Detail Engineering Design: Ketahui Pengrertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Apakah Anda pernah mendengar istilah DED? Istilah DED merujuk pada detail gambar kerja yang dibutuhkan dalam segelintir proyek. DED adalah tahapan penting dalam proses perencanaan dan perancangan bangunan. Jangan sampai Anda melewatkan proses ini agar proyek konstruksi Anda berjalan dengan lancar. Untuk memahami lanjut apa itu DED, Anda bisa simak uraian lengkap di bawah ini. 

Apa Itu DED?



DED atau Detail Engineering Design adalah tahap dalam proses perencanaan dan perancangan bangunan yang bertujuan untuk menghasilkan gambar dan dokumen teknis yang sangat detail. Dalam tahap ini, semua detail bangunan akan dikembangkan dan direncanakan dengan teliti, termasuk aspek struktural, mekanikal, elektrikal, tata ruang, dan tata letak bangunan secara keseluruhan. 

DED juga mencakup spesifikasi material, sistem utilitas, dan semua informasi teknis yang diperlukan untuk memproses bangunan tersebut. Penting untuk Anda melakukan tahapan DED ini agar proyek konstruksi Anda berjalan dengan lancar. 

Apa Fungsi dari DED?



DED memiliki peranan yang sangat penting dalam proses perencanaan dan perancangan bangunan. Kehadiran DED ini membuat semua informasi teknis yang diperlukan untuk membangun bangunan akan tersedia secara detail, sehingga meminimalisasi risiko kesalahan. Adapun fungsi lain dari DED akan dijelaskan berikut ini.

1. Menentukan Kuantitas dan Kualitas Material

Salah satu fungsi utama dari DED adalah menentukan kuantitas dan kualitas material yang dibutuhkan untuk konstruksi bangunan. Dalam tahap ini, semua komponen bangunan, seperti dinding, lantai, atap, dan struktur akan dianalisis secara mendetail untuk menentukan jenis dan jumlah material yang diperlukan. Hal ini penting agar kontraktor dapat membuat estimasi biaya yang diperlukan untuk membeli material tersebut.

Baca juga: Apa Itu Atap Go Green? Kenali 9 Kelebihannya

2. Sebagai Acuan Mewujudkan Bentuk, Letak, dan Dimensi Bangunan

DED juga berfungsi sebagai acuan untuk mewujudkan bentuk, letak, dan dimensi bangunan. Dalam tahap ini, gambar-gambar teknis yang sangat detail akan disusun, termasuk denah bangunan, potongan melintang, dan tampak bangunan. Semua dimensi dan proporsi bangunan akan dijelaskan dengan jelas, sehingga memudahkan kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi.

3. Membantu Menyusun Rencana Anggaran Biaya

Salah satu aspek penting dalam perencanaan pembangunan adalah penyusunan rencana anggaran biaya. DED berperan penting dalam hal ini karena mengandung informasi tentang jenis material, spesifikasi teknis, dan jumlah pekerjaan yang harus dilakukan. 

Melalui informasi ini, tim perencana dapat menyusun rencana anggaran yang lebih akurat dan terperinci, sehingga meminimalisasi risiko terjadinya kelebihan biaya atau kekurangan dana dalam pembangunan.

Baca juga: Pengertian Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Fungsinya

4. Memberikan Gambaran kepada Kontraktor

DED juga memberikan gambaran yang jelas kepada kontraktor tentang bagaimana bangunan harus dibangun. Dalam DED, semua detail konstruksi dan teknis bangunan akan dijelaskan dengan jelas melalui gambar dan spesifikasi. Hal ini mempermudah kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi, sehingga meminimalisasi kesalahan dan kebingungan dalam pelaksanaan.

Ruang Lingkup DED



Ruang lingkup DED meliputi berbagai aspek penting dalam perencanaan bangunan. Pada tahapan ini, konsep dasar perencanaan pembangunan akan disusun dengan teliti, termasuk analisis kebutuhan keinginan pemilik bangunan. Ruang lingkup DED sangat penting karena menjadi landasan dalam pengembangan detail teknis bangunan dan memberikan panduan yang jelas dalam pelaksanaan konstruksi. Berikut ini penjelasan lengkapnya. 

