6 Cara Memasang Hebel dengan Mortar yang Tepat

Bata Hebel atau Bata Ringan adalah jenis bahan bangunan yang terbuat dari berbagai jenis bahan antara lain semen, pasir, gypsum, chemical foam, pasta aluminium, kapur, dan air. Lalu, bagaimana cara memasang bata hebel dengan mortar?

Pemasangan bata hebel dengan mortar lebih cepat dan mudah karena tidak memerlukan siar atau campuran semen dan pasir yang banyak. 

Berikut ini adalah cara memasang bata hebel dengan mortar yang baik dan benar yang bisa Anda ikuti agar tidak mengalami kesalahan ketika pemasangan.


Cara Memasang Hebel dengan Mortar

Batu bata hebel yang dibuat atau diproses dengan mesin dan teknik modern memiliki bobot yang jauh lebih ringan dibandingkan batu bata biasa, yaitu batu bata merah. Karena bobotnya yang lebih ringan, bata hebel saat ini menjadi salah satu pilihan utama saat membuat bangunan, termasuk saat membangun rumah.

Selain ringan, ukuran batu bata hebel jauh lebih besar dari jenis batu bata lainnya, termasuk batu bata merah. Bata hebel yang beredar di pasaran Indonesia saat ini umumnya memiliki ukuran panjang 60 sentimeter, lebar 20 sentimeter, dan rata-rata tebal 10 sentimeter (cm). Ada juga dapat melihat perbandingan harga antara batu bata merah dengan bata hebel secara detail melalui artikel berikut "harga bata bata merah vs bata habel".

Dengan kondisi tersebut, proses konstruksi bangunan menggunakan material bata hebel bisa lebih cepat hingga 40%. Berbeda dengan batu bata merah yang lebih membutuhkan campuran pasir dan semen saat dipasang, batu bata Hebel hanya membutuhkan semen mortar atau semen instan.

Berikut ini adalah cara memasang bata hebel dengan mortar yang bisa Anda ikuti:

1. Pastikan Komposisi Air Dalam Mortar Sesuai

Mortar merupakan bahan semen instan yang sudah memiliki komposisi yang lengkap. Dengan begitu, cara memasang bata hebel dengan mortar yang pertama yaitu Anda tidak perlu mencampurnya lagi dengan bahan lain seperti pasir, kerikil, atau yang lainnya.

Anda hanya perlu memadukan mortar dengan komposisi air yang tepat. Untuk komposisi penggunaan air dan mortar yang ideal adalah 1:2. Pastikan adonan mortar tersebut kental dan tidak encer.

Baca juga: 7 Fungsi Mortar dalam Pengerjaan Konstruksi Bangunan

2. Rendam Hebel Selama 1 Jam Sebelum Digunakan

Untuk dapat melindungi kualitas hebel agar tidak mudah retak dan selalu kuat, maka diperlukan kelembaban yang tepat. Untuk melindungi kelembabannya, Anda harus merendam hebel dalam tangki berisi air.

Cara ini akan membuat kualitas hebel menjadi lebih baik dan lebih mudah dipasang. Dengan begitu, kualitas bahan bangunan akan selalu terjamin.

3. Buat Ketebalan Pemasangan Sekitar 1-3 mm

Saat menempatkan hebel, Anda disarankan untuk memperhatikan ketebalan semen yang digunakan sebagai salah satu cara memasang bata hebel dengan mortar yang baik. Perlu di catat bahwa ketebalan semen tidak boleh melebihi 1-3 mm.

Penggunaan semen yang berlebihan akan menyebabkan semen terbuang secara percuma selama sistem pengeringan. Kondisi ini dapat menyebabkan dinding menjadi tidak rata.

Selain itu, hal ini juga akan mengganggu sistem plesteran nantinya. Maka dari itu, Anda harus memperhatikan ketebalan semen yang tepat.

Baca juga: Semen Instant dan 7 Kegunaannya dalam Struktur Bangunan

4. Gambar Garis Besar Untuk Pedoman Selama Proses Instalasi

Untuk mempermudah proses instalasi nantinya, sebaiknya Anda membuat garis sebagai pedoman khusus terlebih dahulu. Garis ini dibuat sebagai pengikat pada struktur hebel agar selalu kuat.

Banyak sekali cara memasang garis pedoman yang bisa Anda tiru, namun kebanyakan yang sering digunakan adalah yang berbentuk 1/2 hebel, di mana garis pedoman dipasang pada posisi tengah hebel.

5. Basahi Bata Hebel Sebelum Memulai Proses Plesteran

Setelah proses pemasangan selesai, Anda harus menunggu lebih dari satu kali agar semen benar-benar kering sebelum memulai proses plesteran.

Sehari sebelum proses plesteran, basahi dinding terlebih dahulu. Saat ingin memulai proses plesteran, Anda juga harus terlebih dahulu membasahi permukaan dinding sebelum memulai proses plesteran.

Baca juga: 6 Cara Plester Tembok yang Baik dan Benar

6. Jaga Agar Tembok Tetap Basah Selama 3 Hari Berturut-Turut

Air merupakan komponen penting untuk meningkatkan kekuatan semen dan menjaga sistem plesteran dapat selesai dengan baik. Basahi dinding sekali sehari selama sekitar 3 hari. Proses ini harus dilakukan agar dinding tidak mudah retak dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Jika Anda sedang mencari material MU-380, Anda bisa menemukannya di Klopmart. Semoga artikel tentang cara memasang bata hebel dengan mortar ini dapat mebantu proses kontruksi yang sedang Anda jalani.


Media

Klopmart

KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Inspirasi Lainnya

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Besi Bangunan

4 Cara Agar Besi Tidak Berkarat yang Jarang Diketahui

Selengkapnya
7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Tips & Trik

7 Cara Cuci Karpet Bulu Rasfur yang Benar Agar Lebih Awet

Selengkapnya
6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Tips & Trik

6 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sofa secara Praktis dan Hasil Kinclong

Selengkapnya