TOILET: KLOSET JONGKOK VS KLOSET DUDUK

Pada masa ini, jika kita merasakan adanya desakan dalam diri kita sehingga kita perlu untuk berkunjung ke toilet untuk memenuhi ‘undangan alam’, kita akan menemukan salah satu dari dua model kloset: kloset jongkok atau kloset duduk. Mungkin bagi sebagian kita akan bingung dengan istilah ‘kloset jongkok’, karena sudah terbiasa hidup di kota besar dari gedung modern ke mall modern dan pulangnya ke rumah yang modern pula.

Baca juga SEJARAH TOILET

Memang betul, model kloset jongkok sudah semakin jarang ditemui di kota-kota besar karena dianggap model kuno dan ketinggalan zaman. Sementara model kloset duduk modern bahkan sudah disematkan berbagai teknologi canggih hingga sistem pengguyuran otomatis dan tutup kloset yang dapat membuka dan menutup sendiri.

 

Tetapi berdasarkan penelitian dalam bidang kesehatan, para ahli berpendapat lain. Mereka menemukan bahwa posisi Buang Air Besar (BAB) yang lebih baik adalah dengan posisi jongkok.

 

Kenapa begitu?

Jika melihat pada struktur anatomi manusia, saat kita dalam posisi jongkok, seluruh otot puborectalis tidak bekerja, sehingga memudahkan proses pembuangan kotoran (feses). Saat kita duduk, otot ini bekerja menahan usus besar sehingga proses buang air besar menggunakan kloset duduk membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga mengejan yang lebih besar.

Posisi jongkok yang menyebabkan paha tertekuk ke arah perut menyebabkan kapasitas rongga perut mengecil dan tekanan intra-abdomen pun meningkat sehingga lebih mudah mendorong feses keluar. Selain itu saat kita dalam posisi jongkok, sudut anorektal akan lebih landai dan memudahkan keluarnya feses melalui dubur (anus). Saat kita dalam posisi duduk, sudut anorektal akan mengecil sehingga feses lebih sulit keluar. Sebagai catatan, sudut anorektal adalah sudut yang terjadi antara anus dan usus besar (rectum).

Dengan kata lain penggunaan kloset jongkok lebih sesuai dengan mekanisme anatomi tubuh manusia dibandingkan dengan kloset duduk karena manusia ternyata didesain untuk melakukan buang air besar dengan posisi jongkok.

Dari pembahasan di atas, kita dapat menyimpulkan beberapa keunggulan dan kelemahan dalam penggunaan kloset duduk maupun kloset jongkok.

 

 

Keunggulan dan kelemahan Kloset Duduk

Keunggulan Kloset Duduk:

  • Modelnya modern dan rapi karena memiliki tutup kloset.
  • Kloset duduk lebih nyaman digunakan khususnya bagi para lansia, wanita hamil dan penderita cedera sendi kaki.
  • Dianggap lebih higienis.
  • Memiliki kelengkapan tangki penyiraman sehingga dirasakan lebih praktis.

Kelemahan Kloset Duduk:

  • Harganya lebih mahal dibandingkan kloset jongkok.
  • Posisi duduk lebih meningkatkan resiko terkena sembelit dan penyakit wasir.
  • Posisi duduk lebih tinggi resiko terkena penularan penyakit karena kulit kita bersentuhan langsung dengan permukaan dudukan kloset. Sementara dudukan kloset rentan menjadi tempat bersarangnya bakteri dan virus.

Baca juga TUTUPLAH KLOSET ANDA SAAT MEMBILAS!

Keunggulan dan Kelemahan Kloset Jongkok

Keunggulan Kloset Jongkok:

  • Harganya lebih murah dibandingkan dengan model kloset duduk.
  • Posisinya sesuai dengan mekanisme anatomi tubuh manusia untuk melakukan aktivitas BAB.
  • Lebih higienis karena kulit kita tidak bersentuhan langsung dengan dudukan kloset.
  • Saat ini tersedia model kloset jongkok yang dilengkapi dengan tangki air untuk penyiraman sehingga lebih praktis.

Kelemahan kloset Jongkok:

  • Modelnya dianggap kuno dan ketinggalan zaman.
  • Tidak cocok bagi para lansia, wanita hamil dan penderita cedera kaki.
  • Kurang praktis, karena pada model lama tidak memiliki perlengkapan tangki air untuk penyiraman.

 

 

Lalu bagaimana menyiasati kalau yang ada saat ini adalah kloset duduk? Apakah harus BAB dengan posisi jongkok di atas kloset duduk?

Lebih baik jangan lakukan BAB dengan posisi jongkok di atas kloset duduk karena:

  • Dudukan kloset akan cepat rusak karena memang bukan didesain untuk diinjak.
  • Mangkuk kloset akan mudah menjadi retak dan pecah karena memang tidak didesain untuk menahan beban bobot tubuh manusia seluruhnya. Hanya sebagian bobot manusia yang ditumpu kloset duduk karena posisi duduk membagi beban antara kaki dan badan kita.
  • Posisi akrobatik seperti ini memiliki resiko terpeleset lebih tinggi. Kaki patah akibat atraksi akrobat di toilet sepertinya kurang menyenangkan!
  • Kita manusia beradab yang memiliki etika, bukan? Dudukan kloset yang kita injak akan menjadi tergores-gores dan kotor sehingga merugikan bagi pengguna toilet berikutnya!

Siasati dengan menggunakan bangku kecil atau ‘dingklik’ dalam Bahasa Jawa untuk menumpu kaki kita sehingga sudut antara paha dan perut mengecil dan sudut anorektal membesar. Hal ini akan mempermudah proses BAB kita.

 

 

(Sumber: alodoketer.com; health.detik.com; ajphysio.com.au)


Cek harga klik disini
Media
Admin Klopmart
03 Jul 2019

Related Article