1. Menyusun Konsep Dasar Perencanaan Pembangunan

Ruang lingkup DED dimulai dengan menyusun konsep dasar perencanaan pembangunan. Pada tahap ini, analisis kebutuhan, tujuan, dan keinginan pemilik bangunan akan diidentifikasi. Konsep perancangan, seperti tata letak bangunan, gaya arsitektur, dan fungsi ruang akan dikembangkan. Konsep ini kemudian menjadi landasan dalam pembuatan DED yang lebih detail.

2. Menyusun Preliminary Design Berupa Gambar Denah Bangunan

Setelah konsep dasar perencanaan pembangunan disusun, tahap selanjutnya dalam ruang lingkup DED yaitu menyusun preliminary design berupa gambar denah bangunan. Gambar denah ini akan menunjukkan tata letak ruangan, ukuran ruangan, dan hubungan antar-ruangan. Preliminary design ini akan menjadi dasar untuk mengembangkan DED yang lebih rinci.

Baca juga: 5 Keunggulan Pembatas Ruangan dari Triplek

Bagian-bagian DED



DED adalah tahapan penting dalam proses perencanaan dan perancangan konstruksi. DED ini terdiri dari beberapa bagian yang mencakup gambar dan dokumen teknis yang sangat detail. Beberapa bagian utama yang terkandung dalam DED akan dijelaskan sebagai berikut. 

1. Gambar Denah

Gambar denah merupakan representasi visual dari tata letak ruangan dalam bangunan. Gambar ini menunjukkan ukuran dan bentuk ruangan, termasuk pintu, jendela, dan elemen struktural lainnya.

Biasanya, gambar denah ini terlihat setelah bangunan dipotong sekitar 1 meter di atas permukaan lantai. Ketika memeriksa gambar denah, informasi tentang ukuran, batas, bentuk, dan perlengkapan setiap ruangan dalam bangunan dapat Anda lihat dengan baik.

Perlengkapan yang dimaksud di sini adalah elemen yang tetap, seperti bak mandi, pintu, jendela, dan dinding pembatas antar ruang yang tidak termasuk perabotan yang dapat dipindah dan diatur ulang. 

Gambar denah dengan pemotongan sekitar 1 meter ini memperjelas ukuran jendela dan pintu dalam bangunan, sementara bentuk atap dan lubang pencahayaan akan digambarkan menggunakan garis putus-putus.

2. Gambar Situasi

Gambar situasi merupakan gambar yang memvisualisasikan posisi atau lokasi bangunan di area tertentu di mana pembangunan akan dilakukan. Dalam gambar situasi, Anda dapat melihat berbagai elemen di sekitar bangunan seperti pagar, halaman, jalan masuk, batas bangunan, saluran pembuangan air, dan lain sebagainya. 


Pada gambar ini umumnya menggunakan skala 1:500 atau 1:200 untuk memberikan representasi yang proporsional terhadap lokasi sebenarnya. Bila Anda melihat gambar situasi, Anda dapat memperoleh informasi yang jelas tentang konteks lingkungan sekitar dan bagaimana bangunan akan berinteraksi dengan elemen-elemen lain di sekitarnya.

3. Gambar Potongan

Gambar potongan digunakan untuk menggambarkan struktur dan kondisi konstruksi suatu bangunan, serta memberikan informasi yang jelas tentang fondasi, ketinggian atap, lantai, posisi dan elevasi jendela serta pintu, ketinggian balok keliling, dan elemen-elemen lain yang terkait. Gambar potongan biasanya dibagi menjadi dua jenis, yaitu potongan melintang dan potongan memanjang.

Skala umum yang digunakan dalam gambar potongan adalah 1:100. Melalui gambar potongan ini, Anda dapat memperoleh gambaran yang detail tentang struktur bangunan, sehingga mempermudah proses konstruksi dan memastikan bahwa semua elemen bangunan dibangun sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.

4. Gambar Rencana/Struktur Atap

Gambar rencana atap menunjukkan tata letak dan bentuk atap bangunan. Gambar ini mencakup jenis bahan atap, kemiringan atap, serta elemen lain yang terkait dengan sistem atap. 

Pembuatan gambar ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan informasi yang jelas tentang letak, bentuk, dan komponen-komponen yang terdapat pada konstruksi atap. Gambar rencana/struktur atap ini digunakan untuk melengkapi dan memperjelas informasi yang sudah diberikan dalam gambar potongan sebelumnya.

Baca juga: Ketahui Cara Menghitung Luas Atap Dengan Kemiringan 30 Derajat

5. Gambar Detail

Gambar detail menjelaskan secara mendetail bagian-bagian tertentu dalam bangunan. Gambar ini mencakup detail struktural, detail fasad, dan detail lain yang relevan dengan konstruksi bangunan.

