8 Jenis Kaca dalam Konstruksi Bangunan

Apakah Anda tahu bahwa ada lebih dari satu jenis kaca yang digunakan dalam bangunan? Ya, hampir di setiap konstruksi bangunan, jenis kaca yang digunakan bervariasi sesuai dengan keunggulan dan kebutuhan bangunan. 

Hingga sekarang, kaca telah menjadi bahan yang sangat penting dan akrab dalam setiap konstruksi. Tidak hanya sebagai elemen penutup jendela, kaca telah menjadi komponen desain bangunan yang estetik dan fungsional. 

Setiap jenis kaca memiliki karakteristik unik yang memengaruhi tampilan, keamanan, dan efisiensi energi dari bangunan-bangunan tersebut. Maka, jika saat ini Anda sedang dalam proses membangun rumah atau renovasi, sebaiknya Anda mengenal lebih dalam jenis-jenis kaca dalam konstruksi bangunan. 

8 Jenis Kaca Dalam Konstruksi 

Kaca memegang peranan penting dalam menciptakan bangunan yang memiliki estetika dan kenyamanan tinggi, serta efisiensi energi. Oleh karena itu, kaca menjadi salah satu komponen penting yang tidak bisa diabaikan dalam konstruksi bangunan. 

Tentunya ada banyak jenis kaca yang digunakan dalam konstruksi bangunan, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Simak X jenis kaca yang paling umum digunakan dalam konstruksi. 

1. Kaca float 

Kaca float adalah jenis kaca bening yang paling umum digunakan dalam konstruksi bangunan. Disebut sebagai kaca float karena dibuat dengan metode “floating” atau mengapung dengan melelehkan bahan baku kaca. Kaca float dikenal karena memiliki kualitas optik yang sangat baik dengan tingkat kejernihan yang tinggi. Ini membuatnya sangat cocok untuk berbagai aplikasi, termasuk jendela, pintu kaca, dan cermin. 

Keunggulan lain dari kaca float adalah ketebalannya yang dapat disesuaikan, yang memungkinkan penggunaannya dalam berbagai konteks. Selain itu harganya juga dapat dikatakan terjangkau karena mudah ditemukan. Namun, kekurangan dari kaca float adalah sifatnya yang mudah pecah dan tidak tahan terhadap sinar matahari.

Baca juga: 10 Inspirasi Desain Rumah Kaca Minimalis 2 Lantai Terbaik 2023

2. Kaca Laminasi 

Kaca laminasi adalah jenis kaca yang dibuat dengan menggabungkan dua atau lebih lembaran kaca datar dengan lapisan bahan plastik yang kuat. Lapisan plastik ini dapat membantu mencegah dan meminimalisir pecahnya kaca. Kaca laminasi dibuat dengan meletakan lapisan plastik transparan di antara dua atau lebih lembar kaca, lalu direkatkan. 

Keunggulan utama dari kaca laminasi adalah sifat keamanannya karena jika kaca laminasi terkena benturan keras, pecahan-pecahannya tetap melekat pada lapisan plastik di antara lembaran kaca. Karena sifatnya ini, kaca laminasi sering digunakan dalam aplikasi yang memerlukan tingkat keamanan tinggi, seperti kaca motor, pintu kaca, dan kaca dinding. 

Namun, kekurangan kaca laminasi adalah harganya yang lebih mahal dan ukurannya yang lebih berat dari kaca biasa. Selain itu, kaca laminasi bisa lebih sulit untuk dibersihkan karena penyusupan air atau debu di antara lapisan tersebut sulit dijangkau. 

3. Kaca Tempered

Kaca Tempered adalah jenis kaca yang diperkuat dengan pemanasan dan pendinginan cepat. Nama lain dari kaca ini adalah kaca pengeras atau kaca safety, karena sifatnya yang keras dan kuat terhadap benturan fisik. Proses tempering kaca ini melibatkan pemanasan hingga suhu tinggi atau sekitar 620 - 680 derajat Celcius di dalam oven, lalu kemudian diikuti dengan pendinginan cepat. 

