Kebakaran adalah peristiwa bencana yang kerap terjadi di Indonesia. Sangat disayangkan bahwa, sebagian bencana ini disebabkan oleh kelalaian manusia. Berarti kesadaran dan mentalitas kita dalam hal safety masih harus ditingkatkan lagi. Yang kita lihat dalam masyarakat itu adalah sikap masa bodoh terhadap safety.

Dalam hal Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, kesadaran kita untuk minimal mengerti cara-cara menangani korban juga masih harus ditingkatkan.

Berkaitan dengan kebakaran, mari kita perhatikan cara-cara menangani luka bakar. Siapa tahu ada anggota keluarga atau orang di sebelah Anda yang menjadi korban. Mungkin pasangan kita atau malah kita sendiri terkena percikan minyak panas saat menggoreng, atau terguyur air panas saat sedang menyeduh kopi.

Hal pertama yang perlu dilaukan saat mendapati korban dengan luka bakar adalah periksa tingkat luka bakar. Hal ini perlu untuk mengetahui jenis pertolongan apa yang diperlukan!

1.Segera padamkan api pada korban

  • Jauhkan korban dari sumber api atau sumber panas.
  • Jika ada api yang membakar pakaian korban, lakukan ‘stop, drop, and roll’: minta korban berhenti berlari, menjatuhkan diri dan berguling di tanah untuk memadamkan api.
  • Lepaskan baju yang terbakar. Jika menempel pada kulit, potong/robek di sekeliling area tersebut.

2.Lepaskan perhiasan, sabuk dan pakaian yang melekat, karena luka bakar cepat membengkak.

 

Luka Bakar Tingkat 1 adalah kategori luka bakar ringan. Kerusakan hanya terjadi pada lapisan kulit yang terluar. Biasanya terlihat berupa ruam kemerahan, sedikit bengkak dan rasa perih pada area luka.

  1. Dinginkan luka. Siram dengan air mengalir atau rendam dalam air biasa hingga rasa sakitnya mereda. Dapat menggunakan kompres jika air mengalir tidak tersedia.
  2. Lindungi luka bakar. Tutupi dengan kain kasa atau kain bersih yang bersih. Jangan diolesi pasta gigi atau mentega, karena dapat memicu terjadinya infeksi!
  3. Redakan rasa sakitnya, jika tidak tertahankan dengan obat pereda sakit.
  4. Bawa ke dokter jika ditemui gejala infeksi seperti rasa sakit yang meningkat, luka membengkak dan disertai demam.

 

Luka Bakar Tingkat 2 biasanya terlihat berupa luka melepuh, bengkak, noda kemerahan atau putih pada kulit dan disertai rasa sakit. Jika area luka tidak lebih dari 7,5 cm (3 inchi), maka termasuk luka bakar ringan. Jika area luka lebih besar, maka termasuk luka bakar berat.

  1. Dinginkan luka. Rendam dalam air biasa selama 10 – 15 menit. Dapat menggunakan kompres jika air tidak tersedia.
  2. Lindungi luka bakar. Tutupi secara longgar dengan perban. Jangan diolesi pasta gigi atau mentega karena dapat memicu infeksi. Jangan pecahkan gelembung kulit yang melepuh!
  3. Cegah dari shock. Kecuali jika korban terluka di kepala, leher, atau kaki:
    • Rebahkan korban mendatar
    • Posisikan kaki 30 cm lebih tinggi dari badan
    • Posisikan area yang terluka lebih tinggi dari jantung
    • Tutupi korban dengan selimut supaya nyaman
  4. Hubungi dokter atau rumah sakit.

 

Luka Bakar Tingkat 3 adalah luka bakar berat. Kerusakan terjadi pada lapisan kulit, jaringan lemak hingga otot dan tulang. Terlihat berwarna pucat karena kering, mereah atau bahkan hitam karena hangus. Bahkan dapat terjadi hingga tidak merasakan sakit di area tersebut, karena ujung-ujung syaraf yang sudah rusak.

  1. Hubungi dokter atau rumah sakit untuk meminta pertolongan
  2. Lindungi area luka bakar secara longgar dengan perban atau lembaran kain yang tidak menempel di luka. Pisahkan jari-jari yang terbakar dengan dengan kain kasa bersih. Jangan rendam dalam air dan jangan olesi dengan pasta gigi atau mentega karena dapat memicu infeksi.
  3. Cegah dari shock. Kecuali jika korban terluka di kepala, leher, atau kaki:
    • Rebahkan korban mendatar
    • Posisikan kaki 30 cm lebih tinggi dari badan
    • Posisikan area yang terluka lebih tinggi dari jantung
    • Tutupi korban dengan selimut supaya nyaman
    • Jika saluran nafasnya luka, jangan taruh bantal dibawa kepala karena dapat menyebabkan tertutupnya saluran nafas.
    • Jika bagian wajah yang terluka, dudukkan korban hingga pertolongan medis datang.

 

Mencegah tetap saja lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, kita perlu mewaspadai kemungkinan penyebab kebakaran di sekitar kita. Tips-tips pencegahan kebakaran di rumah dapat Anda temukan di sini.

  • By Admin
  • 03/05/2018

Recent Article

7 CARA MERAWAT MATA BOR

Kita perlu merawat mata bor yang kita pergunakan. Setiap benda buatan ...

7 CHECK POINT MENGHADAPI MUSIM HUJAN

7 Check Point Menghadapi Musim Hujan Musim hujan tiba, terlepas kit ...

MERAWAT RUMAH SELAMA MUSIM HUJAN

Karena musim hujan sudah tiba, berikut beberapa tips merawat rumah yan ...

JENIS-JENIS MATA BOR

Setelah kita mengerti cara memilih mesin bor yang tepat sesuai keperlu ...

Trending Article

7 CARA MERAWAT MATA BOR

Kita perlu merawat mata bor yang kita pergunakan. Setiap benda buatan ...

7 CHECK POINT MENGHADAPI MUSIM HUJAN

7 Check Point Menghadapi Musim Hujan Musim hujan tiba, terlepas kit ...

MERAWAT RUMAH SELAMA MUSIM HUJAN

Karena musim hujan sudah tiba, berikut beberapa tips merawat rumah yan ...

JENIS-JENIS MATA BOR

Setelah kita mengerti cara memilih mesin bor yang tepat sesuai keperlu ...