Apa Itu Agregat? Fungsi, Jenis dan Klasifikasinya!

Sudahkah Anda tahu apa itu agregat? Dalam konstruksi bangunan, terdapat berbagai macam bahan material pembuatan beton dan aspal salah satunya adalah agregat. Bahan material ini sangat penting bagi konstruksi yang bekerja sebagai campuran material pembuat beton dan aspal. 

Akan tetapi, dalam penggunaan agregat perlu memperhatikan jenis dan klasifikasi dari agregat itu sendiri terlebih komposisi di dalamnya dengan bahan material lainnya. Lalu apa saja jenis dan klasifikasi dari agregat? Yuk simak artikel berikut ini.

Apa yang Dimaksud dengan Agregat?

Agregat adalah salah satu bahan baku material dalam pembuatan beton yang berupa sekumpulan butir-butir batu pecah, kerikil, pasir, atau mineral baik hasil alam ataupun lainnya. Agregat juga dapat disebut sebagai bahan material granular yang digunakan dalam adukan beton sehingga membentuk suatu semen hidraulis. 


Pada campuran beton, agregat merupakan komponen primer dari struktur perkerasan jalan sebagai pengisi (filter) dan strenger dengan komposisi 60% hingga 70% dari volume total beton sehingga agregat sangat berpengaruh terhadap sifat-sifat beton atau mortar yang diperoleh dari batu pecah. Selain itu, kualitas agregat juga sangat memengaruhi kualitas beton yang dihasilkan. 

Baca juga:Tabel Mutu Beton yang Harus Dipahami oleh Kontraktor

Fungsi dari Agregat

Penggunaan bahan material agregat sangat penting bagi pengerjaan suatu konstruksi. Pasalnya, dengan adanya agregat dalam campuran beton, konstruksi menjadi lebih kuat. Tak hanya itu, agregat juga memiliki fungsi lainnya. Simak informasi selengkapnya berikut ini:

1. Sebagai Penguat Struktural, Stabilitas, dan Estetika

Agregat pada beton digunakan untuk memberikan kekuatan konstruksi pada beton dan aspal. Selain itu, membantu menjaga stabilitas dan daya tahan konstruksi terhadap beban atau tekanan. 

Di sisi lain, agregat juga bisa memberikan tampilan estetika yang baik pada konstruksi. Contohnya seperti pada batu alam yang kerap kali digunakan untuk memperindah dinding atau lantai.

2. Mengurangi Permeabilitas dan Gesekan 

Agregat juga memiliki fungsi untuk mengurangi permeabilitas pada campuran beton atau aspal, sehingga air tidak dengan mudah meresap ke dalamnya. Agregat juga digunakan untuk mengurangi gesekan antara permukaan jalan dengan roda kendaran, sehingga roda kendaraan tidak mudah aus dan memperpanjang masa pakai jalan.

Baca juga: Jenis Jenis Beton dan Kegunaannya

Klasifikasi Agregat

Tak hanya hadir dalam 1 jenis saja, agregat terbagi ke dalam 2 klasifikasi yaitu berdasarkan asalnya dan ukurannya. Agar lebih mengenal berbagai agregat dari kedua jenis yang berbeda, simak ulasan selengkapnya di bawah ini:

1.  Berdasarkan Asalnya 

Agregat jika diklasifikasi menurut asalnya, terbagi menjadi dua yakni agregat alami dan agregat buatan. Berikut penjelasannya:

a. Agregat  Alam 

Agregat alam merupakan agregat yang terbentuk secara alami yang disebabkan oleh aliran air sungai dan adanya proses degradasi. Agregat yang terbentuk akibat proses aliran sungai biasanya berbentuk bulat dan licin. Sementara itu, agregat yang terbentuk akibat adanya proses degradasi umumnya memiliki bentuk kotak kubus atau bersudut dan memiliki permukaan yang kasar.

b. Agregat Buatan 

Di samping itu, karena tingginya permintaan terhadap agregat yang berbentuk kubus atau bersudut, gradasi yang baik, serta permukaan yang kasar memunculkan adanya agregat buatan untuk memenuhi permintaan tersebut. Agregat buatan ini biasanya diciptakan dari mesin pemecah batu atau stone crusher dan sampingan pabrik-pabrik semen. Anda juga dapat mengenalnya sebagai mineral filler.

Baca juga: 8 Jenis-Jenis Pasir untuk Proyek Konstruksi dan Ciri-Cirinya

2. Berdasarkan Ukurannya

Selain dilihat dari asalnya, Agregat juga dapat diklasifikasikan menurut ukurannya yakni agregat kasar dan agregat halus. 

a. Agregat Kasar

Agregat kasar (Coarse Aggregate) adalah kerikil yang terbentuk dari hasil disintegrasi alami dari batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari hasil industri pemecah batu (stone crusher) dan memiliki ukuran butiran antara 4,76 mm hingga 150 mm. 

