3 Fungsi Irigasi Pertanian yang Harus Anda Pahami

Masih banyak orang yang belum memahami fungsi irigasi dalam dunia pertanian. Mereka hanya mengetahui bahwa irigasi berguna untuk mengairi lahan pertanian. Padahal, irigasi juga memiliki kegunaan untuk mengolah tanah demi mendukung pertumbuhan tanamannya.

Irigasi merupakan sistem pengairan yang sudah lama digunakan oleh masyarakat Indonesia. Awalnya, petani Indonesia menerapkan sistem irigasi permukaan yang dianggap kuno. Seiring berjalannya waktu, manusia mengembangkan sistem irigasi modern dengan bantuan teknologi mesin.

Lantas, apa fungsi irigasi dalam dunia pertanian sehingga dianggap penting bagi petani? Apa saja jenis irigasi yang sudah dikembangkan hingga saat ini? Klopmart akan menjawab semua pertanyaan tersebut dalam artikel ini, jadi simak sampai selesai!

Apa itu Irigasi?

Sebelum mengetahui fungsi irigasi, mari kita pahami definisinya dahulu. Definisi irigasi bisa Anda temukan dalam UU No. 7 Tahun 2004 Pasal 41 (1) tentang Sumber Daya Air, yaitu “usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air untuk menunjang pertanian.” Kesimpulannya, irigasi merupakan berbagai kegiatan terkait penggunaan air pada lahan pertanian.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) juga mencatat pengertian irigasi, yaitu pengaturan pembagian atau pengaliran air menurut sistem tertentu untuk sawah dan sebagainya. Ya, selain sawah, irigasi bisa pula digunakan pada area lainnya, seperti ladang, perkebunan, perikanan, tambak, bahkan taman di rumah Anda.

Kesimpulannya, irigasi merupakan metode pengaliran air dari sumbernya secara buatan dengan tenaga manusia atau teknologi mesin. Aliran air tersebut digunakan untuk menyiram lahan agar kebutuhan airnya tercukupi.

Baca juga: 5 Perbedaan Irigasi dan Drainase yang Perlu Anda Ketahui

Fungsi Irigasi di Lahan Pertanian

Apa saja fungsi irigasi yang penting bagi lahan pertanian? Baca penjelasannya di bawah ini.

1. Menyimpan Persediaan Air

Lahan pertanian selalu membutuhkan air untuk menjaga kesuburannya. Air menjadi sumber nutrisi dan unsur hara yang berperan sebagai penyubur lahan dan tanaman pertanian.

Kebutuhan air tetap terjaga saat musim hujan karena air hujan terus-menerus membasahi lahannya. Namun, bagaimana jika terjadi musim kemarau dan kekeringan? Petani bisa menggunakan persediaan air dalam sistem irigasi selama masa paceklik tersebut.

Petani dapat mengatur jadwal pengairan dan tekanan airnya dalam sistem irigasi, khususnya irigasi modern. Ketika jadwalnya dipasang, air dari irigasi tetap mengalir selama musim kemarau sehingga kesuburan lahan dan tanamannya tetap terjaga. 

Alhasil, tanaman pun tetap tumbuh dan petani dapat memproduksi hasil pertanian meskipun sedang berada di musim kemarau.

2. Menyalurkan Air

Sesuai definisinya, irigasi berfungsi untuk menyalurkan air dari sumber ke lahan pertanian tujuan. Air berguna untuk menyuburkan tanah dan tanaman berkat kandungan unsur hara di dalamnya.

Fungsi kedua ini juga bekerja untuk menghilangkan hama pengganggu tanah atau tanaman. Meski harus menggunakan obat pembasmi hama, petani sudah bisa menghilangkan potensi munculnya hama dengan mengalirkan irigasi.

Ketika musim kemarau, zat garam muncul pada tanaman sehingga kualitasnya menurun. Petani perlu menyalakan sistem irigasi pada tanaman untuk menghilangkan zat garamnya. Tidak hanya itu, kadar output airnya pun diatur agar sesuai kebutuhan tanamannya.

3. Mengolah Tanah

Tanah harus memiliki kadar zat garam yang rendah agar tanamannya bisa tumbuh subur. Untuk mengurangi kadarnya, petani harus mengairi permukaan tanahnya. Air yang mengalir akan menyerap di lapisan tanah bawah, sehingga terjadi proses pengendapan zat kimia di area tersebut.

