5 Kelebihan Bahan Galvanis untuk Pelindung Besi? Simak Penjelasannya!

Bahan galvanis untuk pelindung besi merupakan material zinc atau seng yang menjadi pelapis besi, baja murni, dan baja ringan agar tidak mengalami pengkaratan atau korosi. Proses pelapisan ini biasa disebut dengan teknik galvanisasi.

Teknik ini adalah langkah alternatif dan ekonomis agar dapat memakai material-material berbahan aluminium atau stainless steel  untuk mencegahnya berkarat atau keropos.

Lewat proses galvanisasi, logam akan bersifat anti korosi. Sebaliknya, dengan tidak adanya lapisan seng, besi atau baja tetap mengalami pengkaratan lebih cepat karena adanya proses oksidasi.

Apabila Anda saat ini sedang mencari berbagai bahan bangunan seperti besi, baja ringan ataupun material galvanis lainnya, dapatkan diskon yang menarik untuk berbagai pilihan produk Anda hanya di Klopmart.


Proses Galvanisasi: Proteksi Baja dan Besi dengan Lapisan Seng Sejak Abad ke-19

Metode galvanisasi sendiri secara umum dapat diartikan sebagai proses aplikasi pemberian lapisan seng sebagai bahan pelindung pada besi atau baja.

Istilah galvanisasi sendiri diambil dari nama penemunya, Luigi Galvani, ilmuwan dari Italia. Galvanisasi sendiri sudah mulai dilakukan pada abad ke-19.

Proses galvanisasi dilakukan dengan cara mencelupkan baja atau besi pada cairan zinc sebagai bahan galvanis. Selain dicelupkan ke dalam cairan seng panas, galvanisasi juga bisa dilakukan secara elektrokimia dan elektrodeposisi.

Bahan pelapisnya terdiri dari zinc atau seng sebanyak 98% dan aluminium sebesar 2%. Ada juga yang menyebutkan jika cairan seng yang digunakan sebanyak 97% dan hanya menggunakan 1% cairan aluminium ditambah bahan lainnya hingga mencapai 100%.

Kegunaan cairan seng adalah untuk melindungi besi atau baja dari berbagai polutan penyebab karat. Seng yang menjadi bahan pelapis tersebut yang nantinya akan “mengorbankan diri” dengan berkarat demi melindungi besi atau baja.

Baca juga: 5 Cara Las Galvanis Agar Tidak Rusak

Metode Galvanisasi

Ada beberapa metode yang dikenal dalam melakukan proses galvanisasi, yaitu: 

1. Hot-Dip Galvanizing

Metode ini dilakukan dengan cara mencelupkan logam dasar (bisa berupa besi atau baja) ke dalam bahan galvanis. Logam yang akan dicelupkan harus bersih, maka dari itu perlu dibersihkan secara kimiawi atau mekanis.

Hal ini bertujuan untuk memastikan adanya ikatan secara kualitas dapat terbentuk antara logam dasar dan cairan pelapis.

Setelah logam dasar selesai dibersihkan, kemudian logam dialirkan untuk menghilangkan sisa-sisa oksidasi yang masih menempel.

Logam lalu dicelupkan ke dalam wadah berisi cairan pelapis yang telah dipanaskan agar ikatan metalurgi bisa terbentuk. Metode ini terbilang lebih ekonomis karena dapat dilakukan secara cepat.

2. Pra-galvanisasi

Sedikit mirip dengan metode di atas, pra-galvanisasi umumnya dilakukan di pabrik baja dan logam dasar yang dicelupkan telah berbentuk.

Metode ini melibatkan logam yang digelincirkan lewat proses pembersihan yang sama dengan metode hot dip. Logam dasar melewati kolam cairan pelapis panas kemudian ditarik kembali.

3. Elektro-galvanisasi

Berbeda dengan kedua metode di atas, elektro-galvanisasi menggunakan arus listrik yang ada di dalam larutan elektrolit untuk menginjeksi ion seng ke dalam logam dasar.

Metode ini melibatkan pengurangan berbagai ion seng yang bermuatan positif yang menjadi logam seng. Kemudian logam seng tersebut diendapkan di dalam material yang bermuatan positif.

Agar dapat memastikan lapisan seng dapat menempel halus pada baja, perlu dilakukan juga proses penyulingan biji-bijian. Metode ini biasanya dilakukan secara terus menerus pada lembaran logam dasar.

 Baca juga: Bagaimana Cara Menghitung Berat Pipa Galvanis?

