PERKAKAS KITA: PALU/MARTIL

PERKAKAS KITA: PALU/MARTIL

Kita pasti pernah menggunakan atau minimal pernah melihat perkakas yang satu ini. Palu adalah perkakas tangan yang digunakan untuk memberikan tumbukan kepada suatu benda agar terjadi tekanan. Di Indonesia, perkakas ini disebut juga dengan nama ‘martil’.

Perkakas ini sudah dikenal sejak peradaban purba manusia sekitar 3 juta tahun yang lalu. Awalnya menggunakan batu yang sangat keras. Digunakan dengan dipegang tangan langsung untuk menumbuk atau membentuk benda lain.

Barulah sekitar tahun 30.000 SM, palu dari batu ini mulai dipasangi gagang kayu. Palu batu ini diikat dengan tali atau kulit binatang ke sebuah gagang kayu. Dengan dipasangi gagang, palu lebih mudah dikendalikan sehingga hasil kerjanya optimal dan tangan pun tidak mudah cedera terkena pukulan palu.

 

Bentuk dasar perkakas inilah yang kita gunakan hingga kini. Bentuk palu tidak mengalami perubahan drastis. Material pembuatnya yang dikembangkan terus menerus. Luar biasa bukan?

Saat ini di pasaran beredar berbagai jenis palu yang dibuat dengan berbagai macam bentuk dan bahan yang disesuaikan dengan fungsinya. Ada palu yang khusus dibuat untuk tukang kayu, palu mekanik, palu tukang jok, palu geologi, palu untuk dokter, palu untuk bapak hakim yang terhormat, dan sebagainya.

 

Dari sekian banyak jenis palu, kita bahas beberapa palu yang umum di pasaran (baik dijual online maupun di toko perlengkapan bangunan & supermarket):

  • Palu Konde (ball-peen hammer/mechanic’s hammer). Palu ini memiliki dua ujung kepala. Ujung satu berbentuk datar, ujung yang lain berbentuk bulat seperti setengah bola. Ujung yang bulat digunakan untuk mencekungkan permukaan pelat logam.

 

  • Palu Paku (nail hammer/carpenter’s hammer). Palu ini memiliki dua ujung juga, ujung yang satu datar dan ujung yang lain berbentuk seperti cakar kembar. Cakar kembar ini berfungsi untuk mencabut paku dari lubangnya.

 

  • Palu Terak (chipping hammer). Palu ini memiliki kepala dari besi yang memiliki dua ujung yang lancip. Ujung yang satu lancip secara horizontal, sedangkan ujung lainnya lancip secara vertikal. Palu ini digunakan oleh tukang las untuk melepaskan terak hasil pengelasan besi.

 

  • Palu Godam (sledge hammer). Tidak, ini tidak ada hubungannya dengan super hero Indonesia djaman doeloe, GODAM. Palu godam adalah palu dengan kepala yang terbuat dari besi dengan dua ujung datar. Ukuran palu godam lebih besar dari palu biasa dan memiliki gagang panjang. Palu ini dioperasikan dengan cara diayunkan oleh kedua tangan sehingga daya tumbuknya sangat besar. Palu ini digunakan untuk memberikan tekanan pada benda besar, seperti untuk memecah batu dan benda-benda semen.

 

  • Palu Tembaga dan Palu Aluminum (non-sparking hammer or spark-proof hammer). Palu dengan kepala terbuat dari material non-besi. Palu ini tidak menghasilkan loncatan bunga api hasil dari benturan palu besi dengan benda besi. Karena tidak menghasilkan bunga api, maka palu ini cocok untuk digunakan pada area yang rawan terjadi kebakaran seperti area pengeboran dan penyulingan minyak bumi.

 

 

  • Palu dengan ujung kepala non-logam (mallet):
    • Palu Karet (rubber mallet). Palu ini memiliki kepala dari karet keras yang berat dan memiliki dua ujung datar. Palu ini dapat memberikan tekanan cukup besar tanpa merusak permukaan benda kerja. Palu karet digunakan untuk meratakan pelat di atas meja kerja tanpa memberikan goresan pada permukaan pelat dan juga digunakan untuk pengerjaan benda-benda kayu.
    • Palu Plastik (plastic mallet). Palu ini memiliki kepala logam dengan dua ujung dari material plastik. Palu ini cocok digunakan untuk benda-benda kerja yang lebih lunak seperti perhiasan dan benda-benda kulit.
    • Palu Kulit (rawhide mallet). Palu ini memiliki kepala logam atau kayu keras dengan kedua ujungnya dibuat dari kulit keras. Palu ini cocok digunakan untuk pengerjaan benda-benda dengan permukaan yang halus. Palu kulit digunakan pada pengerjaan perhiasan, benda-benda kulit dan perakitan motor listrik (dinamo).
    • Palu kayu (wooden mallet). Palu yang terbuat dari kayu keras ini biasanya digunakan untuk pengerjaan pengukiran kulit, kayu, dan batu.

 

 

Ini adalah beberapa palu yang secara umum ada di pasaran. Masih banyak jenis-jenis palu dengan kegunaan khusus. Begitu beragamnya jenis palu hingga dibuatlah sebuah museum khusus untuk palu di Haines, Alaska, Amerika Serikat. Museum ini berisi beraneka ragam jenis, ukuran, bentuk dan bahan palu. Berminat berkunjung?

Cek harga klik disini

Untuk menerima update harga secara berkala

Share Post : gplus twitter facebook

Latest Article

Trending Article

Related Article


RELATED PRODUCT

Sikagard 608 W Gloss

Sikagard 608 W Gloss

Rating :

Harga : Rp. 65.000

Bosch GSH 5

Bosch GSH 5

Rating :

Harga : Rp. 4.735.500