RANGKA ATAP KAYU vs BAJA RINGAN

Table Of Contents

    Saat ini penggunaan rangka atap baja ringan sedang marak. Para pemilik rumah tinggal yang sudah melewati usia pakai 20 tahun, biasanya mulai memikirkan untuk mengganti rangka atap yang umumnya dibuat dari kayu dengan rangka atap baja ringan.

    Rangka atap baja ringan yang umum digunakan memiliki profil penampang C, selain profil penampang L dan kotak (hollow). Profil ini bertujuan meningkatkan kemampuan menahan gaya tekan.

    Rangka atap kayu mulai ditinggalkan orang karena umumnya rentan terhadap serangan hama kayu, khususnya rayap. Serangan rayap sudah mulai memasuki tahap mengkhawatirkan. Mereka dapat menyerang struktur kayu bangunan dan rumah tanpa pandang bulu. Rumah besar, kecil, bertingkat maupun satu lantai, tetap saja diserangnya.

    Sebelum kita menggantikan rangka atap kayu dengan baja ringan, ada baiknya jika kita membahas perbedaan dari kedua material tersebut.

     

    Kelebihan dan Kekurangan Rangka Atap Kayu:

    1. Kuat terhadap gaya Tarik, tekan serta momen lengkung.

     

    1. Bersifat elastis dan fleksibel. Tahan terhadap arah beban yang tegak lurus terhadap arah serat kayu.

     

    1. Harga relatif cukup murah.

     

    1. Mudah dikerjakan dan tidak perlu terlalu presisi.

     

    1. Tidak memerlukan tenaga ahli khusus.

     

    1. Material kayu lebih mudah terbakar.

     

    1. Dapat berubah bentuk (melengkung karena memuai, menyusut maupun retak) jika terkena perubahan cuaca langsung.

     

    1. Mudah terserang hama kayu. Perlu proses pelapisan bahan kimia anti rayap.

     

    1. Bobotnya lebih berat sehingga membebani struktur di bawahnya.

     

    1. Mudah berjamur dan lapuk jika terkena kelembaban maupun hujan dan panas langsung.

     

    1. Tahan karat.

     

    1. Usia pakainya relatif lebih pendek dibandingkan rangka atap baja ringan.

     

    Sekarang mari kita bahas si baja ringan.

     

    Kelebihan dan Kekurangan Rangka Atap Baja Ringan:

    1. Kuat terhadap gaya tekan antara 650 MPA hingga 920 MPA.

     

    1. Kurang fleksibel dibandingkan kayu.

     

    1. Harga tidak dapat dikatakan murah.

     

    1. Perlu pengerjaan yang presisi, karena jika tidak, struktur lainnya pun terganggu.

     

    1. Memerlukan tenaga yang ahli.

     

    1. Lebih sulit terbakar dan lebih tahan api.

     

    1. Nilai pemuaian dan penyusutannya sangat kecil sehingga tidak berubah bentuk.

     

    1. Tidak dapat diserang hama kayu.

     

    1. Bobotya lebih ringan sehingga tidak membebani struktur di bawahnya.

     

    1. Tahan terhadap jamur dan pelapukan.

     

    1. Tidak tahan korosi karat jika zat pelapisnya failed.

     

    1. Usia pakainya relatif lebih panjang dibandingkan rangka atap kayu.

     

    Berikutnya kita akan bahas: apakah rangka baja ringan ini memang betul tanpa masalah?

    Media

    Klopmart

    KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

    Inspirasi Lainnya

    10 Model Plafon Minimalis Terbaru untuk Inspirasi Desain Interior Anda

    Atap & Lantai

    10 Model Plafon Minimalis Terbaru untuk Inspirasi Desain Interior Anda

    Selengkapnya
    Cara Mengukur Kuda-Kuda Baja Ringan dengan Rumus yang Tepat

    Atap & Lantai

    Cara Mengukur Kuda-Kuda Baja Ringan dengan Rumus yang Tepat

    Selengkapnya
    5 Cara Menghitung Kebutuhan Atap Spandek dengan Akurat

    Atap & Lantai

    5 Cara Menghitung Kebutuhan Atap Spandek dengan Akurat

    Selengkapnya