Ukuran Pipa Galvanis yang Umum Digunakan pada Konstruksi

Tahukah Anda apa jenis pipa yang umum digunakan dalam sistem perpipaan sebuah bangunan? Jawabannya adalah pipa besi dan pipa galvanis. Keduanya memiliki kekuatan sebanding dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, pipa galvanis boleh dibilang lebih populer.

Ukuran pipa galvanis pun beragam dan berpengaruh pula pada harga. Semakin besar ukuran pipa, semakin tinggi harga jualnya. Jika Anda sedang mencari informasi mengenai pipa galvanis, simak ulasan singkatnya di bawah ini.

Apa itu Pipa Galvanis?

Pipa galvanis adalah salah satu jenis pipa yang terbuat dari besi baja dan dilapisi dengan bahan pelindung berupa seng. Lapisan tersebut bertujuan untuk melindungi pipa dari korosi, sehingga lebih awet digunakan. Pipa galvanis juga merupakan salah satu jenis pipa sangat populer digunakan dibidang industri.

Baca juga: 8 Cara Mencegah Korosi Pada Besi yang Efektif

Material baja jadi bahan baku pembuatan pipa galvanis. Lapisan seng menutupi permukaan pipa sehingga pipa punya ketahanan terhadap korosi dan karat. Karena anti karat, otomatis pemakaian pipa galvanis mampu menekan risiko kerusakan yang terjadi dalam jangka panjang.

Baja berkarbon rendah dan lapisan galvanis dibutuhkan untuk memproduksi pipa galvanis. Baja karbon rendah diletakkan ke dalam lelehan seng sehingga terjadi proses yang dikenal sebagai galvanisasi. Langkah tersebut memberi ketahanan tinggi pada pipa baja sehingga mampu memperpanjang usia pemakaian pipa.

4 Jenis Pipa Galvanis

Terdapat beberapa jenis pipa galvanis yang dikelompokkan menurut ukuran diameter, bentuk, ketebalan dinding pipa, dan ulir yang dimiliki. Berikut ini penjelasannya:

Berdasarkan Ukuran Pipa Galvanis

Dalam industri, ada tiga kelompok ukuran pipa galvanis, yaitu:

1. Large bore pipe

Jenis pipa galvanis ini memiliki ukuran pipa di atas 2 inch. Pipa ini biasanya digunakan pada pembangunan yang berskala besar, seperti konstruksi di pabrik.


2. Small bore pipe

Seperti namanya, pipa galvanis ini memiliki ukuran pipa di bawah 2 inch. Pipa dengan ukuran ini banyak digunakan di proyek pembangunan seperti gedung.

3. Tubing

Pipa dengan ukuran sampai 4 inch dengan ketebalan dinding lebih kecil daripada kedua jenis pipa di atas. Biasanya pipa tubing digunakan pada proyek pembangunan perumahan dan saluran air, baik dalam skala besar maupun kecil.

Rata-rata pipa galvanis diproduksi dengan panjang 6 meter atau 20 kaki. Sementara, ukuran diameter dapat Anda cek melalui angka yang tercantum usai simbol Ø.

Adapun daftar harga pipa galvanis beserta diameternya yang paling banyak tersedia di pasaran adalah:

Ukuran Diameter (inch)

Harga Grosir (Rp)

   Â½   145.000
   Â¾   170.000
  1   205.000
  1¼   250.000
  1½   300.000
  2   375.000
  3   540.000

 

Baca juga: Bagaimana Cara Menghitung Berat Pipa Galvanis?

Berdasarkan Bentuk Pipa

Bentuk pipa galvanis dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemakaian pipa tersebut. Tak heran jika pipa ini punya variasi bentuk yang cukup banyak. Beberapa bentuk pipa yang umum dijumpai adalah:

  • pipa bentuk U, C dan H,
  • pipa bentuk standar,
  • kotak,
  • tabung, dan
  • lembaran.

Berdasarkan Ketebalan Pipa Galvanis

Pipa yang sering disebut dengan istilah GIP (Galvanized Iron Pipe) atau GI (Galvanized Iron) ini, memiliki ketebalan yang berbeda beda. Untuk menyebutkan ketebalan dinding pipa biasanya digunakan istilah Schedule adalah istilah umum yang digunakan untuk menyebutkan ketebalan pipa galvanis.

Contoh penulisan label pipa adalah 5S dengan huruf ‘S’ mengacu pada material stainless steel.

Tipe ketebalan pipa kemudian dibagi dalam beberapa kelas, yaitu:

  • Non-medium,
  • Medium A, dan
  • Medium B.

Adapun variasi ketebalan dinding pipa diawali dari 1 mm, 1½ mm, 2 mm, dan seterusnya. Untuk mengetahui perbedaan schedule/ketebalan, Anda bisa melihat bobot pipa baja saat diangkat. Pipa yang terasa lebih berat dari yang lain dengan diameter yang sama, ini menandakan pipa galvanis tersebut memiliki nomor medium yang lebih besar.

