Cara Menghitung Kebutuhan Besi Beton dengan Mudah

Masih dengan seri artikel besi beton, dalam artikel kali ini, kita akan membahas cara menghitung kebutuhan besi beton Anda dengan lebih mudah.

Saat merancang suatu bangunan, biasanya kita juga menghitung segala komponen dan material yang dibutuhkan. Penggunaan besi beton, atau beton bertulang, sudah menjadi hal yang sering dilakukan, oleh karena itu Anda harus menghitung kebutuhan besi beton Anda. Jika belum sempat membaca mengenai besi beton, baca juga artikel Mengenal Besi Beton.

Lalu, bagaimana cara menghitung kebutuhan besi beton yang tepat? Untuk menjawabnya, artikel berikut ini akan memberikan beberapa contoh dan penjelasan tentang cara menghitung kebutuhan besi beton untuk pengerjaan proyek Anda.
 

Bagaimana Cara Menghitung Kebutuhan Besi Beton?

Sebelum menghitung kebutuhan besi beton, Anda sebaiknya mengetahui dahulu ukuran serta berat besi beton yang sudah berstandar SNI. Secara umum, besi beton memiliki dua jenis: polos dan juga ulir. Pastikan Anda tidak tertukar saat sedang melakukan perhitungan masing-masing jenis besi beton memiliki spesifikasinya sendiri.

Berikut adalah contoh yang bisa Anda jadikan referensi untuk menghitung kebutuhan besi beton dalam pengerjaan proyek Anda.
 

Cara Menghitung Kebutuhan Besi Beton Polos

Pada contoh pertama ini, kita akan menghitung kebutuhan besi beton polos. Katakan saja, sesuai spesifikasi konstruksi yang kita gunakan adalah besi beton polos dengan ukuran garis tengah (diameter) 10 milimeter (mm). Perkiraan panjang besi beton yang dibutuhkan adalah sekitar 35 meter (m). Maka kebutuhan besi Anda adalah sebagai berikut:

  • d:10 mm, L:35 m, dari tabel Diameter - Berat Besi Beton Polos, didapatlah berat/meter sebesar 0,62 kg/m. Maka kebutuhan besi yang perlu dibeli adalah sebesar 35 m x 0,62 kg/m = 21,7 kg.
  • Dari panjang yang dibutuhkan (L): 35 meter, kita bisa menghitung jumlah batang besi beton yang harus kita beli. Di pasaran, sesuai SNI, panjang batang besi beton polos adalah 12 meter, maka kita perlu membeli sebanyak 35 m : 12 m = 2,91667 batang atau dibulatkan ke atas menjadi 3 batang.​

Baca juga: Kode Besi Beton SNI 2052 tahun 2014 oleh BSN

Cara Menghitung Kebutuhan Besi Beton untuk Kolom Beton

Di contoh cara menghitung kebutuhan besi beton berikutnya, mari kita coba menghitung kebutuhan besi beton untuk membuat sebuah kolom beton.

Misalnya, spesifikasi kolom beton yang Anda buat untuk proyek Anda memiliki spesifikasi tinggi di angka 3.5 meter (m) dengan ukuran keliling 20x20 cm.

Misalnya kita membangun kolom beton setinggi 3,5 meter dengan ukuran keliling 20x20 cm. Dalam membangun kolom beton ini, kita akan menggunakan dua ukuran besi beton. Yang pertama adalah ukuran D10 sebagai tulangan utama atau besi pokok. Kemudian, kita akan menggunakan ukuran D8 sebagai sengkang atau begel, besi yang mengikat tulangan utama. Besi sengkang ini akan dipadang setiap 15 cm atau 0.15m pada besi utama.

Karena kita menggunakan dua ukuran besi yang berbeda, kita harus menghitung dua kebutuhan besi yang berbeda. Mari kita mulai dengan menghitung kebutuhan besi tulangan pokok atau utama:

  • Panjang total besi beton d10 yang dibutuhkan: 3,5 m x 4. Dari sini, kita mendapatkan jumlah kebutuhan besi tulangan pokok di angka 14 meter.
  • Panjang satu besi beton di pasaran umumnya berada di angka 12m. Maka kebutuhan besi beton D10 kita berada di angka: 14 m : 12 m (Jumlah kebutuhan besi tulangan pokok : Panjang besi di pasaran) = 1,167. Bulatkan ke atas, maka kita mendapatkan kebutuhan besi utama di angka 2 batang.
  • Buka daftar tabel ukuran dan berat besi beton SNI. Didapatkan berat besi beton D10 berada di angka 0,62kg/m. Maka, kebutuhan besi tulangan utama Anda adadalah: 14 m x 0,62kg/m = 8,68kg

Setelah menghitung kebutuhan besi tulangan utama, mari kita hitung kebutuhan besi D8 sebagai besi sengkang atau begel:

  • Jumlah kebutuhan besi tulangan sengkang yang diperlukan: 3,5 m (tinggi kolom) : 0,15 m (jarak sengkang) = 23,4 buah sengkang atau dibulatkan menjadi 23 buah sengkang.
  • Panjang besi untuk satu buah sengkang: 16 cm + 16 cm + 16 cm + 16 cm + 6 cm (tambahan panjang untuk tekukan-tekukan) = 70 cm = 0,7 m.
  • Jumlah total besi beton d8 yang diperlukan: 23 x 0,7 m = 16,1 m.
  • Jumlah batang besi beton d8: 16,1 m : 12 m (panjang satu batang besi beton di pasaran) = 1,342 batang atau dibulatkan menjadi = 2 batang.
  • Berat total besi beton d8: 16,1 m x 0,39 (angka dari tabel) = 6,279 kg.

Sekarang tinggal tergantung keinginan kita, saat kita akan mengunjungi toko bahan bangunan. Jika kita ingin membeli sengkang siap pakai, berarti kita perlu membeli 2 batang besi beton d10 dan 23 buah sengkang. Jika kita ingin membuat sengkang sendiri, berarti kita perlu membeli 2 batang besi beton d10 dan 2 batang besi beton d8. Mudah, kan?

Nah, bila Anda sedang mencari besi beton, Klopmart menyediakan berbagai macam besi beton dengan harga distributor. Sebelum membeli, jangan lupa juga untuk mencari tahu kebutuhan besi beton Anda berapa, ya!

Itulah cara menghitung kebutuhan besi beton yang dapat Anda jadikan referensi. Menghitung kebutuhan besi beton tidak lah susah. Anda hanya memerlukan spesifikasi yang dibutuhkan serta daftar tabel ukuran serta berat besi beton berstandar SNI. Anda kemudian hanya tinggal mencocokkan spesifikasi serta jumlah besi beton yang Anda butuhkan untuk menghitung kebutuhan besi beton Anda. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Harga Besi Beton Ulir di Pasaran


Cek harga klik disini
Media
Admin Klopmart
24 Mei 2018

Related Article