11 Desain Ruang Belajar Anak yang Menyenangkan

Memilih desain ruang belajar anak yang tepat dapat menunjukkan bentuk perhatian Anda kepada sang buah hati. Anda tidak hanya menyekolahkan anak di tempat yang bagus atau mendaftarkan mereka di tempat kursus terbaik. Ruang belajar yang menyenangkan dan nyaman di rumah pun dapat meningkatkan kemampuan belajar anak Anda.

Membangun ruang belajar anak bukan perkara yang mudah. Anda harus memiliki desain yang tepat supaya anak tetap fokus selama belajar. Klopmart memiliki berbagai rekomendasi desain ruang belajar yang bisa diterapkan di rumah Anda. Langsung simak saja artikel ini untuk melihat desainnya.

11 Desain Ruang Belajar Anak untuk Diterapkan di Rumah Anda

Ada dua kebimbangan yang dirasakan ketika hendak membangun ruang belajar anak. Pertama, Anda tidak boleh membangun ruang belajar dengan desain yang terlalu ramai karena anak bisa teralihkan ketika belajar di rumah. Kedua, desain yang terlalu sepi dan monoton justru akan membuat anak mudah merasa bosan ketika belajar.

Anda pun mulai bingung menentukan desain ruang belajar yang menyenangkan untuk mereka. Selain itu, Anda pun harus memutuskan lokasi ruang belajar tersebut, apakah harus di kamar tidur atau dibuat di ruangan tersendiri.

Lantas, bagaimana desain ruang belajar anak yang bisa diterapkan di rumah? Cobalah melihat inspirasi di bawah ini untuk menciptakan ruang belajar yang menyenangkan bagi buah hati Anda.

1. Aksen Natural serba Hijau

Aksen Natural serba Hijau

Dekorasi berupa daun, pohon, padang rumput atau pemandangan alam yang sejuk bisa menjadi pilihan tepat untuk ruang belajar anak. Desain ini terkesan timeless daripada menggunakan aksen yang kekanak-kanakan, apalagi anak cepat bosan dengan karakter favoritnya. Anda bisa menggunakan wallpaper atau sekadar meletakkan tanaman hias di beberapa bagian ruang belajar, khususnya meja dan rak buku.

Baca juga: Bagaimana Cara Memasang Rak Dinding Tanpa Paku?

2. Ruang Belajar serba Pink

Ruang Belajar serba Pink

Warna merah muda sangat ideal bagi Anda yang memiliki anak perempuan. Anda tidak perlu memasang karakter kesayangannya, cukup cat ruang belajar dengan warna yang lembut ini. Tidak ada salahnya memasang sedikit mainan atau dekorasi di beberapa sudut untuk membantu anak dalam berpikir kreatif, contohnya tenda kecil di sudut ruangan.

3. Warna Biru yang Menenangkan

Warna Biru yang Menenangkan

Bagaimana dengan anak laki-laki? Anda tentu bisa membuat ruang belajar dengan nuansa serba biru untuknya. Warna ini mengandung ketenangan sehingga bisa meningkatkan konsentrasi mereka selama belajar. Tambahkan pula furnitur bernuansa minimalis supaya ruang belajar tidak terkesan terlalu ramai. Sama seperti kamar belajar anak perempuan, Anda pun dapat menambahkan dekorasi dan mainan untuk menambah semangat belajarnya.

4. Ruang Belajar dengan Jendela Besar

Ruang Belajar dengan Jendela Besar

Jendela besar dapat mendorong masuknya pencahayaan alami ke dalam ruangan. Fitur ini sangat berguna supaya si kecil tidak terlalu jenuh saat belajar. Ketika merasa lelah, mereka juga bisa ‘cuci mata’ dengan melihat pemandangan di balik komputernya. Ciptakan kesan ceria pada ruangan dengan menambahkan warna kuning atau jingga pastel yang hangat supaya tidak terkesan monoton.

Baca juga: Ragam Jenis Jendela Pada Konstruksi Bangunan

5. Aksen Geometris di Dinding

Aksen Geometris di Dinding

Anak pun pasti menyukai aksen geometris seperti heksagon, persegi, dan sebagainya. Aksen ini dapat menciptakan ruang belajar yang nyaman dan unik. Setiap unsur geometrisnya pun bisa diwarnai dengan cat warna yang berbeda agar lebih menarik. Anda bisa menambahkan furnitur berupa meja dan kursi ergonomis khusus anak yang selaras dengan nuansa ruang belajar secara keseluruhan.

Baca juga: 5 Jenis Kayu Olahan Untuk Furniture yang Bisa Menjadi Pilihan Anda

6. Ruang Belajar ala Kantor Kecil

Ruang Belajar ala Kantor Kecil

Si Kecil lagi suka meniru Anda selama bekerja di rumah? Tentu Anda bisa mewujudkan imajinasi mereka dengan menyediakan sudut belajar ala kantor. Anda bisa memilih meja belajar yang dipadukan dengan lemari atau kursi kantor mini untuk diterapkan di kamar belajar mereka. Tambahkan pula dekorasi berupa karpet dan aksesoris dinding supaya mereka lebih betah selama belajar.

