Rumus Campuran Beton yang Wajib Dipahami Kontraktor

Kontraktor wajib mengetahui rumus campuran beton yang tepat sebelum mulai membangun pondasi bangunannya. Beton yang kuat terbuat dari bahan-bahan dengan rasio yang tepat, alias tidak lebih dan tidak kurang. Salah menakarnya bisa berakibat konstruksi beton yang kurang kuat, bahkan bisa mempengaruhi struktur bangunannya.

Beton adalah bahan utama dalam pembuatan pondasi bangunan, yang nantinya akan membuat bangunan tersebut kokoh dan tidak mudah runtuh. Pondasi rumah idaman bagi banyak orang tentunya tidak hanya kuat, tapi juga tahan lama hingga beberapa tahun. Agar bisa membuat pondasi yang kuat, mereka harus memperhatikan rasio material bangunan yang digunakan untuk membuat beton.

Rumus Campuran Beton yang Umum Digunakan

Campuran beton terbuat dari material semen, pasir, dan batu kerikil yang kemudian dicampur dengan air. Rumus campuran beton ini sebenarnya ditentukan dari jenis konstruksi dan rancangan bangunannya, tapi ada tiga rasio yang umum digunakan oleh kontraktor. Rasio atau perbandingan campuran material yang tepat akan mampu menahan tekanan bangunan yang semakin kuat.

Ketiga rasio beton tersebut adalah 1:2:3, K-225, dan K-300 memiliki ketahanan yang sama tapi berbeda dalam pengukurannya. Bagaimana cara menghitungnya?

1. Rasio Beton 1:2:3

Ini adalah rumus campuran beton yang sederhana dan sering ditemukan dalam tips membangun bangunan. Perbandingannya adalah 1 bagian semen, 2 bagian pasir, dan 3 bagian kerikil. Untuk mencampurkannya, dibutuhkanlah air sebanyak 0,5 bagian. Total semua perbandingan tersebut adalah 6,5, karena harus menghitung rasio airnya juga.

Rumus mengukur massa masing-masing material juga mudah, yaitu rasio dibagi total perbandingan, kemudian dikalikan dengan berat jenis beton yang dibutuhkan. Berat material ini digunakan untuk membuat 1 meter kubik (m3) beton.

Misalnya, kita membutuhkan beton dengan berat jenis yang umum digunakan, yaitu 2.500 kg/m3. Jadi, massa masing-masing material yang dibutuhkan untuk membuat campuran beton yang kokoh adalah:

  • Semen (1/6,5 x 2500 kg=384,61 kg)
  • Pasir (2/6,5 x 2500 kg =769,23 kg)
  • Kerikil (3/6,5 x 2500 kg =1.153,85 kg)
  • Air (0,5/6,5 x 2500 kg =192,30 kg)

Hasil penghitungan berat masing-masing material itulah yang bisa digunakan untuk membuat campuran beton yang sesuai dengan berat jenis yang diinginkan.

Baca juga: Cara Menghitung Cor Beton Per M3 Agar Sesuai Kebutuhan

2. Rasio Beton K-225

Rasio K-225 juga dianggap sebagai jenis yang sering dipilih untuk membuat campuran beton. Dinamakan K-225, karena beton ini bisa menahan tekanan sebesar 225 kg/m2. Rumus campuran beton K-225 sering digunakan untuk mendirikan pondasi bangunan bertingkat karena ketahanannya itu.

Seperti yang disebutkan, kualitas ketahanan beton K-225 juga hampir sama dengan rasio beton 1:2:3 di atas. Rasio yang digunakan juga tidak jauh berbeda, karena berat jenis beton K-225 adalah 2.325 kg per meter kubik. 

Inilah berat masing-masing material (semen, pasir, dan kerikil) untuk membuat beton K-225 seukuran 2.325 kg:

  • Pasir: 371 kg
  • Semen: 698 kg
  • Kerikil: 1.047 kg
  • Air: 209 kg

Baca Juga: Jenis Jenis Beton dan Kegunaannya

3. Campuran Mutu Beton K-300

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan mutu beton K-300? Campuran beton ini memiliki tekanan sekuat 300 kilogram/m2.

Dengan demikian, ini berarti rumus campuran beton yang digunakan akan cukup berbeda dari sebelumnya, dan lebih rumit lagi karena membutuhkan ketelitian yang lebih tinggi. Secara singkat, SNI sudah mengeluarkan kebutuhan komposisi beton berdasarkan mutunya, di mana untuk beton mutu K-300 adalah sebagai berikut:

K-300 (26,4 Mpa) = Semen (413 kg) : Pasir (681 kg) : Kerikil (1.021 kg)

Berdasarkan pedoman ini, SNI menganjurkan komposisi air sebanyak 215 liter untuk bisa membuat campuran yang bermutu "beton K-300".

Baca juga: Tabel Mutu Beton yang Harus Dipahami oleh Kontraktor

Nah, apabila Anda yang ingin mengkonversikan komposisi campuran beton tersebut menjadi satuan ember, maka Anda perlu menghitung kebutuhan masing-masing material dengan mengetahui berat jenisnya. Cukup sulit untuk mengetahuinya tanpa ada data akurat dari laboratorium, namun Anda dapat menggunakan tetapan sebagai berikut:

Semen = 1.250 kg/m3 
Pasir = 1.400 kg/m3 
Kerikil = 1.350 kg/m3 

Selanjutnya, Anda tinggal membagi komposisi campuran beton dengan berat jenis masing-masing material untuk bisa mendapatkan rasio satuan ember. Berikut ini perhitungannya:

Semen = 413/1250 = 0,3304
Pasir = 681/1400 = 0,4864
Kerikil = 1021/1350 = 0,7563

Maka,
Semen : Pasir : Kerikil = 0,3304 : 0,4864 : 0,7563
Semen : Pasir : Kerikil = 1 : 1,47 : 2,29

Untuk itu, Anda perlu mencampurkan 1 ember semen, 1,47 ember pasir (bisa dibulatkan ke atas menjadi 1,5 ember), 2,29 ember kerikil (bisa dibulatkan ke atas menjadi 2,3 ember), dan 215 liter air. 

Ada juga cara lain yang lebih cepat dalam membuat beton untuk pondasi bangunan, yaitu menggunakan decon beton instan. Penggunaannya pun mudah, material tersebut hanya cukup diaduk dengan air untuk menghasilkan campuran beton yang kuat. Campuran ini pun bisa langsung dipakai untuk membangun pondasi rumah, jadi tidak butuh waktu lama untuk memasangnya.

Baca juga: Pembuatan Konstruksi Tandon Air dari Beton

Jadi, Anda sudah paham dengan rumus campuran beton di atas? Atau ingin menggunakan beton instan sehingga menghemat waktu pembangunan rumah? Apabila memilih pilihan kedua, langsung saja beli produk Decon Beton Instan hanya di Klopmart, e-commerce bangunan terlengkap.


Cek harga klik disini
Media
Admin Klopmart
22 Okt 2021

Related Article