4 Jenis-Jenis Atap Fiber beserta Harganya

Saat ini, berbagai jenis atap dengan karakteristik dan keunggulan unik semakin banyak dijual di pasaran, salah satunya adalah jenis atap fiber. Mengapa disebut jenis atap fiber? Karena terdapat banyak karakteristik, model, dan fungsi dari atap fiber itu sendiri.

Atap fiber atau yang dikenal juga dengan atap serat atau atap genteng serat adalah jenis atap yang terbuat dari campuran serat alami atau buatan dengan bahan pengikat seperti semen. Atap fiber cukup dikenal karena kekuatan dan daya tahan terhadap cuaca eksternal yang membuatnya menjadi pilihan ideal untuk berbagai jenis bangunan. 

Atap fiber yang tahan air umumnya menjadi pilihan yang sangat menarik untuk ruangan eksterior, terlebih untuk ruangan yang memerlukan kombinasi paparan sinar matahari dan angin, seperti kolam renang, taman, dan teras. 

Atap fiber dapat menjadi pilihan menarik untuk bangunan jika Anda menginginkan atap yang tahan lama dan tersedia dalam berbagai macam desain. Dalam artikel ini, Anda akan menemukan berbagai keunggulan atap fiber dan jenis-jenisnya yang tersedia di pasaran, serta karakteristik uniknya. 

Keunggulan Atap Fiber

Keunggulan utama atap fiber adalah struktur, warna, dan polanya yang bervariasi. Lembaran atap fiber yang sederhana juga tersedia, tetapi umumnya pemilik rumah lebih memilih memasangnya karena penampilannya yang menarik. 

Selain keunggulan desainnya, atap fiber secara alami tahan terhadap api. Jika dirawat dengan baik, atap fiber juga dapat melindungi bangunan dari angin, hujan, dan sinar UV. Selain itu, bobot atap fiber juga sangat ringan dibandingkan jenis atap lainnya dan masa pakainya lebih lama di iklim dingin. 

Keunggulan-keunggulan ini juga tidak menjadikannya mahal, harga bahan pembuatan atap fiber bisa terbilang cukup murah dan mudah didapat di pasaran. Karena hal ini, biaya pemasangannya juga menjadi lebih murah dibandingkan metode atap lainnya. 

Baca juga: 11 Desain Rumah Atap Miring Minimalis yang Terlihat Kekinian

4 Jenis-Jenis Atap Fiber 

Selain memiliki keunggulan yang beragam, atap fiber juga memiliki banyak variasi dengan keunggulan yang berbeda. Dengan memahami perbedaan antara jenis atap fiber, Anda dapat membuat pilihan yang tepat sesuai dengan kebutuhan konstruksi atau renovasi rumah Anda. 

1. Atap Fiber Gelombang 

Atap gelombang adalah jenis atap fiber yang paling umum digunakan dalam konstruksi karena bentuknya yang sangat umum. Karena bentuknya yang bergelombang, atap fiber bergelombang memungkinkan air hujan untuk mengalir dengan mudah. 

Kelebihan lain dari atap gelombang adalah harganya yang murah dan struktur yang mudah dipasang. Namun, atap gelombang tidak transparan sehingga kurang cocok untuk ruangan yang membutuhkan sinar matahari. 

Untuk harganya sendiri, atap fiber bergelombang dipengaruhi oleh ukuran dan mereknya. Umumnya atap fiber bergelombang dijual mulai dari Rp 53.000 hingga Rp 1.500.000,- sesuai dengan dimensi ukuran.

Baca juga: Atap Bitumen: Pengertian, Jenis, Kekurangan dan Kelebihannya

2. Atap Fiber Transparan. 

Atap fiber transparan adalah jenis atap fiber yang memiliki kelebihan dalam memberikan cahaya alami ke dalam ruangan. Atap transparan tersedia dalam berbagai macam warna dan ketebalan, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek konstruksi. 

Namun, kekurangan dari atap transparan adalah harganya yang cukup mahal dan membutuhkan perawatan super ekstra agar tetap bersih dan estetik.  Selain itu, atap fiber transparan dapat memancarkan panas yang lebih tinggi dibandingkan jenis atap lainnya. 

Harga atap fiber transparan umumnya dimulai dari harga Rp 175.000 hingga Rp 2.000.000 per m², tergantung juga pada merek, kualitas, dan spesifikasi produk. Semakin tebal atap fiber transparan, maka semakin mahal harganya. 

3. Atap Fiber Solid

Atap fiber solid adalah jenis atap fiber yang dikenal karena daya tahannya terhadap berbagai kondisi cuaca eksternal. Keunggulan utama dari atap fiber adalah kemampuannya bertahan dari angin kencang, hujan lebat, dan perubahan suhu ekstrem. 

