BERSIHKAN AERATOR KERAN AIR ANDA

Kita sudah membahas area yang sering ditumbuhi jamur dan bahkan bakteri di area kamar mandi dan kloset di rumah kita dalam artikel BERCAK & LENDIR MERAH JAMBU DI KAMAR MANDI dan JANGAN LUPA: BERSIHKAN KLOSET ANDA!

Ternyata selain area keramik kamar mandi dan kloset yang mudah ditumbuhi jamur jika tidak dicuci dan dibersihkan secara teratur, ada lagi satu area yang sering terlewatkan atau bahkan tidak terpikirkan  untuk kita bersihkan. Area tersebut adalah aerator pada keran air Anda.

Aerator adalah perangkat yang dipasang pada ujung kran atau sesuai Bahasa Indonesia yang baik: keran air dan berbentuk seperti saringan. Saringan terdiri dari beberapa lapis. Saringan ini untuk menyaring air dari kotoran yang mungkin terbawa aliran air, baik itu air dari sumur pompa maupun air ledeng dari PAM. Selain untuk menyaring, aerator sebenarnya berfungsi juga untuk memecah aliran air dan mencampurnya dengan udara sehingga menjadi aliran-aliran air kecil bertekanan lebih tinggi. Hal ini menyebabkan air yang keluar dari keran menjadi lebih kencang alirannya tetapi volume airnya lebih sedikit. Aliran air yang kita gunakan mempunyai kemampuan lebih tinggi untuk membersihkan dengan menggunakan lebih sedikit air jika dibandingkan dengan aliran air keran tanpa menggunakan aerator. Dengan kata lain keran yang menggunakan aerator akan lebih hemat air jika dibandingkan keran yang tidak menggunakan aerator.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut fungsi serta gunanya bagi rumah Anda, Anda dapat membacanya di dalam artikel TIPS MENGHEMAT AIR DI RUMAH.

Seiring berjalannya waktu, aerator akan menjadi kotor dan aliran air yang keluar dari keran air pun akan menurun kecepatannya. Saringan pada aerator akan menjadi tempat berkumpulnya endapan kotoran yang terbawa aliran air. Jika Anda menggunakan air dari sumur pompa, maka pada umumnya akan lebih banyak kotoran berupa pasir, kerikil dan lumpur yang terbawa oleh aliran airnya.

Lalu bagaimana cara membersihkannya?

Cara membersihkan aerator keran air sebenarnya cukup sederhana dan dapat Anda lakukan sendiri.

Peralatan yang dibutuhkan:

  1. Kunci pembuka aerator. Jika tidak ada, gunakan kunci Inggris seperti yang ada dalam artikel KUNCI INGGRIS. Jika tidak punya kunci Inggris, dapat gunakan kunci pipa.
  2. Kain bekas atau lap dalam keadaan kering.
  3. Kain pel.
  4. Sabun cuci piring.
  5. Cuka secukupnya jika dibutuhkan.
  6. Baskom kecil atau mangkok kecil.
  7. Sikat kecil atau sikat gigi bekas.

 

 

Sekarang mari kita urutkan cara membersihkan aerator keran Anda seperti di bawah ini:

  1. Letakkan kain pel pada lantai di bawah lokasi keran air yang akan dibersihkan aeratornya. Kain pel dibutuhkan untuk mengeringkan air yang tertumpah dengan cepat sehingga kaki Anda tidak terpeleset. Safety first, always!
  2. Lepaskan aerator dari keran air Anda. Perhatikan saat bagian luar aeratornya, biasanya pada permukaannya yang melengkung ada dua sodetan kecil datar pada dua sisi yang berlawanan. Sodetan ini adalah untuk menempatkan kunci pembuka aerator. Jika ternyata aerator terpasang cukup keras pada keran air Anda, Anda perlu menggunakan kunci Inggris. Lapisi dulu aerator Anda dengan kain atau lap untuk mencegah baret terkena kunci Inggris. Jika sodetan tersebut tidak ada, cukup gunakan tangan Anda untuk membukanya. Lapisi aerator dengan kain untuk mempermudah tangan kita memegangnya. Kain juga melindungi tangan kita dari pinggiran logam yang tajam akibat kerak air. PERHATIKAN untuk tidak menggunakan tenaga berlebihan pada saat membuka aerator! Ujung keran air dapat pecah dan patah.
  3. Setelah aerator terlepas, perhatikan susunan karet dan saringan-saringan yang ada. Jangan lupa urutan susunannya, karena jika keliru menyusunnya, aerator tidak dapat berfungsi dengan baik nantinya.
  4. Letakan aerator di dalam baskom kecil. Baskom ini berfungsi untuk menjaga perangkat karet dan saringan-saringan kecil tidak hanyut terbawa aliran air masuk ke dalam lubang pembuangan. Bersihkan kotoran, pasir, kerikil ataupun endapan lumpurnya dengan hati-hati. Gunakan sabun cuci piring. Jangan sampai saringannya rusak atau sobek. Jika ada endapan lumpur yang menempel, gunakan sikat kecil atau sikat gigi bekas tadi.
  5. Jika air yang Anda gunakan di rumah Anda memiliki kesadahan tinggi sehingga menyebabkan endapan keras seperti kapur pada aerator, rendamlah aerator di dalam larutan cuka. Setelah beberapa saat, kerak tersebut akan larut sehingga lebih mudah dibersihkan dengan sikat gigi bekas tadi.
  6. Setelah bersih, susun kembali seluruh perangkat karet dan saringan-saringan dalam aerator Anda sesuai urutan yang benar sebelumnya.
  7. Pasanglah aerator pada keran air Anda kembali. Kencangkan. Sekali lagi jangan gunakan tenaga berlebihan untuk mencegah kerusakan pada keran air Anda. Keran yang bagus harganya juga tidak murah, lho!

 

 

Oh ya, sebelum terlupa, mungkin ada pertanyaan:

Apa itu kesadahan air?

Mengutip Wikipedia tentang kesadahan air: Kesadahan air adalah kandungan mineral-mineral tertentu di dalam air, umumnya ion kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dalam bentuk garam karbonat. Air sadah atau air keras adalah air yang memiliki kadar mineral yang tinggi, sedangkan air lunak adalah air dengan kadar mineral yang rendah.

Jika Anda berminat mengetahui lebih lanjut tentang kesadahan air dan cara mengetahui tingkat kesadahan air Anda, bacalah lebih lanjut: KESADAHAN AIR.

 

(Sumber: Wikipedia & Good Housekeeping)


Cek harga klik disini

Related Article