7 Jenis-jenis Kompresor beserta Fungsinya yang Perlu Diketahui

Kompresor merupakan tabung yang dilengkapi dengan sebuah gear box atau mesin untuk memompa dan mengalirkan kembali udara atau gas yang ditampung dalam sebuah tabung. Prinsip kerja dari kompresor tersebut bila dilihat lagi sebenarnya mirip dengan cara kerja paru-paru pada manusia. Akan tetapi, cara kerja ini masih dibedakan lagi berdasarkan jenis kompresor yang ada. Bagaimana cara kerja prosesor tersebut dan jenis-jenis yang perlu Anda ketahui? Ada baiknya simak ulasan di bawah ini.



Fungsi Kompresor

Penggunaan kompresor banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik itu untuk kebutuhan dalam dunia industri hingga untuk kebutuhan rumah tangga. Jenis kompresor apa saja, sebenarnya fungsinya tidaklah berbeda antara satu dengan lainnya, yakni mengambil udara maupun gas di sekitarnya dan diberikan sebuah tekanan pada sebuah tabung. Gas yang ada pada tabung ini nantinya akan disalurkan kembali dalam bentuk udara yang memiliki tekanan.

Pada umumnya, fungsi kompresor memiliki kemampuan untuk menyuplai udara bersih, baik pada rumah maupun ke ruangan tertentu. Jenis kompresor tertentu digunakan untuk menyemprotkan udara dalam hal membersihkan bagian ruangan yang kotor hingga mengisi tekanan udara pada sebuah ban.

Baca juga: 4 Cara Memilih Kompresor Sesuai Kebutuhan Anda

Jenis-jenis Kompresor beserta Fungsinya

Jenis kompresor dalam dunia industri maupun rumah tangga dibedakan dalam tiga jenis. Salah satu kategori unsur pembeda jenis kompresor tersebut didasarkan pada cara kerjanya. Apa saja tiga jenis kompresor tersebut beserta cara kerjanya? Berikut beberapa di antaranya yang perlu untuk Anda pahami.

1. Kompresor Piston

Kompresor Piston

Jenis kompresor yang pertama adalah kompresor piston. Seperti namanya, jenis kompresor ini menggunakan silinder dan piston dalam menempatkan sebuah gas yang ada pada tabung. Pada umumnya, jenis kompresor ini banyak digunakan untuk gas dengan tekanan yang tinggi. Untuk menunjang kinerja dari kompresor piston ini dibutuhkan sebuah oli atau pelumas untuk melumasi bagian mesin kompresor.

Tujuannya agar kompresor dapat berjalan dengan baik. Dikhawatirkan kekurangan oli atau pelumas dapat merusak sistem kerja kompresor. Keunggulan untuk jenis kompresor ini adalah memiliki kekuatan kompresi dan banyak digunakan untuk mesin maupun AC.

2. Kompresor Sentrifugal

Kompresor Sentrifugal

Berikutnya adalah jenis kompresor sentrifugal. Cara kerja dari kompresor jenis ini sebenarnya masih menggunakan piston. Namun, piston sebagai penggeraknya tidak terletak pada satu unit saja. Penggerak kompresor ini juga bisa dengan menggunakan gear box atau pully pada saat kondisi tertentu.

Uniknya, gas atau pun udara yang dipindahkan menggunakan kompresor ini akan bergerak searah jarum jam. Penggunaan kompresor sentrifugal banyak diperlukan untuk memindahkan gas dalam jumlah besar dan cepat, terutama pada tekanan yang rendah.

3. Kompresor Rotari

Kompresor Rotari

Berikutnya ialah jenis kompresor rotari. Sistem kerja pada kompresor rotari menggunakan ulir atau screw yang bisa berputar sendiri dalam silinder. Silinder inilah yang mampu mendorong udara maupun gas searah dengan putaran ulir. Dalam memindahkan gas, kompresor ini juga menggunakan valve  dan memanfaatkan tekanan berbeda.

Adapun kelebihan dari kompresor rotari ialah memiliki suara yang tidak bising. Selain itu, getarannya juga lebih kecil bila dibandingkan jenis kompresor lainnya sehingga banyak digunakan untuk pompa angin dan peralatan lainnya.

4. Kompresor Aksial

Kompresor Aksial

Berikutnya ada kompresor aksial yang berbeda dengan kompresor lainnya. Kompresor Aksial biasanya digunakan dalam suatu ruangan atau dalam proyek konstruksi. Kompresor ini memiliki fungsi perpindahan dinamis yang di gunakan dalam kecepatan mesin yang tinggi seperti pada pesawat atau pada kapal. Tetapi, kompresor ini juga memiliki kekurangan yaitu kompresor ini lebih mahal ketimbang kompresor lainnya.

