Pemberitahuan! Setiap transaksi yang terjadi dari tanggal 21 Mei 2020 sampai dengan 1 Juni 2020, barang akan dikirimkan mulai tanggal 2 Juni 2020.     Pemberitahuan! Setiap transaksi yang terjadi dari tanggal 21 Mei 2020 sampai dengan 1 Juni 2020, barang akan dikirimkan mulai tanggal 2 Juni 2020.

RUMAH HEMAT ENERGI: PENCAHAYAAN ALAMI

Penggunaan energi dengan efektif dan efisien merupakan kunci utama dalam menghemat energi. Di rumah, kita dapat menerapkan pola hemat energi melalui pemanfaatan sumber energi alternatif seperti angin dan matahari sebagai cahaya alami.

 

Pada artikel sebelumnya mengenai Rumah Hemat Energi dengan Pengudaraan Alami, kita telah membahas tentang bagaimana mengurangi suhu dan kelembapan di dalam rumah secara alami dengan memanfaatkan angin dan melalui pendekatan desain arsitektur tropis. Kali ini, kita akan membahas tentang rumah hemat energi dengan pencahayaan alami. 

 

Pencahayaan Alami

Melimpahnya cahaya matahari di negeri tropis dapat bermanfaat untuk memenuthi kebutuhan penerangan di rumah khususnya pada siang hari. Rumah yang sehat mendapatkan cahaya alami yang masuk ke dalam rumah secara tepat sehingga rumah menjadi terang, hemat listrik, dan tidak lembap.

 

 

Hal yang utama dalam pemanfaatan cahaya alami antara lain dengan cara menerapkan bukaan atau lubang untuk cahaya serta memaksimalkan cahaya alami tersebut agar bermanfaat secara optimal.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan:

 

  • Merencanakan desain bukaan untuk cahaya dan penempatannya saat merancang sebuah rumah atau bangunan. Penempatan, jumlah, ukuran dan bentuk bukaan tersebut harus disesuaikan dengan fungsi dan ukuran ruang agar cahaya dan panas akibat sinar matahari sedapat mungkin dikendalikan supaya tidak merusak atau menimbulkan ketidaknyaman.

 

  • Membuat skylight yaitu bukaan pada bagian atas rumah seperti pada plafon atau atap dapat memaksimalkan cahaya alami yang masuk terutama jika rumah tersebut memiliki sedikit jendela.

 

  • Memanfaatkan material rekfletif atau pantulan yang dapat membantu membuat ruang menjadi lebih terang, seperti cermin atau kaca yang dipasang tidak jauh dari jendela. Bisa juga dengan menggunakan materi lain yang bersifat rekflektif seperti keramik yang mengkilap yang berwarna terang pada lantai.

 

  • Menggunakan cat atau pelapis warna-warna terang seperti putih atau pastel yang dapat memantulkan cahaya lebih banyak daripada warna gelap khususnya pada bidang yang luas seperti dinding, lantai, dan plafon.

 

  • Hilangkan sekat masif di dalam ruangan agar tampak lebih luas. Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan menggunakan sekat transparan atau menggabungkan fungsi ruang (membuat ruangan multifungsi).

 

  • Perhatikan penempatan perabot atau furnitur di rumah. Pastikan perabotan tidak menutupi jendela atau bukaan cahaya agar tidak menghalangi masuknya sinar matahari dan ruang tidak terkesan penuh.

 

  • Bersihkan bagian luar dan dalam jendela secara berkala, karena jendela yang berdebu dan kotor menghalangi masuknya cahaya alami ke dalam ruangan secara maksimal.

Cek harga klik disini
Media
Admin Klopmart
15 Feb 2019

Related Article