sungai.

Batu belah

Batu belah berasal dari batu bulat berukuran besar yang sudah dibelah menjadi bongkahan-bongkahan kecil. Jenis batu untuk pondasi rumah ini berwarna kehitaman, hitam, dan cokelat keputihan, bergantung dengan daerah bukit atau gunung tempat batu berasal. Batu belah sangat bagus untuk pondasi penerus dan pondasi umpak karena biasanya batu ini berasal dari letusan batu yang keluar dari perut bumi ketika terjadi letusan gunung berapi.

Batu belah yang bagus dijadikan sebagai pondasi adalah yang bersih, tidak lapuk, dan keras. Cara membedakan batu belah yang lapuk dan tidak lapuk adalah dengan membelahnya menggunakan palu. Jika pecahan yang dihasilkan tajam, itu artinya batu bisa digunakan untuk pondasi. Keunggulan batu belah sebagai pondasi bangunan adalah karakteristiknya yang bisa mengikuti lebar yang diinginkan secara rapi sehingga porsi beban pondasi lebih maksimal.

Batu blondos

Sama dengan batu belah, batu blondos juga berasal dari batu kali atau gunung, namun dengan ukuran yang lebih kecil, seukuran kepalan tangan manusia. Batu blondos, sering juga disebut sebagai batu kosongan, banyak dimanfaatkan untuk lapisan pondasi. Karakteristik batu ini adalah berwarna hitam atau keabu-abuan, kuat, keras, bersih, serta tidak mudah lapuk.

Batu karang

Batu karang banyak ditemukan di kawasan pantai. Ciri khasnya ada pada kontur warna putih, kuning muda, hingga kehitaman, dengan garis warna yang memudar. Batu karang dijadikan pondasi rumah karena memang sangat keras dan kokoh. Batu karang yang baik mempunyai kepadatan pada patahannya, kuat, keras dan bersih tanpa garis-garis pelapukan.

Memilih batu karang untuk pondasi bisa dibilang gampang-gampang susah. Sebab, kebanyakan batuan yang berada di pinggir pantai tersusun dari batu kapur yang memiliki kekuatan lebih kecil dibandingkan dengan batu bulat. Oleh karena itu, dibutuhkan kejelian untuk mendapatkan batu karang yang bagus. Saat digunakan untuk pondasi pun, batu karang harus dibelah-belah agar saling mengikat satu sama lainnya.

Empat jenis batu untuk pondasi rumah tentu memiliki kekuatan yang berbeda. Untuk menemukan yang paling tepat, Anda bisa berdiskusi dengan orang yang bertanggung jawab terhadap proses pembangunan rumah. Jika rumah sudah jadi dan Anda butuh barang-barang untuk mengisi rumah, silakan cari perabot tersebut di Klopmart.


Cek harga klik disini
Media
Admin Klopmart
13 Jul 2020

Related Article