Apa Itu Bekisting? Ketahui Pengertian, Fungsi dan Jenis-Jenisnya!

Bekisting berasal dari Bahasa Belanda yaitu betonbekistingen. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan sebuah cetakan beton yang terbuat dari kayu dan merupakan bagian dari konstruksi bangunan. Dalam perkembangannya, cetakan yang terbuat dari kayu itu disebut dengan istilah beton bekisting.

Jadi, bekisting merupakan sebuah cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beton dalam proses pengecoran. Cetakan ini kemudian akan dibuka apabila sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan sejak awal. Bekisting dapat dikatakan sebagai tahap akhir dalam pembuatan fondasi suatu bangunan. Setelah rangka bangunan dibuat, maka selanjutnya cetakan juga ikut dipasang. 


Fungsi Bekisting

Fungsi Bekisting

Bekisting memiliki fungsi yang sangat esensial dalam proses pembuatan struktur bangunan, salah satunya sebagai penahan beton sementara pada saat pengecoran. Tidak hanya itu, terdapat beberapa fungsi lain bekisting yang dapat Anda simak di bawah ini.

1. Cetakan dalam Membuat Fondasi Bangunan

Fungsi utama bekisting yaitu sebagai cetakan dalam membuat fondasi bangunan. fondasi ini tidak hanya dinilai dari kekuatannya, tetapi juga dari bentuknya. Untuk memastikan fondasi tersebut kokoh dan terpasang dengan sempurna, maka diperlukan sebuah cetakan sementara.

Baca juga: Apa Itu Paku Bumi? Pahami Fungsi dan Kegunaannya dalam Konstruksi

2. Cetakan dalam Membuat Tiang atau Pilar Bangunan

Bekisting dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan. Jadi, cetakannya dapat dibuat vertikal maupun horizontal, terutama dalam pembuatan tiang atau pilar suatu bangunan. Selain itu, bekisting dapat mempermudah Anda dalam membentuk konstruksi bangunan, seperti balok, pelat, kolom, dan dinding.

3. Sebagai Pijakan Sementara Saat Melakukan Pembangunan

Bekisting dapat menunjang kebutuhan alat bantu saat melakukan proses pembangunan, terutama sebagai pijakan sementara. Sebuah pijakan dibutuhkan saat melakukan pembangunan pada area yang cukup tinggi. Apabila cetakan sudah siap, maka bekisting dapat digunakan sebagai pijakan. Hal ini akan membantu pekerja dalam mempercepat proses pembangunan.

Baca juga: Fungsi Sloof yang Penting dalam Konstruksi, Sudah Tahu?

Jenis-Jenis Bekisting

Terdapat beberapa jenis-jenis bekisting yang umum digunakan dalam pembuatan fondasi bangunan, salah satunya bekisting kayu. Apa itu bekisting kayu. Berikut ini jenis-jenis bekisting yang dapat dilihat berdasarkan materialnya.

1. Bekisting Kayu

Bekisting Kayu

Bekisting kayu dikenal juga dengan sebutan bekisting tradisional, sebab masih menggunakan kayu sebagai cetakannya. Meski begitu, bekisting kayu paling sering digunakan, baik di desa maupun di kota. Salah satu alasannya karena tidak sulit untuk mencari kayu balok atau kayu papan yang bisa digunakan untuk membuat cetakan.

Bekisting jenis ini digunakan untuk pekerjaan konstruksi bangunan dalam skala kecil, seperti bangunan rumah, pembuatan penutup saluran air, atau keperluan beton berukuran kecil. Hal ini karena pemasangan dan pembongkarannya membutuhkan waktu yang lama, sehingga tidak memungkinkan apabila diterapkan dalam konstruksi besar. 

Selain kemudahan dalam menemukan bahannya, harga bekisting yang terjangkau menjadi salah satu faktor penting mengapa banyak orang menggunakannya. Satu hal yang perlu diperhatikan, bahwa bekisting kayu hanya bisa digunakan satu kali. Jadi, apabila kayu tersebut telah digunakan, maka tidak bisa digunakan untuk membuat cetakan lagi.

