SEJARAH PERKEMBANGAN SCAFFOLDING

Mungkin kita pernah mendengar ataupun membaca tentang Scaffolding atau Steger atau kata Perancah (dalam bahasa Indonesia). Atau mungkin kita sudah pernah melihat sendiri scaffolding atau steger. Biasanya kita baru menyadari bahwa benda itu adalah scaffolding atau steger saat kita melihat sebuah rumah yang sedang dibangun atau direnovasi. Itu loh tiang-tiang bambu yang disambung-sambung, tempat para tukang berdiri diatasnya. Nah, tiang bambu itu adalah scaffolding atau steger atau perancah kerja tradisional yang sederhana tapi masih kuat untuk digunakan hingga saat ini.
 
Tahukah Anda bahwa penggunaan sistem scaffolding atau steger atau perancah ini sudah ada sejak jaman purbakala? Mari kita simak perjalanan cerita scaffolding berikut ini yang dirangkum dari berbagai sumber.
 
 
Scaffolding atau perancah, telah ada sejak jaman dahulu kala. Para arkeolog menemukan bukti perancah di sebelah lukisan gua Palaeolithic di Lascaux sebuah wilayah di Dordogne Prancis, yang berasal dari 17.000 tahun yang lalu. Soket di dinding mengungkapkan bahwa orang Palaeolithic menyusun struktur menyerupai perancah untuk membuat lukisan pada dinding gua dinding. Selain itu, ada juga bukti dokumenter yang kuat untuk menunjukkan bahwa orang Mesir kuno menggunakan perancah kayu untuk bangunan yang berhubungan dengan piramida. Kemudian di Abad Pertengahan, sekelompok biarawan dilatih khusus untuk membangun biara dan gereja menggunakan perancah, sebuah tren yang berlanjut hingga abad ke-20.
 
 
Sebelum Era Modern, kerangka perancah dibuat dari bambu panjang yang diikat bersama dengan tali rami. Perancah bambu cukup kokoh untuk menopang bobot para pekerja dan peralatan yang digunakannya. Penggunaan kerangka perancah dari bambu masih digunakan di negara-negara Asia pada khususnya (Indonesia, Malaysia, Vietnam, Hong Kong dan sebagainya. Batang bambu tetap digunakan hingga kini karena sifat bambu yang fleksibel. Struktur perancah bambu ini cukup kuat untuk bertahan saat terjadi gempa bumi yang kerap muncul di area Asia.
 
Pada awal 1900-an, tabung perancah logam seperti yang kita kenal sekarang diperkenalkan dan di masa itu perancah didirikan oleh masing-masing perusahaan dengan standar dan ukuran yang sangat beragam. Baru kemudian seorang pria bernama Daniel Palmer-Jones (sering dikenal dengan sebutan 'Kakek Perancah') menyadari bahwa tiang logam yang baru diperkenalkan untuk perancah memiliki kecenderungan untuk tergelincir ketika diikat dengan tali. David bersama adiknya David Henry Jones, menemukan scaffixer yaitu metode yang lebih aman dan lebih dapat diandalkan untuk menjaga tiang perancah bersama. Hal ini merupakan inovasi yang begitu sukses sehingga mereka bertanggung jawab atas pembangunan kembali Istana Buckingham pada tahun 1919.
 
Enam tahun setelah prototipe pertama, Daniel Palmer-Jones menemukan 'Improved Universal Coupler' yang segera menjadi pola standar yang digunakan oleh industri perancah hingga saat ini. Itu adalah tahap revolusioner dalam sejarah perancah untuk menggunakan pipa air dua inci karena dalam menstandardisasi dimensi dan bagian, itu mengarah pada keamanan dan stabilitas yang lebih besar (yang merupakan prasyarat perancah!). Seiring dengan ini, teknik-teknik baru seperti menguatkan diagonal membantu memperkuat struktur akses dan membantu meningkatkan stabilitas, terutama pada gedung-gedung tinggi. Inovasi dalam perancah ini benar-benar merevolusi langit-langit kami karena tiang baja mengarah pada struktur yang lebih kuat yang dapat dibangun lebih tinggi daripada sebelumnya.
 
Sepanjang awal abada ke-20, kemajuan dalam metalurgi dengan adanya pipa air baja tubular (bukan tiang kayu) dengan dimensi standar untuk meningkatkan stabilitas struktural sebuah perancah sekaligus juga memungkinkan memproduksi perlengkapan suku cadang yang spesifik dan identik sehingga dapat digunakan untuk setiap perakitan dengan tipe yang sama. Penggunaan tiang penahan diagonal atau tiang penguat diagonal juga membantu meningkatkan stabilitas, terutama pada bangunan tinggi. Sistem kerangka pertama model ini pertama kalinya dipasarkan oleh Scaffolding Great Britain Ltd (SGB) pada tahun 1944 dan digunakan secara luas untuk rekonstruksi pasca perang.
 
Seiring berjalannya waktu, penggunaan sistem perancah semakin meluas sehingga muncullah serangkaian ketentuan dan persyaratan standar yang mencakup beberapa hal spesfik yang berkaitan dengan scaffolding atau perancah. Standar Eropa, BS EN 12811-1, menetapkan persyaratan kinerja dan metode desain struktural dan umum untuk akses dan perancah kerja. Persyaratan yang diberikan adalah untuk struktur perancah yang mengandalkan sebuah struktur yang saling terhubung satu sama lain untuk stabilitas. Persyaratan ini berlaku secara umum untuk semua jenis dan metode perancah kerja atau work scaffolding.
 
Meskipun metode dan peralatan perancah telah menjadi standar selama bertahun-tahun, inovasi serta peningkatan kualitas, bentuk dan metode terus dilakukan hingga saat ini untuk menghasilkan perancah kerja yang aman, nyaman dan kuat.
 
Menyusuri sejarah perancah atau scaffolding ini cukup membuka wawasan kita untuk melihat bagaimana berkembangnya dunia perindustrian dari tahun ke tahun. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang Scaffolding atau Steger, baca: Apa itu Scaffolding? Apa Itu Steger?

Cek harga klik disini
Media
Admin Klopmart
26 Feb 2020

Related Article