Beberapa jenis agregat yang termasuk dalam golongan kasar antara lain batu pecah alami, kerikil alami, agregat kasar buatan, agregat berbobot berat untuk melindungi nuklir. Agregat kasar memiliki ketentuan sebagai berikut:

  • Harus terdiri dari butiran yang tidak berpori dan keras. Agregat kasar yang memiliki butiran berbentuk pipih masih bisa digunakan jika jumlah butiran pipihnya tidak melewati 20% dari berat agregat seluruhnya. 

  • Tidak boleh mengandung lumpur melebihi 1 % pada berat keringnya. Jika kandungan lumpurnya melewati batas maksimal maka agregat kasar harus dicuci terlebih dahulu. 

  • Tidak boleh mengandung zat yang bisa merusak beton seperti zat yang bersida alkali. 

  • Harus lulus melewati tes kekerasan yang dilakukan dengan bejana penguji Rudeloff dan dengan beban uji sebesar 20 ton.

  • Jika diuji dengan goresan batang tembaga, kadar bagian lemah dalam agregat kasar hanya memiliki batas maksimum 5%.

  • Angka kehalusan (Fineness Modulus) untuk agregat kasar hanya berkisar antara 6 hingga 7,5.

b. Agregat Halus

Agregat halus adalah bahan pengisi di antara agregat kasar sehingga menjadikan ikatannya lebih kuat. Dalam pembuatan beton, agregat halus yang digunakan bisa berupa pasir alam hasil dari disintegrasi alami dari pasir buatan atau batuan-batuan yang dihasilkan oleh pemecah batu atau stone crusher.


Agregat halus umumnya memiliki ukuran 0,063 mm hingga 4,76 mm yang terdiri dari pasir kasar (Coarse Sand) dan pasir halus (Fine Sand).  Pada beton penahan radiasi, serbuk besi pecah dan serbuk baja halus dimanfaatkan untuk agregat halus. 

Ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi untuk sebuah agregat dapat dikatakan sebagai agregat halus:

  • Tidak boleh mengandung lumpur melebihi 5% dari berat kering. Jika kadar lumpur pada agregat halus lebih dari batas maksimum dan akan dipakai untuk campuran beton maka agregat halus perlu dicuci terlebih dahulu, atau masih bisa digunakan akan tetapi kekuatan pada beton menjadi berkurang 5%.

  • Terdiri dari butiran yang memiliki berbagai macam besarnya.

  • Harus terdiri dari butiran-butiran keras, tajam, dan memiliki sifat kekal, yang berarti tidak mudah hancur karena pengaruh temperatur dan cuaca, seperti terik matahari, hujan, dan lain-lain.

  • Tidak boleh mengandung bahan-bahan organik atau zat hidup terlalu banyak. Hal ini perlu dibuktikan dengan cara percobaan warna dari ABRAMS-HARDER dengan larutan NaOH 3%.

  • Angka kehalusan (Fineness Modulus) untuk pasti kasar (Coarse Sand) berkisar di antara 3,2 hingga 4,5.

  • Angka kehalusan (Fineness Modulus) untuk pasir halus (Fine Sand) berkisar antara 2,2 hingga 3,2.

Baca juga: Curing Beton: Pengertian, Fungsi dan Tujuan

Agregat yang tidak lolos pada saat uji percobaan masih bisa digunakan apabila kekuatan tekan adukan agregat pada umur 7 dan 28 hari tidak kurang dari 95 % dari kekuatan adukan agregat yang sama. Akan tetapi, perlu dicuci terlebih dahulu dengan menggunakan larutan NaOH 3% lalu dicuci bersih dengan menggunakan air sumur yang sama.    

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa agregat merupakan bahan material yang sangat penting untuk pembuatan beton dan aspal. Di sisi lain penting juga untuk memahami fungsi, jenis-jenis,  dan klasifikasi dari agregat tersebut. 

Komposisi dalam pembuatannya juga harus pas dan teliti.  Hal ini berguna agar agregat yang digunakan dalam konstruksi sesuai dengan kebutuhan dalam pembangunan serta membuat kualitas pada konstruksi lebih baik.

Untuk membuat sebuah gedung tinggi yang dapat berdiri kokoh, Anda tentu perlu memikirkan kualitas material yang digunakan. Sebab itu, jika membutuhkan bahan bangunan yang berkualitas dan tepercaya, sebaiknya segera kunjungi Klopmart. 

Sebagai toko bangunan online nomor 1 di Indonesia, Klopmart jual pasir bangunan dengan harga yang terjangkau untuk memenuhi kebutuhan material konstruksi Anda. Tak perlu tunggu lama, langsung saja kunjungi Klopmart dan dapatkan berbagai promo menarik sekarang juga. Semoga informasi di atas menjawab pertanyaan seputar apa itu agregat.

Media

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Inspirasi Lainnya

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Besi Bangunan

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Selengkapnya
7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Tips & Trik

7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Selengkapnya
6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Tips & Trik

6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Selengkapnya