Seiring perkembangan zaman, dak beton kini sudah menjadi kebutuhan. Untuk rumah dengan gaya arsitektur minimalis di perkotaan, dak beton merupakan pilihan untuk digunakan sebagai area multifungsi mengingat minimnya lahan. Dak beton dapat digunakan sebagai area menjemur pakaian, kebun hidroponik, area duduk, dan sebagainya.

Masalah yang biasanya terjadi pada dak beton Anda adalah kebocoran. Kebocoran ini disebabkan oleh dua hal:

  1. Adanya genangan air pada dak beton.

 

  1. Adanya retakan pada permukaan dak beton.

 

Kali ini kita akan membahas dak beton yang bocor akibat adanya genangan air di atasnya.

Biasanya genangan air ini terjadi setelah hujan dan disebabkan oleh dua hal:

  1. Saluran drainase (pembuangan) yang tidak lancar atau bahkan tersumbat karena sampah daun kering atau sampah-sampah lain yang terbawa angin ke dak beton Anda. Kertas dan benang layangan juga berpotensi menghambat saluran drainase! Jika dak beton Anda cukup luas, kemungkinan lubang saluran drainasenya kurang banyak, sehingga walaupun salurannya lancar, tetap tidak sanggup mengalirkan volume air yang terlalu banyak.

 

  1. Kesalahan pembuatan levelling dak beton sehingga memiliki kemiringan di bawah 2%. Atau kemiringannya tidak merata. Kesalahan ini menyebabkan air hujan tidak mengalir ke saluran drainase tetapi malahan terkumpul di satu atau beberapa bagian pada permukaan dak.

 

Air akan selalu mencari area yang lebih rendah untuk mengalir. Begitu juga dengan air yang tergenang ini, lama-kelamaan air akan mengikis permukaan plesteran dan merembes masuk ke struktur beton. Bermula dari sedikit, lama kelamaan ruangan di bagian bawah dak akan berjamur. Setelah air mengering, pada bagian yang tergenang tadi cepat atau lambat akan ditumbuhi lumut. Ini tanda bahwa ada kelembaban pada permukaan beton akibat rembesan air. Semakin lama, dak beton Anda akan bocor dan air menetes turun!

 

Beberapa cara menghilangkan genangan air pada dak beton:

  1. Ratakan permukaan dak beton dengan plesteran. Perhatian ekstra untuk membuat kemiringan 2% yang merata menuju lubang saluran drainase. Kemiringan 2% ini adalah adanya perbedaan ketinggian permukaan sebanyak 2 cm untuk setiap bentangan 100 meter.

 

  1. Jika lubang saluran drainase Anda kurang, tambahkan dengan membuat lubang dan saluran drainase baru sambil memperbaiki levelling dak beton Anda.

 

  1. Gunakan waterproofing berbahan dasar polyurethane (PU). Sebaiknya tidak menggunakan waterproofing berbahan dasar cement karena tidak tahan terhadap paparan sinar matahari.

 

  1. Lakukan waterproofing secara berkala. Minimal setahun sekali.

 

  1. Bersihkan saluran drainase secara rutin dan berkala. Pastikan bersih dari sampah yang menghalangi pembuangan air hujan.

 

  1. Pastikan juga saluran drainase bawah juga bersih dan lancar. Jika ujung akhir saluran pembuangan ini terhambat, maka otomatis akan menyebabkan terhambatnya saluran drainase dak beton Anda.

 

 

Nah, setelah dak beton Anda bebas dari genangan air, diharapkan kebocoran pun terhenti.

Selamat mencoba!

  • By Admin
  • 15/05/2018

Recent Article

7 CARA MERAWAT MATA BOR

Kita perlu merawat mata bor yang kita pergunakan. Setiap benda buatan ...

7 CHECK POINT MENGHADAPI MUSIM HUJAN

7 Check Point Menghadapi Musim Hujan Musim hujan tiba, terlepas kit ...

MERAWAT RUMAH SELAMA MUSIM HUJAN

Karena musim hujan sudah tiba, berikut beberapa tips merawat rumah yan ...

JENIS-JENIS MATA BOR

Setelah kita mengerti cara memilih mesin bor yang tepat sesuai keperlu ...

Trending Article

7 CARA MERAWAT MATA BOR

Kita perlu merawat mata bor yang kita pergunakan. Setiap benda buatan ...

7 CHECK POINT MENGHADAPI MUSIM HUJAN

7 Check Point Menghadapi Musim Hujan Musim hujan tiba, terlepas kit ...

MERAWAT RUMAH SELAMA MUSIM HUJAN

Karena musim hujan sudah tiba, berikut beberapa tips merawat rumah yan ...

JENIS-JENIS MATA BOR

Setelah kita mengerti cara memilih mesin bor yang tepat sesuai keperlu ...