Kompresor: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Kerja!



Alat satu ini cukup lekat dengan kehidupan sehari-hari, tapi sepertinya masih banyak yang belum mengetahui namanya. Biasanya ia digunakan untuk mengisi angin pada ban kendaraan, proses pengecatan dengan menggunakan alat spray, hingga proses pembakaran di motor listrik. Alat yang dimaksud adalah kompresor.

Kompresor adalah suatu perangkat mekanis atau elektrik yang dirancang untuk meningkatkan tekanan atau kepadatan suatu zat, seperti udara atau gas, dengan mengurangi volume zat tersebut. Agar kompresor bisa bekerja, biasanya alat ini menggunakan mesin bensin atau mesin diesel sebagai tenaga penggeraknya. Nah, untuk memiliki pemahaman lebih mendalam tentang kompresor, mari simak ulasannya di bawah ini.

Apa Fungsi Kompresor?

Secara sederhana, fungsi dari kompresor adalah mengambil gas atau udara dari sekitar, untuk kemudian diberi tekanan di dalam tabung dan disalurkan kembali sebagai udara bertekanan. Nah, dalam penerapannya, kompresor dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Beberapa fungsi kompresor lainnya untuk keperluan sehari-hari:

  1. Mengisi udara pada ban
  2. Menyuplai udara pada penyelam
  3. Menyuplai udara bersih dengan tekanan tinggi untuk mengisi silinder atau tabung gas
  4. Menyuplai udara untuk alat-alat spray atau air brush
  5. Menyuplai udara bersih bertekanan pada sistem kontrol Heating, Ventilaiton, dan Air Conditioning (HVAC) pneumatic di bangunan-bangunan perkantoran atau sekolah
  6. Menghasilkan udara bertekanan dalam volume besar untuk keperluan proses industri skala besar, contohnya sistem purge pada pabrik semen

Baca juga: 6 Fungsi Gerinda dan Jenis-Jenis Mesinnya

Jenis-Jenis Kompresor yang Tersedia di Pasaran

Di pasaran, kompresor tersedia dalam beberapa jenis. Untuk membantu Anda lebih memahami pemanfaatan kompresor dalam kehidupan sehari-hari, berikut beberapa di antaranya:

1. Air compressor direct driven

Sesuai namanya, air compressor direct driven adalah kompresor dengan penggerak yang terhubung langsung pada pompa udara. Keunggulan utama dari kompresor adalah kecepatan pengisian yang cukup tinggi. Hal ini bisa terjadi karena air compressor direct driven mampu berputar hingga kecepatan 2.850 rpm.

2. Air compressor belt driven

Pernah melihat mesin atau alat yang digunakan di tambal ban? Air compressor belt driven inilah yang menjadi penggeraknya. Kompresor jenis ini memanfaatkan sistem koneksi antara pompa udara dan tenaga penggerak dengan menggunakan vanbelt atau v-belt. Sebagai tenaga penggerak, motor listrik atau bahan bakar bensin biasanya digunakan.

3. Air compressor mini

Karena tidak menggunakan tabung tekanan, maka ukurannya pun cenderung lebih kecil. Itulah kenapa disebut juga dengan air compressor mini, yang fungsinya hanya menghasilkan tiupan udara. Salah satu bentuk pemanfaatan air compressor mini bisa Anda temukan pada air brush yang digunakan untuk kebutuhan pengecatan sederhana.

4. Air compressor screw

Jika Anda membutuhkan tekanan udara untuk disuplai nonstop selama 24 jam, atau Anda membutuhkan debit udara yang tinggi, maka air compressor screw inilah yang dapat membantu Anda. Keunggulan kompresor adalah hasil udara yang tidak mengandung banyak uap air serta tidak memiliki suara yang bising.

Baca juga: 4 Cara Memilih Kompresor Sesuai Kebutuhan Anda

Bagaimana Cara Kerja Kompresor?

Coba bayangkan ketika Anda hendak meniup api pada lilin ulang tahun. Idealnya, Anda akan menarik napas dalam-dalam. Nah, ketika ini dilakukan, tekanan udara di dalam paru-paru akan meningkat. Alhasil, terbentuklah udara bertekanan yang digunakan untuk meniup api pada lilin tersebut. Proses ini mirip seperti prinsip kerja kompresor pada umumnya.

Prinsipnya juga tidak jauh berbeda dari pompa ban mobil atau sepeda. Saat piston kompresor ditarik ke atas, tekanan silinder di bagian bawah akan menurun hingga di bawah tekanan atmosfer. Alhasil, udara luar pun bisa masuk melalui celah katup hisap. Dari sini, udara masuk ke pompa untuk kemudian dimampatkan oleh piston yang didorong ke bawah. Karena udara dimampatkan, maka volumenya menjadi lebih kecil dan mengalir ke tempat tempat yang tekanan udaranya lebih rendah.

Nah, itulah penjelasan mengenai  kompresor, mulai dari pengertian, fungsi, jenis, hingga cara kerjanya. Jika ingin kompresor Anda lebih tahan lama, gunakanlah ball valve yang berfungsi untuk menghentikan atau memulai aliran cair atau gas.

Ball valve dikenal karena memiliki masa pakai yang panjang dan memberikan penyegelan yang dapat diandalkan selama masa pakai, bahkan saat tidak digunakan untuk waktu yang lama.

Klopmart jual onda ball valve compressor yang memiliki kualitas terkemuka di kelasnya, kunjungi Klopmart sekarang juga untuk mendapatkan penawaran terbaiknya. Kini Anda tidak perlu khawatir mencari penyebab kompresor listrik tidak mengisi angin karena telah ditemukan solusi yang paling mutakhir!


Media

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Inspirasi Lainnya

8 Rekomendasi Merk Sepatu Safety Terbaik Penunjang Keselamatan Kerja

Alat Safety

8 Rekomendasi Merk Sepatu Safety Terbaik Penunjang Keselamatan Kerja

Selengkapnya
8 Jenis Sepatu Safety dan Fungsinya untuk K3

Alat Safety

8 Jenis Sepatu Safety dan Fungsinya untuk K3

Selengkapnya
5 Perbedaan Sepatu Safety dan Sepatu Gunung, Lebih Tahan Mana?

Alat Safety

5 Perbedaan Sepatu Safety dan Sepatu Gunung, Lebih Tahan Mana?

Selengkapnya