7. Warna Pastel yang Lembut

Ruang Belajar ala Kantor Kecil

Anda pasti berpikir bahwa warna putih terlalu monoton sehingga Si Kecil mudah merasa bosan ketika belajar. Solusinya, Anda bisa menghadirkan warna pastel yang lembut, tetapi tidak terlalu mencolok. Warna pastel ini bisa diterapkan hanya di furnitur seperti rak dinding, meja, atau kursi sehingga tidak terkesan ramai dan saling bertabrakan.

Baca juga: Ini Cara Membuat Rak Buku dari Triplek Bekas Agar Hemat

8. Kombinasi Ruang Belajar Bersama

Kombinasi Ruang Belajar Bersama

Pilihan desain ini sangat pas untuk diterapkan untuk anak laki-laki dan perempuan yang selalu kompak. Anda dapat menerapkan warna netral seperti kayu atau menerapkan dua warna dalam satu ruangan secara berdampingan. Namun, pastikan pula warna yang dipadukan tetap serasi sehingga tidak terkesan menabrak, seperti biru dan merah muda atau hijau dan jingga. Konsep ruang belajar ini pasti membuat mereka lebih bersemangat untuk belajar bersama.

9. Ruang Belajar Gaya Skandinavia

Ruang Belajar Gaya Skandinavia

Siapa bilang gaya kontemporer seperti Skandinavia atau industrialis hanya bisa diterapkan di ruang tamu? Anda justru bisa menerapkannya di ruang belajar anak tanpa harus terkesan membosankan. Cukup terapkan penggunaan cat putih serta perabotan berbahan kayu sebagai elemen dasarnya, lalu Anda bisa menambahkan dekorasi berupa karpet untuk menunjang keindahannya.

Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Lampu LED dalam Ruangan

10. Ruang Belajar Gaya Industrial

Ruang Belajar Anak Gaya Industrial

Inspirasi desain modern lainnya adalah gaya industrial yang cocok diterapkan untuk anak yang mulai beranjak remaja. Anda bisa menerapkan gaya ini di ruang belajar dengan memasang batu bata di area dekat jendela. Tambahkan pula aksen monokrom dan kayu di beberapa furnitur untuk menonjolkan kesan industrial tersebut. Mereka akan merasa seolah-olah sedang belajar di kafe di ruang belajar ini.

11. Ruang Belajar Desain Klasik

Ruang Belajar Gaya Klasik

Desain bergaya klasik tetapi tetap kontemporer pun bisa diterapkan dalam ruang belajar. Anda bisa memanfaatkan sudut ruang belajar yang lebar untuk menaruh rak buku, dekorasi, dan barang lainnya. Kesan kontemporer pun dapat diterapkan pada kombinasi ruang belajar dan kamar tidur sehingga lebih menonjol.

Selain menentukan desain ruang belajar anak, Anda juga perlu memilih material yang tepat untuk membangunnya. Pemilihan material yang baik dapat meningkatkan kualitas sebuah ruang belajar anak. Alhasil, kenyamanan anak selama belajar pun meningkat sehingga mereka bisa fokus, terutama saat menjelang ujian kenaikan kelas atau ujian kelulusan.

Klopmart merekomendasikan gipsum sebagai material yang wajib ada untuk membangun ruang belajar anak. Material ini sangat diandalkan sebagai pelapis dinding untuk memasang wallpaper sesuai desain ruang belajar anak yang diinginkan. Anda bisa mendapatkan produk ini dengan mudah di Klopmart karena kami jual gypsum terdekat bagi yang tinggal di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

Produk gipsum yang tersedia di Klopmart terdiri dari berbagai merek yang kredibel, mulai dari Jayaboard, APlus, dan GRC. Walaupun berukuran ringan, performa gipsum tetap terjaga sehingga dapat bertahan lama di ruang belajar mereka. Ayo, hubungi kami segera untuk mendapatkan gipsum terbaik dan kami akan mengirimkannya langsung ke rumah Anda. Mudahkan pengalaman berbelanja bahan bangunan secara online dan bebas ongkir hanya di Klopmart.

Semoga artikel ini dapat menjadi inspirasi bagi Anda yang sedang mencari desain ruang belajar anak yang menyenangkan untuk diterapkan di rumah.

Sumber:

  • https://www.dekoruma.com/artikel/114612/inspirasi-ruang-belajar 
  • https://www.rumah123.com/panduan-properti/tips-properti-96733-ruang-belajar-anak-id.html 
  • https://parboaboa.com/desain-ruang-belajar-anak

Cek harga klik disini
Media
Admin Klopmart
29 Sep 2022

Related Article