Umumnya, kaca tempered digunakan secara luas dalam aplikasi yang membutuhkan tingkat keamanan tinggi, seperti papan iklan, perabotan kaca, layar elektronik dan lain-lain. Tentunya hal ini dikarenakan sifatnya yang tidak mudah pecah dan sekalipun pecah, pecahannya tidak membentuk serpihan tajam yang berbahaya. 

Disisi lain, salah satu kekurangan utama dari kaca tempered adalah bahwa setelah proses tempering selesai, kaca tidak dapat diubah lagi. Sehingga jika Anda menggunakan jenis kaca ini, pastikan bentuk kaca sudah sesuai dengan yang Anda butuhkan sebelum proses pemanasan.

Baca juga: Cara Memotong Kaca dengan Gerinda

4. Kaca Low-E 

Kaca Low-E (Low Emissivity) adalah kaca yang dilapisi dengan lapisan tipis yang dapat memantulkan sinar matahari. Kaca ini dirancang khusus untuk mengurangi emisi panas atau radiasi inframerah dari permukaan kaca. 

Keunggulan kaca Low-E adalah dapat mengurangi panas yang dipancarkan dari kaca ke luar ruangan. Kaca ini membantu menjaga suhu dalam ruangan tetap stabil, mengurangi beban pada sistem pemanasan dan pendinginan, serta menghemat energi dan biaya.

Kekurangan dari kaca Low-E terletak pada harganya yang cukup mahal dan penyaringan cahaya yang besar. Karena penyaringan ini, ruangan akan terasa lebih gelap karena kurangnya cahaya alami yang masuk. 

5. Kaca Tinted 

Kaca Tinted adalah jenis kaca yang dilapisi dengan lapisan warna untuk mengurangi jumlah sinar matahari masuk dalam ruangan. Kaca ini memberikan efek pencahayaan yang lebih redup dan mengurangi panas yang masuk jendela. Kaca Tinted biasanya digunakan pada aplikasi bangunan komersial dan kendaraan. 

Salah satu keunggulan utama kaca tinted adalah kemampuannya mengurangi panas yang masuk melalui jendela. Tentunya hal ini sangat bermanfaat dalam mengurangi beban pada alat pendingin, sehingga dapat menghemat energi dan biaya. 

Namun, di beberapa negara, ada aturan untuk mengatur sejauh mana tingkat kegelapan kaca tinted sehingga jika terlalu gelap, Anda mungkin akan terkena denda atau sanksi dari pihak berwajib. Selain itu, kaca tinted bisa menjadi berbahaya karena dapat mengurangi penglihatan pengemudi terutama di malam hari atau dalam kondisi cuaca buruk.

Baca juga: 10 Cara Membersihkan Kaca Jendela Rumah dengan Efektif

6. Kaca Wire 

Kaca wire merupakan jenis kaca yang diperkuat dengan kawat di dalamnya. Kawat ini dimasukan ke dalam lapisan kaca ketika kaca masih dalam keadaan cair, kemudian dibiarkan mengeras bersama-sama. Umumnya, kaca ini digunakan pada aplikasi elemen dekoratif, pintu dan jendela anti-peluru, serta panel pembatas dalam bangunan. 

Karena kawatnya ini, kaca wire dapat dikatakan memiliki kekuatan tambahan dibandingkan dengan kaca biasa lainnya. Hal ini membuatnya lebih tahan terhadap tekanan, benturan, maupun goncangan. 

Namun, karena bentuknya yang lebih tebal dan berat dibandingkan kaca biasa, Anda mungkin memerlukan struktur pendukung yang kuat untuk memasang kaca ini. Selain itu, kaca wire mungkin membutuhkan perawatan tambahan untuk menjaga kebersihan kawat, terlebih pada kotoran dan debu yang menumpuk di kawat.