Baca juga: 11 Cara Pasang Bondek yang Baik dan Benar

2. Bekisting Besi Baja

Bekisting Besi Baja

Jenis bekisting ini disebut juga sebagai knock-down yang artinya mudah dibongkar pasang. Dalam penggunaannya, bekisting baja dapat menghasilkan bentuk beton yang lebih presisi. Prinsip dari bekisting baja yaitu dapat digunakan berulang kali. 

Apabila dibandingkan dengan bekisting kayu, jenis bekisting baja lebih awet, tahan lama, serta memudahkan pekerja dalam mengefisiensi proses pengerjaan. Saking awetnya, bekisting baja dapat digunakan hingga 10 tahun kedepan. 

3. Bekisting Fiberglass

Bekisting Fiberglass

Bekisting fiberglass merupakan teknologi baru dalam dunia konstruksi. Bekisting dengan material fiberglass memiliki ketahanan terhadap air, tidak mudah berkarat, ramah lingkungan, mudah dipasang dan dilepaskan, serta mudah dibersihkan. Jenis bekisting ini sangat cocok digunakan untuk konstruksi bawah tanah. Selain itu, bekisting ini dapat digunakan berulang kali, sehingga dapat menekan biaya pengeluaran Anda.

Baca juga: Mengenal 8 Jenis Scaffolding dalam Konstruksi Rumah


4. Bekisting Aluminium 

 Bekisting Aluminium

Pada dasarnya, bekisting aluminium memiliki cara kerja yang sama dengan bekisting baja. Hanya saja, material yang digunakan adalah lembaran aluminium. Hasil cetakan bekisting aluminium tergolong cukup bagus dan halus. Hal ini karena permukaan aluminium biasanya lebih halus apabila dibandingkan dengan bekisting baja. 

Sayangnya, bekisting dengan bahan aluminium belum banyak digunakan untuk konstruksi di Indonesia. Padahal dari sisi harga tergolong terjangkau. Selain itu, penggunaan bekisting aluminium dapat mengurangi waktu pengerjaan bangunan lantaran mudah untuk dibongkar pasang. 

Bekisting, sebuah istilah yang berasal dari Bahasa Belanda, memiliki peran penting dalam proses konstruksi bangunan. Fungsi utamanya adalah sebagai cetakan sementara untuk menahan beton selama proses pengecoran, yang kemudian akan dibuka setelah beton mengeras sesuai standar yang ditetapkan.

Bekisting juga berperan dalam pembuatan fondasi, tiang, pilar, serta memberikan pijakan sementara bagi pekerja selama proses pembangunan. Dalam pemilihan material, terdapat berbagai jenis bekisting seperti bekisting kayu, besi baja, fiberglass, dan aluminium, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Meskipun bekisting kayu masih sering digunakan karena ketersediaan dan harga yang terjangkau, namun bekisting besi baja, fiberglass, dan aluminium juga menawarkan keunggulan dalam segi keawetan, kemudahan pemakaian, dan kualitas hasil cetakan. Dengan memahami fungsi dan jenis-jenis bekisting ini, diharapkan dapat membantu dalam menentukan pilihan yang tepat dalam proses konstruksi bangunan.

Bagaimana? Apakah Anda sudah memutuskan akan menggunakan jenis bekisting yang mana? Untuk mengamankan bekisting pada struktur bangunan, Anda memerlukan alat bantu berupa besi berulir yang disebut dengan tie rod scaffolding.

Tie rod umumnya dibuat menggunakan besi beton yang disambungkan dengan plat besi dan wing nut. Tie rod ini bisa Anda dapatkan di KlopMart, toko bangunan online nomor satu di Indonesia. Tersedia berbagai ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Setelah mengenal apa itu bekisting, sekarang Anda bisa mendapatkan tie rod dengan menghubungi tim KlopMart, temukan tie rod berkualitas hanya di sini.

Media

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Inspirasi Lainnya

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Besi Bangunan

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Selengkapnya
7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Tips & Trik

7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Selengkapnya
6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Tips & Trik

6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Selengkapnya