Selain ketahanannya, atap fiber solid hadir dalam berbagai bentuk dan warna yang menarik sehingga bangunan akan tampil sangat menawan jika menggunakan jenis atap fiber ini. Namun, atap fiber solid cenderung lebih berat daripada beberapa jenis atap lainnya, sehingga pemasangannya memerlukan keterampilan khusus dan biaya yang lebih besar. 

Harga atap fiber solid cukup bervariasi tergantung pada merek, ketebalan, dimensi, dan lokasi pemasangan, yaitu berkisar antara Rp 259.000 hingga Rp 3.200.000.

Baca juga: Apa Itu Atap Go Green? Kenali 9 Kelebihannya

4. Atap Fiber Flat 

Atap fiber flat adalah jenis atap fiber yang memiliki permukaan datar atau rata, tanpa pola gelombang atau goresan khusus pada permukaannya. Atap fiber flat biasanya terbuat dari campuran serat alami atau buatan yang diperkuat dengan bahan pengikat seperti beton atau resin. 

Keunggulan dari atap fiber flat adalah penampilannya yang datar dan modern. Permukaannya yang rata memberikan kesan simple yang elegan sehingga cocok untuk berbagai jenis bangunan. Sama seperti atap fiber lainnya, atap fiber flat juga dikenal karena ketahannya terhadap cuaca eksternal yang keras, rayap, dan api. 

Atap fiber flat cenderung lebih ringan dibandingkan jenis atap fiber lainnya dengan perawatan yang tidak begitu sulit. Namun, atap fiber flat kurang cocok digunakan pada bangunan dengan kemiringan atap yang curam karena tidak efektif dalam mengalirkan air hujan dengan baik. 

Harga atap fiber flat umumnya berkisar antara Rp 184.000 hingga Rp 3.200.000 tergantung merek, model, dan ketebalan yang diinginkan. 

Perbedaan Atap Fiber dan Atap Polycarbonate

Sekalipun memiliki keunggulan dan model yang hampir mirip, komposisi bahan dan karakteristik fisik atap fiber dan atap polycarbonate jelas berbeda. Atap fiber terbuat dari campuran serat alami atau serat buatan yang diperkuat dengan bahan pengikat, seperti beton atau resin. Sedangkan atap polycarbonate terbuat dari plastik keras yang tahan terhadap benturan

Selain itu, atap fiber umumnya memiliki permukaan dengan pola bergelombang atau struktural sehingga cukup khas untuk dikenali. Sedangkan atap polycarbonate memiliki permukaan yang lebih halus dan transparan. Namun, keduanya masih memungkinkan cahaya alami untuk masuk dan memberikan efek pencahayaan di dalam ruangan di bawahnya. 

Perbedaan mendasar lainnya terletak pada penggunaannya. Atap fiber sering digunakan sebagai penutup untuk berbagai jenis bangunan sehingga memberikan perlindungan terhadap cuaca. Sedangkan atap polycarbonate sering digunakan di proyek-proyek yang memerlukan pencahayaan alami, seperti teras. 

Dalam memilih jenis atap fiber, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan konstruksi dan anggaran yang tersedia. Pemilihan atap fiber yang tepat adalah langkah penting dalam memastikan keberhasilan desain bangunan Anda. 

Klopmart dapat menjadi mitra terpercaya Anda dalam memenuhi kebutuhan bahan bangunan Anda. Selain berbagai jenis atap fiber, Klopmart juga menjual kebutuhan untuk atap, dinding, dan lantai, sehingga Anda dapat melengkapi kebutuhan proyek Anda dengan satu sumber yang handal. 

Klopmart memberikan penawaran terbaik dengan berbagai macam keunggulan untuk Anda yang membutuhkan bahan-bahan konstruksi. Proses  dan sistem pembayaran yang mudah, serta pengiriman barang yang cepat menjadi keuntungan utama jika Anda mengunjungi Klopmart sekarang. 

Jangan ragu untuk menghubungi Klopmart dan dapatkan berbagai produk berkualitas tinggi.

Sumber rujukan: 

  • https://www.duraroof.in/blog/uses-and-benefits-of-fiber-sheets-for-roofs-in-modern-structures/amp/ 

  • https://ebroofing.ie/advantages-and-disadvantages-of-fiberglass-roof 

  • https://www.pinhome.id/blog/atap-fiber/#kisaran-harga-atap-fiber-gelombang

Media

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Inspirasi Lainnya

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Besi Bangunan

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Selengkapnya
7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Tips & Trik

7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Selengkapnya
6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Tips & Trik

6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Selengkapnya