3 Cara Menghitung Ukuran Cakar Ayam untuk Rumah 2 Lantai yang Ideal

Bagaikan tulang yang menopang tubuh kita, begitulah peran pondasi dalam membangun rumah. Salah satu jenis pondasi adalah cakar ayam atau foot plat yang dinilai paling kuat dari pondasi lainnya. Untuk rumah dua lantai, kita juga harus memperhatikan ukurannya agar kuat dan mampu menopang bangunan. Pertanyaannya, berapa ukuran cakar ayam 2 lantai untuk membangun rumah yang ideal?
 

Mengenal Pondasi Cakar Ayam

Cakar ayam dipilih sebagai jenis pondasi yang ideal dalam membangun rumah bertingkat. Alasannya, pondasi ini bisa dibangun di semua jenis tanah, bahkan yang kurang kuat sekalipun. Tak heran, pondasi ini menjadi idaman bagi pemilik rumah yang ada di perkotaan, bahkan dijamin bisa terhindar dari longsor.

Bangunan yang menggunakan pondasi cakar ayam pun terlihat lebih kokoh karena langsung menembus tanah yang dalam. Apalagi dilengkapi dengan beton, jenis pondasi ini semakin kuat berdiri dan membentuk rumah yang kokoh dan tidak mudah bergeser.

Pondasi cakar ayam juga dirancang sesuai dengan tipe konstruksi di Indonesia. Prof. Ir. Sedyatmo Dr. HC, seorang insinyur sipil, menciptakan jenis pondasi ini sekitar tahun 1974, ketika membangun konstruksi di atas tanah yang lembek untuk perhelatan Asian Games. Berkatnya, pondasi ini akhirnya dikenal dan dijadikan andalan di seluruh Indonesia.

Cara Menghitung Ukuran Cakar Ayam 2 Lantai untuk Rumah

Kembali ke topik artikel ini, penting untuk mengetahui ukuran cakar ayam 2 lantai yang sesuai untuk membangun rumah.

1. Tentukan Ukuran Pondasi

Sebenarnya, ukuran yang dibutuhkan tergantung pada ruangan apa yang hendak dibangun di lantai atas. Kekuatan dan ukuran pondasi berpatokan pada beban yang ditanggung di bagian atas bangunan.

Apabila lantai dua hanya digunakan untuk kamar tidur, ruang santai atau sejenisnya, Anda cukup membuat besi kolom berukuran 60 cm x 60 cm dengan ketebalan 20 cm.

Lain halnya dengan membangun ruangan untuk beban yang lebih berat, seperti membangun kolam renang indoor, Anda membutuhkan ukuran yang lebih besar lagi.

Semakin banyak lantai rumah yang ingin dibangun, misalnya tiga atau empat lantai, semakin besar ukuran pondasinya, bahkan harus menambahkan bore pile.

2. Ketahui Jenis Tanah

Jenis tanah juga mempengaruhi ukuran pondasi yang dibangun. Apabila tanahnya keras dan padat, tidak perlu membangun pondasi cakar ayam yang besar. Penyebabnya, tanah itu sendiri sudah kuat menopang bangunan tersebut sehingga tidak mudah hancur dan bergeser. 

Pondasi yang besar lebih dibutuhkan apabila Anda membangun rumah di tanah yang rapuh, sehingga mampu mencengkeram tanah. Tujuannya agar bangunan tidak mudah goyah saat tertiup angin atau terkena badai.

3. Hitung Kedalaman Pondasi

Kedalaman pondasi yang ditancapkan ke dalam tanah pun bervariasi, yaitu antara 1,5 meter hingga 2 meter. Semakin dalam pondasinya, semakin kuat topangan pondasi terhadap rumah tersebut.

Untuk membangun pondasi cakar ayam, Anda bisa menggunakan besi berdiameter 10 mm dengan jarak 20 cm antar besinya. Agar semakin kuat, tambahkan juga beton dengan perbandingan takaran 1:2:3 untuk semen, pasir dan koral.

Begitulah penjelasan mengenai ukuran cakar ayam 2 lantai dalam membangun rumah. Setelah mengetahui ukuran pondasi yang dibutuhkan, sekarang waktunya mulai membangun pondasi dengan menggunakan besi beton. Anda bisa mencari tahu terlebih dahulu informasi mengenai harga besi beton polos di Klopmart agar bisa memperkirakan anggaran untuk membangun rumah dua lantai. Kami menyediakan besi beton polos yang mudah digunakan, sehingga proses pembangunan rumah pun berjalan dengan lancar. Selamat membangun rumah dua lantai yang kokoh dan sesuai dengan idaman Anda!


Media

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Inspirasi Lainnya

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Besi Bangunan

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Selengkapnya
7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Tips & Trik

7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Selengkapnya
6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Tips & Trik

6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Selengkapnya