Abutment Jembatan: Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

Abutment jembatan merupakan salah satu bagian konstruksi yang terdapat di bawah jembatan. Ketika Anda sedang melewati jembatan, maka bagian ini memiliki fungsi utama untuk mendukung seluruh beban bangunan yang terdapat di atasnya. Dalam proses pembuatan jembatan sendiri, Anda harus memperhatikan struktur-struktur bangunan apa saja yang harus dirancang guna menjaga keseimbangan dan keutuhan struktur lainnya. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai apa itu abutment jembatan, fungsi, hingga jenis-jenisnya, maka simak penjelasan artikel di bawah ini sampai tuntas ya!

Pengertian Abutment

Abutment jembatan adalah sub struktur yang berfungsi sebagai pendukung dari struktur utama yang terdapat di jembatan. Biasanya, struktur ini akan dipasang atau ditanamkan pada area tanah yang akan berfungsi dalam menopang beban struktur, menjadi penahan tanah, serta untuk benda-benda lainnya yang membebaninya. 


Dalam struktur jembatan sendiri, biasanya abutment jembatan akan diletakkan di kedua sisi tebing berbeda yang hendak disambungkan melalui konstruksi jembatan yang akan dibangun. Nantinya, di antara kedua tebing tersebut akan dibuat sebuah struktur utama jembatan yang disebut sebagai tembok dam yang digunakan untuk menampung isi air.


Fungsi Abutment

Dalam proses pembuatan jembatan, tentu setiap struktur jembatan yang akan dibuat memiliki beberapa fungsi yang berbeda. Adapun beberapa fungsi dari struktur abutment jembatan, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Untuk Menjaga Keseimbangan

Fungsi pertama dari struktur abutment adalah untuk menjaga kesimbangan yang terjadi antara gaya vertikal dan gaja horizontal. Abutment jembatan memiliki peranan yang sangat penting untuk digunakan pada konstruksi yang tersedia. 

  1. Untuk Menopang Seluruh Beban

Fungsi abutment selanjutnya adalah sebagai penopang atau penyangga seluruh beban hidup dan beban mati yang terdapat di atas jembatan. Beban hidup sendiri merupakan elemen-elemen yang bergerak, seperti kendaraan, manusia, air yang ditampung di dalam dam, hingga terpaan angin. Sedangkan, beban mati merupakan beban elemen-elemen konstruksi yang didirikan, seperti jembatan atau tembok tanggul air. 

  1. Sebagai Dinding Penahan

Selanjutnya, abutment jembatan juga berfungsi untuk menahan gerakan lateral tanah pada kedua ujung jembatan. Maka dari itu, keberadaan abutment memiliki peranan yang penting dalam struktur jembatan. 

  1. Untuk Menopang Ujung Pelengkung

Keberadaan abutment dalam struktur jembatan juga memiliki fungsi tersendiri dalam dunia teknik sipil. Pada teknik sipil, keberadaan abutment berfungsi sebagai penyangga atau penopang pada salah satu ujung lengkungan. Hal ini juga berlaku seperti impos yang berfungsi sebagai penopang lengkungan. 

SNI Abutment Jembatan

Dalam pembuatan jembatan sendiri, Anda tidak bisa melakukannya secara asal-asalan, karena pembuatan abutment jembatan sudah diatur melalui Standar Nasional Indonesia atau SNI yang disusun oleh Panitia Teknik Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil melalui Gugus Kerja Konstruksi Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan pada Subpanitia Teknik Rekayasa Jalan dan Jembatan.


Standar yang dibuat ini merupakan sebuah revisi dari standar yang sudah ada sebelumnya, yaitu SNI 03-2451-1991 tentang Spesifikasi pilar dan kepala jembatan sederhana bentang 10.00 m dengan pondasi tiang pancang dan SNI 03-2523-1991 sampai dengan 03-2546-1991 tentang Spesifikasi pilar dan kepala jembatan sederhana bentang 11.00 m - 25.00 m dengan pondasi tiang pancang.


Adapun tujuan dibuatnya standar ini, yaitu sebagai pegangan atau pedoman bagi para perencana dan pelaksana jembatan serta untuk memudahkan para perencana dalam pelaksanaan pembangunan jembatan untuk menghemat penggunaan bahan bangunan, menghemat penggunaan tenaga kerja, menghemat waktu perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, hingga menghemat komponen dan elemen bangunan lainnya.