Perbedaan Galvanis dengan Galvalum

Galvalum atau galvalume pada dasarnya menggunakan konsep elektrolisis. Konsep ini dikenal juga dengan reaksi pengorbanan diri dari logam pelapis untuk melindungi logam lainnya, biasanya baja atau besi.

Dari segi konsep sama seperti dengan proses galvanis, yang menjadi pembeda utamanya adalah persentase bahan pelapisnya.

Bahan pelapis galvalum berbeda dengan bahan galvanis. Galvalum terdiri dari 55% aluminium dan 43,5% seng atau zinc, serta 1,5% bahan silikon.

Kandungan aluminium tinggi pada proses galvalum memang membuatnya lebih kuat dari sisi daya tahan karat. Namun, lapisan alumunium ini sangat rentan terhadap semen, dibandingkan dengan lapisan seng.

Baca juga: Apa Itu Besi Galvanis?

Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Galvanis

Penggunaan galvanis, baik melalui proses galvanisasi panas (hot-dip galvanizing) maupun galvanisasi elektrolitik (electro-galvanizing), memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Kelebihan Penggunaan Galvanis:

1. Perlindungan Terhadap Korosi

Galvanis memberikan perlindungan yang sangat baik terhadap korosi alias anti karat karena lapisan seng pada permukaan yang menempel membentuk perisai fisik dan kimia yang melindungi logam dasar dari paparan elemen-elemen lingkungan.

2. Daya Tahan yang Tinggi

Produk yang telah melalui proses galvanisasi memiliki daya tahan yang tinggi terhadap korosi, cuaca ekstrem, dan goresan. Ini membuatnya cocok untuk digunakan di lingkungan yang keras dan tahan terhadap abrasi.

3. Hemat Biaya Perawatan

Galvanisasi mengurangi biaya perawatan karena produk yang dilapisi dengan seng seperti besi galvanis tidak memerlukan perawatan tambahan seperti pelapisan cat atau perlakuan permukaan lainnya.

4. Kemudahan Aplikasi

Proses galvanisasi panas dan elektrolitik relatif mudah dan cepat. Galvanisasi panas melibatkan pencelupan, sementara galvanisasi elektrolitik menggunakan metode elektrokimia.

5. Tampilan Lebih Menarik

Produk galvanis memiliki tampilan yang bersih dan estetis, memberikan daya tarik visual. Lapisan seng memberikan kilap dan kecerahan pada permukaan logam.

Kekurangan Penggunaan Galvanis:

1. Biaya Awal yang Lebih Tinggi

Proses galvanisasi, terutama galvanisasi panas, mungkin memerlukan investasi biaya awal yang lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa metode pelapisan logam lainnya.

2. Berat Tambahan

Lapisan seng menambah berat produk, yang mungkin menjadi faktor penting terutama pada aplikasi yang membutuhkan material ringan.

3. Tingkat Ketebalan yang Terbatas

Ketebalan lapisan seng dalam galvanisasi terbatas dan tidak dapat disesuaikan dengan kebutuhan tertentu. Oleh karena itu, pada beberapa aplikasi yang memerlukan lapisan yang sangat tebal, galvanisasi mungkin tidak menjadi pilihan utama.

Baca juga: Ukuran Pipa Galvanis yang Umum Digunakan

Meskipun memiliki kekurangan, galvanisasi tetap menjadi pilihan yang populer dan efektif untuk melindungi logam dari korosi, terutama dalam aplikasi konstruksi, otomotif, dan industri.

Pemilihan metode galvanisasi harus didasarkan pada kebutuhan spesifik dan lingkungan penggunaan produk tersebut.

Ada banyak sekali logam yang menggunakan bahan galvanis, seperti pipa besi, kaso, baja ringan, hingga railing tangga. Temukan berbagai bahan material galvanis lainnya di Klopmart.


Menariknya, Anda berkesempatan mendapatkan harga distributor untuk berbagai pilihan produk Anda ketika membeli di Klopmart. Segera kunjungi kami sekarang juga.

Media

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Inspirasi Lainnya

8 Rekomendasi Merk Sepatu Safety Terbaik Penunjang Keselamatan Kerja

Alat Safety

8 Rekomendasi Merk Sepatu Safety Terbaik Penunjang Keselamatan Kerja

Selengkapnya
8 Jenis Sepatu Safety dan Fungsinya untuk K3

Alat Safety

8 Jenis Sepatu Safety dan Fungsinya untuk K3

Selengkapnya
5 Perbedaan Sepatu Safety dan Sepatu Gunung, Lebih Tahan Mana?

Alat Safety

5 Perbedaan Sepatu Safety dan Sepatu Gunung, Lebih Tahan Mana?

Selengkapnya