7. Kaca Insulated 

Kaca Insulated atau kaca insulasi adalah jenis kaca yang terdiri dari dua atau lebih lembar kaca dan dipisahkan oleh ruang udara atau gas inert. Kaca ini dirancang khusus untuk mengurangi panas yang masuk ke dalam sehingga suhu ruangan tetap stabil. 

Kaca Insulated sangat cocok digunakan pada bangunan yang berlokasi di daerah dengan kebisingan tinggi karena lapisan gandanya. Selain itu, kaca insulated tersedia dalam berbagai jenis, seperti kaca laminasi dan kaca berpola. 

Karena keunggulannya ini, kaca insulated memiliki biaya awal yang sangat tinggi. Hal ini membuatnya menjadi opsi yang kurang terjangkau, terutama dalam konstruksi dengan anggaran terbatas. Selain itu, kerusakannya juga lebih sulit diperbaiki sehingga perawatannya harus dilakukan dengan teliti.

Baca juga: 10 Inspirasi Desain Rumah Kaca yang Terlihat Keren dan Mewah

8. Kaca Cermin

Jenis kaca terakhir adalah kaca cermin yang terbuat dari lapisan logam di salah satu sisi untuk menciptakan refleksi gambar. Kaca ini dirancang untuk memantulkan cahaya dari satu sudut ke sudut yang sama sehingga menciptakan gambar refleksi. 

Kaca cermin menjadi komponen umum dalam dekorasi interior, seperti di kamar mandi, ruang tamu, kamar tidur, dan lainnya. Karena sangat umum digunakan, kaca cermin relatif mudah ditemukan dan mudah dirawat. 

Kekurangan dari jenis kaca ini adalah sifatnya yang mudah rusak. Kaca cermin dapat retak atau pecah dengan mudah ketika terkena mengalami benturan. Goresan atau noda juga akan sangat mempengaruhi penampilannya sehingga kaca cermin memerlukan penjagaan ekstra. 

Dalam konstruksi bangunan, ada banyak jenis kaca yang dapat digunakan tergantung pada kebutuhan dan keunggulannya masing-masing. Setiap jenis kaca memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda sehingga sangat penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang ada. 

Pemilihan jenis kaca yang tepat adalah kunci penting untuk mencapai hasil yang diinginkan dalam suatu proyek konstruksi. Setiap jenis kaca memiliki karakteristik uniknya yang dapat memenuhi kebutuhan spesifik Anda. 

Namun, tidak hanya dalam hal kaca, Anda dapat menemukan sebuah inovasi baru, tetapi juga dalam produk semen instan terbaru, MU-100 dari Klopmart. Dengan daya rekat tinggi dan waktu pengerjaan yang cepat, MU-100 adalah pilihan terbaik untuk memastikan konstruksi Anda berjalan dengan lancar. 

Dengan kombinasi pemilihan kaca yang tepat dengan penggunaan semen instan MU-100, Anda akan menghasilkan konstruksi unggul dengan daya tahan lama. 

Segera kunjungi Klopmart dan dapatkan semen instan premium untuk keberhasilan konstruksi Anda. 

Sumber rujukan:

  • https://www.rumah.com/panduan-properti/kaca-30409 

  • https://tamindoglass.com/blog/jenis-kaca-yang-digunakan-oleh-gedung-gedung-tinggi/ 

  • https://tempat.org/jenis-jenis-kaca/

Media

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Inspirasi Lainnya

Rekomendasi 7 Merk Kabel Listrik Terbaik Di Indonesia

Lampu & Listrik

Rekomendasi 7 Merk Kabel Listrik Terbaik Di Indonesia

Selengkapnya
6 Cara Membuat Sumur Resapan

Tips & Trik

6 Cara Membuat Sumur Resapan

Selengkapnya
6 Cara Membuat Biopori Sederhana

Tips & Trik

6 Cara Membuat Biopori Sederhana

Selengkapnya