Mengapa Kita Harus Menghemat Energi Beserta Caranya

Ada banyak alasan mengapa kita harus menghemat energi. Yang utama adalah karena dengan berhemat energi, kita dapat secara tidak langsugn merawat lingkungan. Selain alasan tersebut, masih banyak hal yang bisa menjadi alasan bagi Anda untuk menghemat energi listrik.
 

Mengapa Kita Harus Hemat Energi Listrik

Inilah beberapa alasan mengapa kita harus menghemat energi.
 

1. Menjaga Atmosfir Bumi

Sebagian dari Anda mungkin belum menyadarinya kalau energi listrik yang kita gunakan sehari-hari masih dibuat di pembangkit listrik yang menggunakan sumber energi yang tidak terbarukan. Pembangkit listrik saat ini masih ada yang menghasilkan gas rumah kaca yang dapat merusak atmosfir bumi. Hal ini bisa berujung pada pemanasan global.
 

2. Mengurangi Biaya Rumah Tangga

Simpelnya, dengan menghemat energi listrik, Anda dapat menghemat biaya rumah tangga Anda. Hal ini akan semakin teras  efeknya apabila Anda memiliki banyak alat elektronik di rumah Anda. Biaya yang Anda hemat dari menghemat energi listrik ini bisa Anda alokasikan untuk hal lain yang bermanfaat untuk keluarga Anda.
 

3. Mengurangi Penggunaan Energi Fosil

Salah satu bahan utama penghasil listrik sejauh ini adalah energi fosil, seperti minyak bumi, dan batu bara. Energi fosil ini tidak muncul dengan cepat. Butuh jutaan tahun hingga energi fosil yang dapat diolah ini dapat muncul lagi. Oleh karena itu, jika kita tidak menghemat penggunaan energi listrik, maka bisa jadi kita kehilangan sumber energi fosil lebih cepat dan kita bisa mengalami krisis energi.

Baca juga: Tips Rumah Hemat Energi dari Memanfaatkan Pencahayaan
 

Cara Menghemat Energi Listrik di Rumah

Untuk melakukan hemat energi di rumah, Anda bisa mulai dengan memperhatikan penggunaan barang-barang elektronik di rumah Anda. Berikut adalah beberapa alat elektronik yang harus Anda awasi penggunaanya.
 

1. Pompa Air

Pompa air yang langsung digunakan tanpa melewati tangki air (tandon) akan sering ‘nyala-mati’ (on-off) mengikuti frekuensi kita membuka kran air. Proses ‘nyala-mati’ ini akan menambah konsumsi listrik. Sebaiknya pompa air digunakan untuk mengisi tangki air dengan air sumur. 

Gunakan auto switch untuk di dalam tangki, sehingga saat air mencapai level tertentu, auto switch akan mematikan pompa air. Air inilah yang digunakan untuk keperluan rumah tangga. Periksalah secara rutin kondisi jalur instalasi pipa air dan kondisi auto switch di dalam tangki. 

Pastikan tidak ada kebocoran supaya pompa tidak terus menyala karena dianggapnya air dalam tangki tidak kunjung penuh.
 

2. Setrika

Setrika walaupun ukurannya kecil ternyata menggunakan daya listrik yang cukup besar. Gunakan setrika sesuai petunjuk penggunaan. Sesuaikan level panas setrika dengan jenis bahan pakaian. Lakukan proses setrika ini dengan terencana, tidak asal-asalan. 

Mulailah dengan pakaian berbahan halus yang hanya membutuhkan level panas rendah untuk bisa rapi. Barulah dilanjutkan ke pakaian dengan bahan yang lebih membutuhkan level panas lebih tinggi untuk bisa rapi. 

Kalau setrika dipasang di level tertinggi untuk semua jenis bahan pakaian, otomatis konsumsi listriknya juga jadi melonjak! Pakaian Anda juga jadi semakin cepat rusak dan lapuk. Biaya belanja pakaian pun meningkat! Setrika pun akan lebih cepat rusak karena sering overheat. 

Bagian bawah setrika akan menghitam karena adanya serat bahan yang menempel pada permukaannya. Jika itu terjadi, maka setrika akan menurun daya hantar panasnya. Proses setrika jadi lebih panjang waktu kerjanya.
 

3. Televisi + Perangkat Audio Visual

Televisi dan perangkat audio visual seperti DVD Player, Movie Player, Game Console, dan sebagainya juga dapat meningkatkan mengkonsumsi listrik, apalagi jika digunakan terus menerus. 

Jika Anda membiarkan perangkat-perangkat listrik ini dalam keadaan standby maka tanpa Anda sadari, perangkat-perangkat ini tetap terus mengkonsumsi listrik. Usahakan Anda memutuskan aliran listriknya sama sekali saat tidak digunakan.
 

4. Perangkat Memasak

Perangkat memasak bertenaga listrik seperti Rice Cooker, Deep Frier, Oven Listrik, Microwave, dan beberapa jenis Expresso Machine dan sebagainya juga akan banyak mengkonsumsi listrik jika digunakan non-stop atau sering dinyalakan-dimatikan (on-off). Jika sudah selesai digunakan, usahakan untuk memutuskan aliran listriknya sama sekali. Jangan ditinggalkan dalam posisi standby.
 

5. Charger Handphone

Masalah yang ada pada penggunaan perangkat ini adalah pada kebiasaan yang kita lakukan karena ketidaktahuan kita. Charger handphone dipasang pada stop kontak tanpa terhubung dengan handphone menggunakan daya listrik rata-rata 1 watt per jam (menurut cuitan akun twitter PLN Jawa Barat seperti yang dilansir m.detik.com) yang akan meningkat saat dihubungkan untuk charge handphone menjadi 3,68 watt. 

Saat batere handphone sudah 100% terisi, charger akan menggunakan daya 2,24 watt per jam. (seperti dilansir oleh liputan6.com). Umumnya kita mengisi daya handphone saat kita sedang tidur malam, sedangkan handphone akan terisi dayanya hingga 100% hanya dalam waktu sekitar 2 jam! Bayangkan, berapa banyak daya listrik yang terbuang selama kita tidur? Berarti kita perlu mengubah kebiasaan kita untuk mengisi daya handphone paling lambat 3 jam sebelum kita tidur.

Itulah beberapa alasan mengapa kita harus menghemat energi dan cara melakukannya. Menghemat energi memiliki banyak manfaat. Anda bisa menghemat biaya bulanan hingga berpartisipasi untuk melestarikan kehidupan di bumi. Anda bisa mulai hemat energi dengan langkah simpel seperti memperhatikan penggunaan barang elektronik di hunian Anda.

Baca juga: 7 Jenis Kabel Listrik yang Bagus untuk Kelistrikan Rumah


Cek harga klik disini
Media
Admin Klopmart
18 Okt 2018

Related Article