Wing Nut 92

Harga : Rp. 15.000
Bagikan:  
dilihat
Dilihat
111
berat
Berat
0 gram
min qty
Min. Qty
1

security Transaksi 100% aman

Wing Nut 92
 
Wing Nut 92 merupakan mur merupakan salah satu asesoris penting yang digunakan bersama dengan Tie Rod, berfungsi sebagai sistem pengikat dan pengaman pada panel kolom, bekisting selama proses penuangan beton. Wing Nut 92 terbuat dari bahan baja berkualitas yang tahan lama, kuat, tidak mudah keropos, dan tidak mudah rusak.
 
Panel kolom bekisting merupakan salah satu jenis bekisting yang biasanya digunakan dalam pembuatan dinding bangunan. Panel kolom ini berfungsi sebagai cetakan beton, digunakan untuk mempercepat pengecoran pada pembuatan tiang dan dinding dengan ukuran yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
 
Peralatan bekisting sangat berguna untuk berbagai pekerjaan konstruksi. Selain bisa dipakai berulang ulang, alat bekisting juga lebih kuat dan ramah lingkungan dibandingkan dengan menggunakan kayu. Pemasangan dan pembongkaran bekisting lebih cepat dan rapi, sehingga sangat efisien dari segi waktu dan biaya. Alat-alat bekisting yang digunakan antara lain suri-suri set untuk pengerjaan balok beton, RS/pushpull set untuk pekerjaan kolom, dan selain itu ada siku stopper, hollow, tie rod dan wing nut yang digunakan untuk pekerjaan panel kolom atau pelat lantai.
 
MENGENAI BEKISTING
Bekisting itu sendiri merupakan konstruksi pendukung dalam pekerjaan konstruksi beton, berfungsi sebagai cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beton selama beton dituang dan dibentuk sesuai bentuk yang diinginkan. Bekisting harus dapat dilepas atau dibongkar dengan mudah apabila beton yang dituang telah mencapai kekuatan yang cukup. Bekisting umumnya terbuat dari kayu, besi, aluminum, atau baja.
 
Ada beberapa jenis bekisting yang perlu kita ketahui, antara lain:
  1. Bekisting Tradisional atau Konvensional
Bekisting yang sering digunakan di Indonesia ini umumnya terbuat dari bahan kayu. Bekisting jenis ini digunakan untuk pekerjaan konstruksi bangunan dalam skala kecil seperti bangunan rumah, pembuatan penutup saluran air, atau keperluan beton berukuran kecil. Beksiting tradisional atau konvensional ini memiliki beberapa kekurangan antara lain hanya dapat digunakan satu kali saja pemakaian, memiliki bentuk yang tidak persisi, pemasangan dan pembongkaran bekisting membutuhkan waktu yang lama, penggunaan bahan kayu pada sistem bekisting jenis ini secara terus menerus dapat mengakibatkan kerusakan alam akibat penebangan pohon untuk mendapatkan kayu sehingga memicu terjadinya penebangan liar. Oleh karena kekurangan-kekurangan tersebut, penggunaan bekisting tadisional dengan bahan kayu sudah jarang digunakan terutama di kota-kota besar.
 
  1. Bekisting Sistem
Bekisting yang memiliki konsep sistem yang terdiri atas beberapa bagian yang berbedayang kemudian dirancang sesuai dengan kegunaan untuk kemudian dirakit sesuai dengan kebutuhan sampai menjadi satu kesatuan bekisting yang utuh. Penggunaan bekisting sistem ini lebih sering digunakan karena lebih efektif untuk digunakan baik dalam konstruksi skala kecil maupun skala besar. Sistem bekisting menghasilkan bentuk dan ukuran beton yang lebih presisi, mudah untuk dipasang dan dibongkar, serta dapat digunakan berulang-ulang.
 
  1. Bekisting Fiberglass
Bekisting modern yang terbuat dari material fiberglass. Bekisting jenis ini tahan terhadap air, tidak mudah berkart, ringan, mudah dibersihkan, mudah dipasang dan dibongkar, serta ramah lingkungan. Bekisting fiberglass sering digunakan untuk konstruksi bawah tanah.
 
Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan pada pemakaian bekisting dalam suatu pekerjaan konstruksi beton:
  1. Aspek pertama adalah kualitas bekisting yang akan digunakan harus tepat dan layak serta sesuai dengan bentuk pekerjaan struktur yang akan dikerjakan. Permukaan bekisting yang akan digunakan harus rata sehingga hasil permukaan beton baik.
  2. Aspek kedua adalah keamanan bagi pekerja konstruksi tersebut, maka bekisting harus cukup kuat menahan beton agar beton tidak runtuh dan mendaangkan bahaya bagi pekerja sekitarnya
  3. Aspek yang ketiga adalah biaya pemakaian bekisting yang harus direncanakan seekonomis mungkin
 
Dari sisi bahan dan cara pengerjaannya, ada beberapa persyaratan bekisting agar pengecoran beton bertulang dapat berjalan dengan baik, Diantaranya yaitu:
  1. Bahan yang digunakan harus keras dan kuat menahan beban kesamping dan beban dari atas.
  2. Bahan yang digunakan harus seefisien mungkin sesuai dengan anggaran yang tersedia.
  3. Bahan yang digunakan aman bagi pekerja (tukang) dan mudah dalam pengerjaannya.
  4. Bahan yang digunakan diperlukan waktu yang tidak terlalu lama sehingga dapat menghemat biaya tenaga kerja.
  5. Khusus bekisting konvensional, gunakan bahan yang baru akan lebih baik hasilnya.
  6. Sistem pengerjaannya harus menggunakan tenaga ahli profesional agar menghasilkan jenis pekerjaan yang berkualitas baik.
  7. Mudah dibuka dan tidak lengket
  8. Kedap air dan tidak mudah bocor
  9. Bahan yang digunakan untuk pembuatan bekisiting harus presisi

 

0

Latest Reviews

You May Also Like