Berdasarkan Ulir Pipa

Uliran mengacu pada profil spiral yang terdapat pada pipa. Fungsinya untuk menghubungkan atau menyambungkan dua pipa maupun lebih. Panjang ulir bisa Anda ketahui lewat angka yang tertulis setelah simbol “R”. Contoh, pipa berdiameter ½ inch umumnya memiliki jumlah ulir 14 inch dengan panjang ulir 19 mm.

Setelah memahami berbagai jenis dan ukuran pipa galvanis, mari perhatikan penjelasan mengenai metode pengukuran pipa berikut.

Metode Pengukuran Pipa Galvanis

Anda dapat menjumpai dua metode pengukuran pipa, yaitu:

  1. Nominal Pipe Size (NPS) mengacu pada standar Amerika Utara sehingga ukuran memakai satuan inch
  2. Diameter Nominal (DN) mengacu pada ukuran Eropa dan memakai satuan milimeter.

Baik dalam sistem NPS maupun DN, sama-sama memiliki schedule (sch) yang merujuk pada ukuran ketebalan dinding pipa. Sebagai informasi tambahan, NPS memulai pengukuran pipa dari ¼ inch hingga 12 inch. Jika NPS melebihi 12 inch maka ukuran mengacu pada diameter luar (outside diameter).

Baca juga: 6 Keunggulan Pipa Rucika yang Layak Dipertimbangkan

Kegunaan Pipa Galvanis

Berikut ini beberapa kegunaan dari pipa galvanis, yaitu:

1. Instalasi Listrik

Pipa galvanis dapat digunakan sebagai jalur instalasi listrik. Bahkan pipa galvanis menjadi salah satu solusi populer dalam instalasi listrik karena dapat meminimalisir gangguan pada penghantar listrik. Selain itu, pemasangan dan pembongkaran lebih mudah dilakukan.

2. Sistem Saluran Air

Karena merupakan pipa yang anti karat, pipa galvanis dapat dijadikan sebagai pipa untuk saluran air.

Hanya saja hindari untuk menggunakan pipa galvananis pada sistem saluran air panas karena pipa besi galvanis memiliki kandungan zinc yang dapat terkupas oleh air panas.

3. Saluran Gas

Kegunaan pipa galvanis yang terakhir adalah sebagai saluran gas karena mampu menahan tekanan yang sangat tinggi. Biasanya pipa galvanis menyalurkan gas seperti nitrogen dan oksigen.

Hal yang wajib Anda pastikan untuk pemasangan saluran gas menggunakan jenis pipa besi galvanis adalah pipa harus terpasang dengan benar dan oleh orang yang kompeten. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada tekanan udara yang bocor dari pipa galvanis.


Kesimpulan

Pipa besi dan pipa galvanis adalah dua jenis yang umum digunakan. Meskipun keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, pipa galvanis lebih populer karena lapisan seng yang melindungi dari korosi, menjadikannya lebih tahan lama. Pipa galvanis hadir dalam berbagai ukuran yang memengaruhi harganya, semakin besar ukuran pipa, semakin tinggi harganya. Jenis pipa galvanis juga bervariasi, termasuk pipa besar, pipa kecil, dan tubing. Harga pipa galvanis beragam tergantung pada diameter, dengan variasi harga yang dijelaskan sesuai dengan ukuran pipa.

Keunggulan pipa galvanis meliputi kegunaannya dalam instalasi listrik, sistem saluran air, dan saluran gas, meskipun perlu diperhatikan penggunaannya dalam saluran air panas karena kandungan zinc yang bisa terkupas. Dalam pemasangan saluran gas, penting untuk memastikan pemasangan yang benar oleh tenaga yang kompeten untuk menghindari kebocoran udara.

Setelah Anda mengetahui ukuran pipa galvanis, Anda mungkin membutuhkan produk pipa galvanis dengan jumlah yang banyak dan memiliki kualitas terbaik? Klopmart siap memberikannya untuk Anda. Langsung saja belanja kebutuhan material di Klopmart, mudah, praktis, dan pastinya hemat waktu!

Media

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Inspirasi Lainnya

Rekomendasi 7 Merk Kabel Listrik Terbaik Di Indonesia

Lampu & Listrik

Rekomendasi 7 Merk Kabel Listrik Terbaik Di Indonesia

Selengkapnya
6 Cara Membuat Sumur Resapan

Tips & Trik

6 Cara Membuat Sumur Resapan

Selengkapnya
6 Cara Membuat Biopori Sederhana

Tips & Trik

6 Cara Membuat Biopori Sederhana

Selengkapnya