5. Kompresor Screw

Kompresor Screw

Selanjutnya ada kompresor screw yang banyak diminati oleh banyak orang. Kompresor ini memiliki sistem pendingin internal dan cara merawatnya yang mudah. Kompresor Screw biasanya berukuran besar dan lebih digunakan pada kebutuhan industri.

Kompresor ini dapat menghasilkan energi melalui dua rotor yang berputar berlawanan arah untuk memerangkap udara yang berada diantara dua rotor tersebut yang dapat menghasilkan tekanan di dalamnya.

6. Air compressor direct driven

Selanjutnya ada yang namanya air compressor atau kompresor angin direct driven. Kompresor ini berfungsi sebagai penggerak yang terhubung langsung pada pompa angin. Kelebihan dari kompresor ini adalah memiliki kecepatan pengisian yang tinggi yang dapat berputar dalam kecepatan hingga 2.850 rpm.

7. Air Compressor Mini

Air Compressor Mini

Terakhir ada air compressor mini. Kompresor angin ini hanya berfungsi untuk menghasilkan efek tiupan udara saja. Kompresor angin ini biasanya digunakan pada air brush yang dipakai untuk keperluan pengecatan sederhana.

Baca juga: 10 Cara Mengatasi Pipa Air Tersumbat yang Efektif | Klopmart

3 Cara Menggunakan Kompresor dengan Aman

Nah, sebelumnya Anda tahu apa saja jenis-jenis kompresor. Pada kali ini Klopmart akan memberikan tips atau cara menggunakan kompresor berikut ini.

1. Menyalakan Kompresor

Sebelum menyalakan kompresor angin sebaiknya Anda menunggu beberapa waktu untuk menghasilkan udara bertekanan pada 7,5 sampai 8 bar. Setelah itu nyalakan breaker kompresor, air dryer, absorption dryer, dan breaker exhaust fan. Pastikan ball valve pipa menuju plant tertutup dan ball valve pipa diantara kompresor dan tabung terbuka.

Kemudian, pastikan ball valve safety switch dalam keadaan terbuka. Lalu, buka ball valve di bawah tabung untuk membuang sisa angin atau udara. Setelah itu, nyalakan mesin kompresor dan tunggu sampai tekanan udara sampai mendekati 8 bar dan pastikan tekanan anginnya dalam keadaan maksimal.

2. Memeriksa Kompresor Sedang Berjalan

Walaupun kompresor sudah menyala dan sedang beroperasi sebaiknya Anda memeriksa kembali agar berjalan dengan aman. Anda dapat memastikan safety mesin kompresor, tabung kompresor, tabung absorption dryer berjalan dengan baik. Kemudian, pastikan tidak adanya gangguan mesin kompresor dan air dryer. Lalu, pastikan tidak ada binatang atau benda yang dekat kompresor.

3. Mematikan Kompresor

Sebelum memastikan kompresor sebaiknya Anda memeriksa semua mesin sudah di matikan oleh operator masing-masing. Pastikan juga tidak ada penggunaan angin di dalamnya. Kemudian, matikan kompresor dari mesin dan disusul dengan matikan absorption air dryer dan tutup semua ball valve pipa.

Kesimpulan

Itulah dia beberapa jenis kompresor dan caranya. Jika Anda ingin menggunakan kompresor untuk rumah atau lahan kerja, Anda dapat memilih berbagai macam kompresor dan mesin-mesin konstruksi berkualitas yang tersedia di Klopmart. Tunggu apa lagi, hubungi Klopmart segera!


Media

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Inspirasi Lainnya

8 Rekomendasi Merk Sepatu Safety Terbaik Penunjang Keselamatan Kerja

Alat Safety

8 Rekomendasi Merk Sepatu Safety Terbaik Penunjang Keselamatan Kerja

Selengkapnya
8 Jenis Sepatu Safety dan Fungsinya untuk K3

Alat Safety

8 Jenis Sepatu Safety dan Fungsinya untuk K3

Selengkapnya
5 Perbedaan Sepatu Safety dan Sepatu Gunung, Lebih Tahan Mana?

Alat Safety

5 Perbedaan Sepatu Safety dan Sepatu Gunung, Lebih Tahan Mana?

Selengkapnya