Pada gambar detail, setiap bagian akan diberikan ukuran dan penamaan agar para pelaksana di lapangan memiliki panduan yang jelas. Skala yang digunakan dalam gambar detail bervariasi antara 1:5 hingga 1:20, tergantung pada kebutuhan dan kompleksitas dari masing-masing komponen.

6. Gambar Tampak

Gambar tampak memiliki fungsi untuk memberikan pandangan menyeluruh mengenai luas dan bentuk suatu bangunan. Gambar ini dibuat menggunakan sistem proyeksi ortogonal, di mana setiap bidang proyeksi menggambarkan satu sisi bangunan secara terpisah.

Untuk gambar tampak ini terdiri dari empat bagian, yaitu tampak kanan, tampak kiri, tampak muka/depan, dan tampak belakang. Berbeda dengan lima jenis gambar sebelumnya, gambar tampak tidak harus memiliki skala ukuran yang spesifik. Namun, gambar tersebut harus dibuat menarik dan dilengkapi dengan dekorasi yang sesuai dengan rencana.

Melalui gambar tampak, Anda dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang penampilan visual keseluruhan dari bangunan. Hal ini mempermudah Anda untuk mengevaluasi bentuk, proporsi, dan estetika dari bangunan tersebut. 

Selain itu, gambar tampak juga membantu dalam proses komunikasi antara arsitek, klien, dan pihak terkait lainnya, karena dapat memberikan representasi yang lebih nyata tentang bagaimana bangunan akan terlihat ketika selesai dibangun.

Cara Pembuatan DED



Proses pembuatan DED melibatkan beberapa langkah yang harus dilakukan secara sistematis. DED adalah proses yang bersifat wajib, sehingga tahapannya harus dilakukan sesuai dengan petunjuk. Berikut langkah-langkah umum dalam pembuatan DED.

1. Survei Lokasi

Langkah pertama dalam pembuatan DED adalah melakukan survei lokasi. Survei ini bertujuan untuk mengumpulkan data tentang topografi lahan, kondisi lingkungan sekitar, dan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi perancangan bangunan.

2. Membuat Denah Rencana Utama dan Alternatif

Setelah melakukan survei lokasi, langkah selanjutnya yaitu membuat denah rencana utama. Denah ini akan menunjukkan tata letak ruangan dan hubungan antar-ruangan dalam bangunan. Selain itu, denah ini juga bisa dibuat untuk beberapa alternatif denah lain yang kemudian akan dievaluasi untuk memilih yang paling sesuai.

3. Membuat Gambar Pra Desain

Setelah denah utama dipilih, langkah berikutnya yang perlu Anda lakukan yaitu membuat gambar pra desain. Gambar ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari denah utama dan mencakup detail lebih rinci tentang ukuran, bentuk, dan elemen-elemen bangunan. Pada gambar ini, Anda bisa melihat perencanaan bangunan dengan lebih detail dan terstruktur.

 

4. Pembuatan Gambar Kerja

Langkah terakhir yaitu pembuatan gambar kerja yang sangat detail. Gambar ini mencakup semua bagian DED yang telah disebutkan sebelumnya, seperti gambar denah, gambar potongan, gambar rencana atap, gambar detail, dan gambar tampak. Gambar kerja ini akan menjadi acuan utama dalam pelaksanaan konstruksi bangunan.

Proses pembuatan DED ini menjadi tahapan yang mudah bila Anda sudah memiliki konsep yang jelas tentang hunian yang akan Anda bangun. Pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan pimpinan proyek mengenai pembangunan konstruksi Anda agar tidak terjadi kendala di kemudian hari.

Selama konstruksi berlangsung, Anda pasti memerlukan bahan dan alat yang memadai serta berkualitas tinggi, seperti semen, pasir, hingga scaffolding. Untuk mendapatkan semua kebutuhan ini, Anda bisa mengunjungi Klopmart, e-commerce bahan bangunan yang tepercaya.

Klopmart jual kebutuhan konstruksi lengkap dan sesuai dengan kebutuhan Anda. Kalau begitu, kunjungi Klopmart sekarang agar proses konstruksi Anda berjalan dengan lancar.

Media

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Inspirasi Lainnya

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Besi Bangunan

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Selengkapnya
7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Tips & Trik

7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Selengkapnya
6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Tips & Trik

6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Selengkapnya