Wasser TC-020B

Harga : Rp. 250.000 Lebih banyak, Lebih murah
Bagikan:  
Total : Rp. 250.000
dilihat
Dilihat
391
berat
Berat
0 gram
min qty
Min. Qty
1

security Transaksi 100% aman

Wasser TC-020B | Cross Handle 2-Way Wall Tap
 
Spesifikasi & Fitur:
  • Wasser TC-020B Cross Handle 2-Way Wall Tap
  • Keran dinding: keran bercabang dengan pegangan silang
  • Ceramic Cartridge: lebih awet, tahan lama, dan dapat dibuka tutup hingga lebih dari 200.000 siklus
  • Japanese Aerator: terbuat dari stainless steel 304, lebih tahan lama , kualitas aliran air lembut dan nyaman
  • Triple Chroming Finish: memberikan perlindungan ekstra dan tampil mengkilap
  • Hi-Cu Brass Material: Non-reaktif terhadap perubahan cuaca atau lingkungan
 
Wasser TC-020B Cross Handle 2-Way Wall Tap, keran bercabang dengan pegangan silang dan kedua keran tersebut memiliki tuas tunggal yang dapat mengatur besar kecilnya aliran air yang dibutuhkan dengan satu putaran. Keran wasser ini dilengkapi dengan teknologi ceramic cartridge yang disematkan dalam keran, memberikan jaminan terhadap resiko kebocoran karena ceramic cartridge telah teruji memiliki maksium hingga 200.000 siklus serta teknologi Japanese Aerator yang memberikan aliran aerasi yang lembut, nyaman dan hemat air.
 
Wasser TC-020B adalah keran bercabang yang khusus dipasang pada dinding dengan bentuk klasik dan memiliki pegangan silang. Dibuat dengan chrome plating technology, memberikan lapisan yang tebal dengan bahan kuningan padat, tahan air, tahan korosi, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Keran ini mudah untuk dipasang dan sangat cocok untuk digunakan di kamar mandi atau toilet, di dapur, di ruang cuci bahkan di garasi ataupun di kebun.
 
Produk keran WASSER hadir dengan bentuk klasik yang sederhana bergaya tradisional yang sangat cocok untuk kamar mandi bergaya tradisional atau bergaya etnik. Walapun dirancang dengan bentuk yang sederhana, produk keran WASSER dibuat dengan bahan berkualitas dan disematkan teknologi terkini untuk memberikan produk yang berkualitas, tahan lama, dan kuat.
 
 
SEJARAH KERAN AIR
Pastinya kita yang hidup di zaman modern ini kenal yang disebut ‘keran air’. Keran air seringkali secara salah kaprah ditulis dengan ‘kran air’ sebagai bentuk kata tidak baku. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI online, keran air / ke·ran adalah cerat pancuran (air leding), yang dapat dibuka dan ditutup dengan tutup berulir. Dikutip dari encyclopedia.com, keran adalah alat untuk mengalirkan air dari sistem saluran air. Keran terdiri dari komponen-komponen berikut ini: cerat, gagang, batang pengangkat, kartrid, aerator, ruang pencampur, dan saluran air. Ketika gagang diputar, katup membuka dan mengontrol aliran air. Bodi keran air biasanya dibuat dari kuningan yang dicetak, saat ini kita temukan keran air yang menggunakan bahan seng dan plastik berlapis krom yang dicetak.
 
Umumnya keran air yang digunakan untuk perlengkapan rumah adalah keran air kontrol tunggal atau ganda. Beberapa jenis keran air dengan kontrol tunggal menggunakan inti logam atau plastik, yang dioperasikan secara vertikal. Ada juga yang menggunakan bola logam, dengan segel karet dengan pegas yang tersembunyi di dalam bodi keran air. Keran air dengan kontrol ganda harganya relatif lebih murah dan menggunakan cartridge nilon dengan segel karet. Beberapa keran air menggunakan cartridge disc dari keramik yang dinilai memiliki usia pakai lebih tahan lama.
 
Selama bertahun-tahun, keran air menggunakan dua gagang: satu gagang untuk mengatur air dingin dan satu gagang lagi untuk mengatur air panas. Pada tahun 1937 terjadi peristiwa yang menyebabkan desain keran air berubah dan hadirlah keran bergagang tunggal. Kemudian di tahun 1945, katup bola pertama untuk keran air ditemukan. Katup bola ini berfungsi mengatur pencampuran dan besarnya aliran air secara sederhana dan efektif. Desain ini juga dengan mudah dapat diperbaiki jika rusak.
 
Seiring perkembangan jaman dan teknologi, inovasi keran air juga bermunculan. Saat ini keran air elektronik sudah lazim ditemui dalam kamar mandi di perkantoran dan pusat perbelanjaan modern di kota-kota besar Indonesia. Keran air elektronik muncul pada awal tahun 1980-an untuk tujuan penghematan air dan juga alasan higienis. Pengguna tidak perlu lagi menyentuh keran untuk membuka aliran air. Keran air ini membuka secara otomatis saat sensor infra merah terkena tangan pengguna. Aliran air pun tertutup secara otomatis saat pengguna menarik tangannya menjauh dari keran air yang dioperasikan dengan tenaga baterai ini.

 

0

Latest Reviews

You May Also Like