Irigasi juga berguna untuk melunakkan tanah. Tanah yang lunak dapat mendorong pertumbuhan tanaman agar lebih optimal. Selain itu, sistem irigasi berguna untuk menaikkan ketinggian tanah apabila posisinya lebih rendah. Tanah yang tinggi juga berguna agar akar tanaman bisa menjalar lebih dalam.

Baca juga: Cara Menghitung Luas Tanah Biar Tak Salah Kaprah

7 Jenis-Jenis Irigasi

Manusia telah menerapkan sistem irigasi yang bervariasi sejak zaman dahulu. Berikut ini adalah jenis-jenis irigasi yang telah digunakan sampai saat ini.

1. Irigasi Permukaan

Pada irigasi permukaan, air dialirkan dari sumbernya, kemudian ditampung dalam bendungan. Dari bendungan, air mengalir ke lahan pertanian menggunakan pipa atau saluran ke daerah lahan tertinggi hingga mencapai area terendah.

2. Irigasi Bawah Permukaan

Jenis irigasi ini mengalirkan aliran air hingga mencapai lapisan bawah tanah agar bisa diserap langsung oleh akar tanaman. Sistem pengairannya dilakukan dengan saluran atau pipa yang ditanam di bawah tanah. 

3. Irigasi Pancaran

Sesuai namanya, jenis irigasi ini mengeluarkan air dalam bentuk pancaran seperti hujan gerimis. Irigasi pancaran menggunakan peralatan berupa pipa yang dipasangi alat pencurah di bagian ujungnya sehingga bisa membasahi beberapa area lahan secara bersamaan.

4. Irigasi Pompa Air

Jenis irigasi ini menggunakan mesin berupa pompa air dan mengambil air dari sumber yang lebih dalam seperti sumur. Pompa air juga dapat digunakan untuk menyimpan persediaan air ketika musim kemarau datang.

Baca juga: Jenis Jenis Pompa Air dan Fungsinya

5. Irigasi Lokal

Jenis ini hampir mirip seperti irigasi permukaan, yakni mengalirkan air dari lahan tertinggi ke area terendah. Perbedaannya, irigasi lokal hanya mengairi lahan di area tertentu saja dengan menggunakan pipa.

6. Irigasi Ember

Jenis irigasi ini dilakukan secara manual, yakni menimba air menggunakan ember, kemudian mengalirkannya ke lahan pertanian. Metode ini memang tidak efektif karena menggunakan tenaga manusia, tetapi masih dilakukan pada area pertanian yang belum tersentuh irigasi modern.

7. Irigasi Tetes

Jenis terakhir ini merupakan metode pengairan tanah secara langsung dengan alat berupa botol penetes atau emitor. Sistem irigasi ini cocok digunakan pada tanah yang tidak terlalu kering, termasuk taman rumah Anda.

Irigasi tetes bisa diterapkan untuk mengairi tanaman di teras rumah Anda. Selain memasang irigasi, Anda perlu memasang saluran pembuangan air agar tidak becek. Bagian ujungnya dapat ditutup dengan Floor Drain Wasser HSA-6442 yang tahan lama dan anti karat.

Hubungi Klopmart segera dan dapatkan floor drain stainless unggulan ini. Temukan juga penawaran menarik khusus untuk Anda.

Jadi, apa saja kegunaan irigasi dalam dunia pertanian? Fungsi irigasi tidak terbatas untuk mengalirkan air ke lahan pertanian, tetapi juga mengolah tanahnya agar tetap subur serta menyimpan persediaan air di musim kemarau.

Sumber artikel:

  • https://www.biopsagrotekno.co.id/fungsi-irigasi/ 
  • https://hot.liputan6.com/read/4727712/irigasi-adalah-pengairan-lahan-pertanian-kenali-jenis-dan-fungsinya 
  • https://katadata.co.id/sitinuraeni/berita/6166bf4b9fda0/mengenal-irigasi-dari-pengertian-sampai-jenis-jenisnya 
  • https://www.rucika.co.id/tujuh-jenis-irigasi-dan-pengertiannya/ 
  • https://dpu.kulonprogokab.go.id/detil/320/jenis-jenis-irigasi
Media

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Inspirasi Lainnya

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Besi Bangunan

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Selengkapnya
7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Tips & Trik

7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Selengkapnya
6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Tips & Trik

6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Selengkapnya