Cara Menghitung Kebutuhan Semen untuk Bangunan Rumah

Baik kontraktor maupun pemilik bangunan, semuanya harus paham dengan cara menghitung kebutuhan semen untuk pembangunan rumah. Penghitungan kebutuhan semen ini tidak boleh dilakukan dengan perkiraan, melainkan ada rumus yang harus diterapkan. Tujuannya adalah agar tidak ada semen yang mubazir atau kurang saat proses konstruksi nanti.

 

Semen sudah menjadi material utama yang wajib ada saat membangun rumah. Mulai dari struktur beton, fondasi, pemasangan dinding, hingga atap, semuanya tak bisa dikerjakan bila tidak ada semen. Saking pentingnya material ini, penghitungan semen yang dibutuhkan harus sesuai dengan ukuran ruangan atau gedung yang hendak dibangun.

Bagaimana Cara Menghitung Kebutuhan Semen sesuai Ruangan?

Apapun proyek yang sedang dikerjakan, baik itu renovasi, menambah ruang, maupun membangun konstruksi yang baru, penting sekali untuk memiliki persediaan semen yang cukup. Anda pasti tidak ingin kehabisan semen di tengah proses pembangunannya bukan?

 

Baca Juga: Jenis Semen Yang Tersedia di Pasaran

 

Bisa saja Anda membeli semen baru di tengahnya, tapi itu hanya akan menambah waktu pembangunan. Anda harus membeli semen baru dan mencampurnya lagi dengan air, yang mana membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengaduknya. 

 

Selain itu, lebih baik semua persediaan semen sudah diaduk sejak awal karena menghasilkan tekstur yang lebih kuat dan tahan lama. Semakin banyak semen yang dicampur dengan air, bangunan juga akan semakin kokoh dan awet.

 

Kedua kondisi tersebut menjadi alasan solid kita harus memiliki persediaan semen yang cukup banyak. Pada dasarnya, jumlah semen yang digunakan harus sesuai dengan ruangan atau gedung yang hendak dibangun. Artinya, Anda membutuhkan informasi mengenai ukuran luas konstruksi yang akan dibangun. Dari situ, kita bisa mengetahui jumlah semen yang dibutuhkan dan mulai membangun kontruksinya.

 

Penghitungan kebutuhan semen pun semakin mudah dengan adanya bantuan kalkulator beton yang tersedia secara online. Meski begitu, tetap saja kita membutuhkan dimensi ruangan atau gedung yang akan dibangun. Apabila sudah memiliki denah ruangan yang hendak dibangun, keterangan ukuran yang terdapat di dalamnya akan memudahkan Anda untuk mengetahui kebutuhan semen.

 

Lain halnya jika ingin memperbaiki dinding atau renovasi lantai untuk pemasangan keramik, Anda harus mengukurnya lagi. Tidak rumit mengukurnya, Anda hanya membutuhkan pita pengukur dan kalkulator.

 

Hitung luas ruangan atau elemen bangunan yang akan direnovasi dengan mengukur setiap sisinya. Pengukurannya tergantung pada bentuk ruangannya, tapi rata-rata ruangan di Indonesia berbentuk kotak atau persegi panjang. Misalnya, ruangan yang akan dibangun berukuran 4 x 5 meter, maka luasnya adalah 20 meter persegi.

 

Setelahnya, ketahui kebutuhan semen per meternya, misalnya 10 kg. Kalikan dengan luas ruangan yang sudah dihitung sebelumnya untuk mengetahui total semen yang dibutuhkan. Jadi, 20 meter persegi x 10 kg = 200 kg.

 

Baca Juga: Harga Semen per Sak

 

Semen yang dijual di pasaran biasanya dikemas dengan sak. Jadi, Anda harus mensurvei terlebih dulu berat satu sak semen yang ingin dibeli. Sebagai contoh, semen merah putih yang dijual di Klopmart berbobot 50 kg per saknya. Artinya, Anda membutuhkan empat sak semen untuk membangun ruangan berukuran 4 x 5 meter.

 

Harga semen merah putih di Klopmart juga cukup terjangkau, jadi Anda tidak perlu khawatir dengan budget yang harus dikeluarkan. Semen Merah Putih juga sudah berkualitas premium, jadi hasilnya lebih kuat dan tahan lama. Cara pengaplikasiannya pun mudah karena terbuat dari bahan yang mudah dicampur dan hasilnya lebih halus. Segera dapatkan Semen Merah Putih ini hanya di Klopmart, toko bangunan online terbesar di Indonesia.

 

Kesimpulannya, cara menghitung kebutuhan semen di atas tidak rumit, hanya bermodalkan luas bangunan dan kebutuhan semen per meter perseginya.


Cek harga klik disini
Media
Admin Klopmart
27 Des 2021

Related Article