Jenis-Jenis Abutment Jembatan

Sebelum memulai proses pembuatan abutment jembatan, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai jenis-jenis abutment. Abutment jembatan sendiri terdiri dari beberapa jenis dengan fungsi yang berbeda-beda. Berikut adalah jenis-jenis dari abutment jembatan yang perlu Anda ketahui.

  1. Gravity

Jenis pertama dalam abutment adalah jenis gravity atau gravitasi. Salah satu alasan mengapa jenis ini dinamakan gravity adalah karena dalam kerjanya, abutment jenis ini menjadikan gaya gravitasi sebagai gaya penopang utama konstruksi.


Abutment jenis ini memiliki kekuatan dan juga ketahanan untuk menyangga seluruh beban yang ada di atasnya. Abutment jenis gravity dinilai memiliki pondasi yang sangat berat dan lebar. Nantinya, bobot yang dimiliki oleh abutment jenis ini akan berfungsi sebagai penahan konstruksi serta beban hidup yang dibebankan pada konstruksi.

  1. U Shaped Gravity

U shaped gravity merupakan jenis abutment yang memiliki wings wall dengan sudut 90 derajat terhadap bagian dudukan atau seat. Sesuai dengan namanya, bentuk dari abutment jenis ini mirip dengan huruf U yang diambil dari peletakan 2 tumpukan yang berjarak sama dengan jembatan. Dalam pembuatan abutment jenis ini sendiri, material yang akan digunakan biasanya dengan jenis beton yang bertulang.

  1. Model T Terbalik

Model T terbalik merupakan jenis abutment yang biasanya digunakan pada struktur jembatan yang lebih tinggi dan menggunakan material beton yang bertulang. Dalam pembuatan abutment jenis ini sendiri, nantinya Anda harus melengkapinya dengan balok kantilever yang disusun pada dinding yang memanjang. Nantinya, penggunaan dari balok kantilever akan berfungsi sebagai plat kekurangan terhadap dinding. 

  1. Abutment Jenis Penopang

Jenis abutment penopang memiliki kesamaan dengan abutment tipe T terbalik. Walaupun memiliki kesamaan, kedua tipe ini juga memiliki perbedaan yang terletak pada sisi belakangnya (counterfort). 


Pada jenis ini, struktur abutment pada sisi belakangnya akan dilengkapi dengan penopang yang mampu untuk memperkecil gaya yang akan bekerja pada dinding yang memanjang dan pada tumpuannya. 


Jenis material yang digunakan pada jenis abutment ini juga memiliki kesamaan dengan tipe T terbalik, yaitu menggunakan material beton yang bertulang dan biasanya akan digunakan pada struktur jembatan yang tinggi. 

  1. Cantilever

Cantilever merupakan sub struktur yang dibangun dengan tujuan untuk menahan tanah yang ada di bagian ujung konstruksi utama. Tak hanya itu, sub struktur ini juga memiliki fungsi untuk menopang konstruksi utama.

  1. Full Height

Jenis abutment ini biasanya sering digunakan pada daerah-daerah ibu kota atau metropolitan. Adapun bentuk dari sub struktur full height, yaitu cukup tinggi dan tergolong lebih ramping. 

  1. Counterfort

Counterfort merupakan salah satu sub struktur dengan dinding penyangga yang berbentuk tipis. Keberadaan counterfort sendiri akan berfungsi sebagai penghubung antara pile dengan seat atau dudukan. 


Baca juga: Apa itu Turap? Kenali Pengertian, Jenis dan Fungsinya

  1. MSE System

Mechanically Stabilized Earth atau MSE system merupakan jenis abutment yang dikenal cukup ekonomis dalam proses pembangunannya. Hal ini dapat terjadi, karena MSE system tidak memiliki bagian pile atau dinding penopang.



Itulah informasi mengenai abutment jembatan yang perlu Anda ketahui. Jika Anda hendak melakukan proses pembangunan, tentunya Anda perlu mencari toko jual kebutuhan konstruksi yang terpercaya dan selalu memberikan material yang terbaik serta berkualitas. 


Untuk membantu Anda dalam mencari kebutuhan konstruksi yang berkualitas, Anda bisa langsung mengunjungi Klopmart yang merupakan platform belanja online berbagai kebutuhan material bangunan dengan kualitas unggulan dan harga yang terjangkau! Semoga informasi mengenai apa itu abutment jembatan yang sudah dijelaskan di atas bisa bermanfaat untuk Anda.

Media

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Inspirasi Lainnya

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Besi Bangunan

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Selengkapnya
7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Tips & Trik

7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Selengkapnya
6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Tips & Trik

6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Selengkapnya