RISHA: Solusi Bangun Rumah Minim Budget

RISHA: Solusi Bangun Rumah Minim Budget

Setiap tahun, laju kebutuhan akan rumah tinggal adalah sekitar 3,5%. Belum lagi jika melihat harga property dan biaya pembangunan rumah yang semakin hari semakin tinggi. Hal ini membuat tantangan tersendiri bagi sebagian besar generasi muda Indonesia. Rata-rata tingkat penghasilan tidak sesuai dengan lonjakan harga rumah.

Usaha menjawab tantangan ini sudah dan sedang dilakukan oleh pemerintah. Balai Penelitian dan Pengembangan (Batlibang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sejak tahun 2004 mengembangkan sebuah teknologi pembangunan rumah yang bisa dikerjakan secara cepat, praktis, dan dapat diperoleh dengan harga terjangkau.

Saat ini mereka berhasil mengembangkan sebuah konsep hunian murah dan cepat bangun: RISHA, yaitu singkatan dari Rumah Instan Sederhana Sehat. Mengutip laman E-Produk Litbang PUPR, dengan biaya hanya sekitar 50 juta, sebuah rumah tipe 36 dengan konsep RISHA ini dapat Anda miliki lengkap dengan kamar mandinya.

 

 

Setiap panel itu digabungkan membentuk struktur rumah dengan menggunakan mur dan baut galvanis. Walaupun begitu, RISHA diklaim cukup tahan gempa dan sudah mengantungi sertifikat SNI (standar Nasional Indonesia) sebagai rumah layak huni. RISHA awalnya digunakan untuk memulihkan pemukiman yang terkena bencana alam secara cepat, namun kini mulai diminati oleh masyarakat umum.

 

 

Untuk itu, mari kita perhatikan keunggulan dan kekurangan rumah dengan konsep RISHA ini:

KEUNGGULAN RISHA:

  • Biayanya jauh lebih murah dibandingkan cara membangun rumah konvensional.
  • Pembangunan dapat dilakukan secara bertahap.
  • Rancangan bangunan dapat dapat dikembangkan pada arah horizontal dan vertikal maksimal 2 lantai tergantung kreativitas sang arsitek.
  • Dapat dibongkar pasang jika akan diperbaiki atau dikembangkan di kemudian hari.
  • Bobot komponen cukup ringan (maksimum 50 kg per komponen).
  • Pemasangan hanya memerlukan waktu24 jam tergantung kondisi SDM dan kondisi lapangan.
  • Dapat mengakomodasi potensi lokal (budaya maupun bahan bangunan).
  • Struktur bangunan lebih tahan gempa, dan telah melewati uji ketahanan terhadap resiko gempa sampai dengan zona 6 di Laboratorium Struktur dan Konstruksi Puslitbangkim.
  • Lebih ramah lingkungan karena menggunakan sistem struktur dan konstruksi beton bertulang, sehingga mengatasi kelangkaan bahan kayu.
  • Teknologi RSH Sistem RISHA dapat dimanfaatkan untuk bangunan rumah, sarana ibadah, sarana kesehatan serta sarana pemerintahan dalam skala kecil dengan mengacu kepada ketahanan beban hidup sekitar 125 kg/m2.

 

KEKURANGAN RISHA:

  • Keterbatasan modul komponen, maka pengembangan desain dapat menjadi kurang fleksibel karena tergantung kreativitas arsiteknya. Oleh karena itu, struktur rumah dan pembagian ruangan harus ditentukan sejak proses awal desain rumah.
  • Terbatas sampai konstruksi bangunan untuk 2 lantai. Konstruksi lantai yang digunakan adalah konstruksi balok loteng dan papan kayu. Untuk rumah bertingkat sederhana, sudah dicoba dengan lantai keraton (keramik – beton). Tidak direkomendasikan untuk lantai dari bahan beton bertulang.
  • Mengacu pada beban hidup untuk lantai dan rumah tinggal sederhana dengan beban maksimal 125 kg/m2, harus dihindari perubahan fungsi ruang, misal berubah peruntukannya menjadi gudang untuk barang-berang berat, perpustakaan, asrama, atau lantai sekolah.
  • Aplikator RISHA belum banyak dan tersebar merata di seluruh daerah Indonesia.

 

Dengan memperhatikan keunggulan dan kekurangannya, RISHA dapat menjadi solusi alternatif untuk membangun rumah tinggal hemat biaya.

Cek harga klik disini

Untuk menerima update harga secara berkala

Share Post : gplus twitter facebook

Latest Article

Trending Article

Related Article