Tabel Konversi Umur Beton dan Cara Mengkonversinya

Apakah Anda tahu tentang tabel konversi umur beton? Kita tahu bahwa beton merupakan bahan yang sering digunakan dalam berbagai aspek kehidupan kita, khususnya dalam hal konstruksi bangunan. Hal ini karena beton merupakan bahan paling kuat yang tidak akan mudah diruntuhkan. Meskipun memiliki daya tahan yang kuat dalam berbagai keadaan, beton juga memiliki batasan umur dan harus diperkuat dalam beberapa puluh tahun ke depan. Untuk mengetahui batasan umur suatu beton, Anda dapat menghitungnya dengan tabel konversi umur beton yang akan dijelaskan di bawah ini. 

Apa Saja Klasifikasi Mutu Beton?

Namun sebelum menghitung umur suatu beton, Anda perlu mengetahui bahwa beton dibagi menjadi tiga klasifikasi, yakni kelas I, kelas II dan kelas III.

 

Mutu beton kelas I adalah kelas paling rendah yang biasanya digunakan dalam pembuatan konstruksi jalanan. Dikatakan kelas bawah karena dalam pengerjaannya tidak relatif tidak membutuhkan keahlian atau kemampuan khusus dan terdiri dari K-100, K-125, K-150, K-175 dan K-200.

 

Mutu beton Kelas II adalah kelas menengah yang penggunaannya sering ditujukan untuk membangun rumah bertingkat dua atau tiga. Mutu beton kelas II harus dikerjakan oleh orang yang sudah ahli dan berpengalaman dalam konstruksi bangunan. Mutu beton menengah ini terdiri dari K-225, K250 dan K-275.

 

Terakhir, mutu beton kelas III di peruntukkan untuk konstruksi area parkir kendaraan berat seperti truk tronton dan landasan pesawat. Dalam pengerjaannya, beton kelas ini harus dikerjakan oleh seorang ahli yang berpengalaman dengan pengawasan yang sangat ketat. Mutu beton kelas III terdiri dari K-325, K-350, K-450 dan K-500.

 

Baca Juga: Tabel Mutu Beton yang Harus Dipahami oleh Kontraktor

Bagaimana Cara Konversi Umur Beton?

Menghitung umur suatu beton tidak dianjurkan langsung dilakukan pada hari pertama beton dibuat. Selain karena beton yang masih basah, kekuatan desak beton baru akan maksimal setelah dibiarkan selama 28 hari. Perhitungan konversi umur beton dilakukan dengan mengalikan angka konversi yang sudah dikeluarkan oleh SNI. Berikut ini adalah tabel angka konversi beton.

 

Umur Beton (Hari)

Angka Konversi

3

0,46

7

0,70

14

0,88

21

0,96

28

1,00

 

Pengujian beton dilakukan dengan membuat benda uji berbentuk silinder yang memiliki diameter ukuran 15 cm dan tinggi 30 cm. Selain itu Anda juga bisa menggunakan benda uji beton berbentuk kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm. Sebagai contoh, hasil uji kuat tekan beton umur 3 hari adalah 7,5 Mpa. Jadi berapa prediksi kuat tekan beton pada umur 28 hari? Di bawah ini adalah penjabarannya. 

 

Fc 28 hari     = fc 3 hari / angka konversi

        = 7,5 / 0,46

        = 16,3 Mpa

 

“Lalu bagaimana cara menghitung umur beton saat angka konversinya tidak terdapat pada tabel?”, mungkin Anda bertanya demikian. Tentu saja para praktisi memiliki cara lain untuk menghitung umur beton tersebut. Biasanya mereka akan menggunakan interpolasi linear. 

 

Demikian cara mengetahui umur dari sebuah beton. Jika Anda bingung, tidak apa-apa. Anda dapat menyerahkan perhitungan umur beton kepada seseorang yang ahli di bidangnya. Apabila Anda sedang mencari bahan beton yang siap Anda gunakan, Anda dapat membelinya di KlopMart. Decon beton instan adalah beton siap jadi yang hanya perlu ditambahkan air dan dicampur dengan baik, lalu siap untuk digunakan. Kuat tekannya pun berbeda-beda dan dapat dipilih sesuai kebutuhan Anda. Untuk membelinya, Anda tinggal membuka website KlopMart, memilih kategori “Semen” pada kategori “Construction”. Selanjutnya tinggal pilih produk dengan nama “Decon Beton Instan”. Semoga perhitungan konversi umur beton di atas dapat memberikan pengetahuan tambahan bagi Anda.


Cek harga klik disini
Media
Admin Klopmart
28 Des 2021

Related Article