PENTINGNYA POLA PIKIR 3R: REDUCE-REUSE-RECYCLE

Berita mengenai sampah material plastik yang mendunia dan sudah berada pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Berarti sudah saatnya kita mulai melatih pola pikir 3R, yaitu Reduce, Reuse, and Recycle.

DIlansir dari situs Greenpeace, dikatakan bahwa pada tahun 2010 saja, Indonesia menghasilkan sampah plastik sebesar 3,22 juta ton dengan sekitar 0,48-1,29 juta ton diantaranya mencemari lautan. Data tersebut menempatkan Indonesia menjadi negara di peringkat kedua penyumbang sampah plastik terbesar ke lautan dunia setelah Tiongkok. Hal ini disebutkan oleh Jenna R. Jambeck dari Universitas Georgia dalam penelitiannya mengenai sampah plastik. Menurutnya ada sekitar 275 ton sampah plastik di seluruh dunia. Dari jumlah total tersebut, sekitar 4,7 juta hingga 12,7 juta ton sampah terbuang ke laut. Jenna berkesimpulan bahwa jumlah tersebut sama dengan setiap satu menit, ada satu truk penuh sampah yang membuang muatannya ke laut.

Negara, dalam hal ini Kementrian PUPR, dalam situsnya melaporkan upaya dalam meningkatkan layanan pengelolaan sampah di Indonesia. Dalam kurun waktu tiga tahun, yaitu selama 2015 hingga 2018, Kementerian PUPR telah membangun tempat pengolahan sampah yang memberi manfaat bagi 9,8 juta orang. Tahun ini, pembangunan infrastruktur persampahan dapat melayani kebutuhan 416.680 kepala keluarga. Dengan demikian, total penanganan sampah hingga saat ini sudah melayani hingga 10,2 juta keluarga.

Sistem pengelolaan sampah terpadu yang diterapkan meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan hingga pendaur-ulangan. Pembangunan infrastruktur pengolahan
sampah skala kawasan ini dinilai efektif untuk volume sampah yang tidak terlalu besar. “Dengan begitu, pengurangan sampah dapat dilakukan mulai dari sumbernya. Karena itu, dukungan pemerintah kabupaten dan kota juga diperlukan, terutama dalam penyediaan lahan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Hal positif ini tidak akan terjadi tanpa terlibatnya seluruh lapisan masyarakat Indonesia!

 

Apa sih sebenarnya 3R yang disebutkan tadi diatas, tepatnya di paragraf pertama?

 

Pertanyaan yang bagus! Kami senang Anda menanyakan itu!

Konsep 3R yang adalah singkatan dari Reduce, Reuse, and Recycle ini adalah sebuah pola pikir yang disusun untuk mengatasi meningkatnya jumlah sampah yang terbuang. Dengan melakukan pola pikir ini sebagai individu, diharapkan akan dapat mengurangi pembuangan sampah secara individu. Sekarang coba bayangkan dampak yang dapat terjadi dalam skala global jika pola pikir ini dilakukan secara komunal bersama-sama dengan individu-individu lain. Bayangkan dampak yang dapat terjadi dalam skala generasional jika pola pikir ini ditanamkan sejak dini kepada generasi kita berikutnya yang kemudian diteruskan lagi ke generasi berikutnya dan seterusnya dan seterusnya.

Pola pikir yang diterapkan dan dilakukan setiap hari akan menjadi sebuah kebiasaan. Kebiasaan yang dilakukan secara konsisten akan menjadi perilaku. Perilaku yang diterapkan bersama-sama sebagai satu masyarakat akan menjadi sebuah budaya.

Hal ini tidak akan terjadi jika kita memilih untuk acuh tak acuh setelah membaca artikel ini! Sudah tiba saatnya bahwa hal ini harus dimulai dari kita sekarang juga! Ya! Anda, kami, dan saya yang sedang menulis dan manyusun artikel ini dengan mengetiknya kata per kata.

Nah, kembali ke pembahasan 3R: Reduce, Reuse, and Recycle.

 

REDUCE (Mengurangi)

Upaya untuk mengurangi dan meminimalisasi penggunaan barang-barang yang dapat menambah sampah dan juga mencemari lingkungan. ‘Mengurangi’ disini juga dapat berarti mengurangi pemborosan sumber daya alam dan energi.

Beberapa contoh:

  • Memilih produk yang menggunakan kemasan yang ramah lingkungan.
  • Mengurangi pembelian produk dengan kemasan plastik sekali pakai.
  • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membawa tas atau kantung belanja sendiri.
  • Membangun kebiasaan mematikan peralatan listrik saat selesai menggunakannya. Menggunakan air bersih secara bijaksana. Baca juga: TIPS MENGHEMAT AIR DI RUMAH
  • Mengurangi sampah kertas dengan menggunakan media komunikasi digital. Jika perlu untuk mencetaknya di atas kertas dengan printer, minimalisasikan kesalahan ketik dan penulisan dengan mengeditnya terlebih dahulu.
  • Mengurangi sampah di lingkungan kita dengan membuang sampah pada tempatnya dan sesuai dengan jenis sampahnya.
  • Membeli produk yang dapat diisi ulang.
  • Mengurangi penggunaan kertas tisu dengan menggunakan sapu tangan atau lap kain.

 

REUSE (Menggunakan kembali)

Upaya untuk menggunakan kembali sebuah barang sebelum pada akhirnya membuangnya.

Beberapa contoh:

  • Memperbaiki benda-benda yang rusak sehingga dapat berfungsi kembali.
  • Mengubah model pakaian lama sehingga dapat digunakan kembali. Misalnya, celana panjang yang robek diubah modelnya menjadi celana pendek.
  • Sprei lama dapat kita jadikan sarung bantal atau sarung guling. Dapat juga dijadikan lap kain ataupun dibuat menjadi lampin untuk memegang alat-alat masak yang panas di dapur.
  • Potongan-potongan kain dapat dijadikan selimut atau sarung bantal hias.
  • Kemasan bekas suatu produk dapat dijadikan wadah penyimpanan. Misalnya toples kaca bekas selai yang dapat digunakan kembali untuk menyimpan makanan ringan seperti snack, sambal, ataupun bawang goreng.
  • Kemasan botol plastik bekas minuman dapat digunakan sebagai wadah penyimpan cairan pembersih lantai, sabun cair, dan sebagainya. Dapat juga digunakan sebagai wadah untuk membuang minyak goreng bekas.

 

RECYCLE (Mendaur ulang)

Upaya untuk mendaur ulang sampah.

Beberapa contoh:

  • Mendaur ulang barang-barang kaca seperti botol bekas, pecahan kaca, menjadi bahan baku pabrik botol.
  • Mendaur ulang barang-barang plastik menjadi bahan baku pabrik plastik. Tetapi hanya plastik dari jenis tertentu yang dapat didaur ulang.
  • Mendaur ulang sampah organik menjadi kompos untuk menyuburkan tanah. Dapat dilakukan dengan menggunakan biopori. Baca juga CARA MEMBUAT BIOPORI.
  • Mendaur ulang barang-barang logam. Logam dapat dilebur kembali menjadi bahan baku material logam.
  • Mendaur ulang sampah kertas.

 

Beberapa dari kita yang berpikiran kreatif, dengan kesadaran mengurangi sampah, melakukan 3R ini dengan mengolah barang-barang bekas menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi. Luar biasa, bukan?

Mari kita mulai melakukan 3R ini dan menularkannya kepada orang lain dan generasi kita mendatang demi masa depan yang lebih baik!


Cek harga klik disini
Media
Admin Klopmart
10 Jan 2020

Related Article