Kali ini kita tidak sekedar membahas sang buaya, apalagi buaya darat! Aduh, sepertinya sangat tidak relevan jika dibahas di sini. Mohon maaf bagi para buaya darat yang ada di luar sana.

Diberi julukan ‘tang buaya’ karena penampilan tang ini yang memiliki bentuk dan memiliki gerigi seperti moncong seekor buaya. Tang buaya ini juga dikenal sebagai tang jepit karena tang ini saat moncongnya dikatupkan, akan mengunci dan ‘menggigit’ benda dengan keras. Untuk membukanya perlu meggerakkan sebuah tuas pembuka gagang tang. Besar-kecilnya celah moncong dapat diatur oleh sekrup yang berada di gagang atas, sehingga tang buaya dapat digunakan berkali-kali untuk ukuran benda yang sama tanpa perlu pengaturan ulang. Praktis, bukan?

Tang buaya dikenal di Dunia Barat sebagai Vise-Grip (di Amerika Serikat) atau Mole-Grip (di Inggris), yang sebenarnya adalah nama merk dagang dari dua perusahaan yang berbeda.

Tahukah Anda, bahwa tang buaya ini sudah cukup lama usianya. Tang buaya diciptakan pertama kali oleh William S. Petersen dari kota De Witt, Nebraska, Amerika Serikat pada 1924. William S. Petersen sendiri adalah seorang pandai besi berkebangsaan Denmark yang berimigrasi ke Amerika Serikat pada 1901. Selama dua puluh tahun, ia berhasil membangun usaha pandai besinya di kota De Witt ini. Munculnya mobil dan traktor pertanian menunjukkan padanya bahwa usaha pandai besi akan mulai menurun hingga hilang pada akhirnya. Pada 1920-an, di bengkelnya ia membutuhkan peralatan penjepit yang belum ada pada saat itu. Dari kebutuhan itu Bill, begitulah ia kerap disapa, mulai membuat desain dan rancangan alat jepit yang akan menjadi cikal bakal tang buaya yang kita kenal sekarang. Rancangan awal ini belum memiliki mekanisme tuas pembuka gagang tang buaya.

Selama empat tahun, Bill menyempurnakan desainnya hingga pada 1924, ia berhasil mendapatkan hak paten untuk tang buaya ciptaannya. Pada tahun 1941, pabrik Petersen Manufacturing Co. bekerja dengan kapasitas penuh untuk mendukung produksi kapal perang dan pesawat tempur Sekutu dalam Perang Dunia Kedua. Tahun 1948, tang buaya ukuran 10” dan 7” mulai diproduksi. Tiga tahun kemudian, tang jepit C-Clamp diproduksi pertama kalinya sebagai varian dari tang buaya yang sudah ada.

Barulah pada 1957, mekanisme tuas pembuka gagang berhasil diciptakan dan langsung diterapkan pada semua jenis tang jepit produksinya. Pada 1985, Allen Petersen, salah seorang cucu Bill Petersen, mendirikan American Tool Companies, Inc. yang memiliki perusahaan Petersen Manufacturing Co., Inc. Perusahaan ini, saat artikel ini ditulis, bernama IRWIN Industrial Tool Company.

Hingga saat ini, tang buaya sudah memiliki varian yang beragam selain dari varian yang sudah ada, seperti tang buaya moncong panjang, tang buaya moncong lurus, tang buaya moncong lebar, kunci Inggris jepit dan sebagainya.

Dalam usianya yang ke-94 tahun ini, tang buaya sudah diproduksi oleh berbagai produsen di dunia dan sudah menjadi peralatan yang dibutuhkan dan digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Sumber: asktooltalk & wikipedia

Cek harga klik disini
  • By Admin
  • 22/11/2018

Recent Article

7 CARA MERAWAT MATA BOR

Kita perlu merawat mata bor yang kita pergunakan. Setiap benda buatan ...

7 CHECK POINT MENGHADAPI MUSIM HUJAN

7 Check Point Menghadapi Musim Hujan Musim hujan tiba, terlepas kit ...

MERAWAT RUMAH SELAMA MUSIM HUJAN

Karena musim hujan sudah tiba, berikut beberapa tips merawat rumah yan ...

JENIS-JENIS MATA BOR

Setelah kita mengerti cara memilih mesin bor yang tepat sesuai keperlu ...

Trending Article

7 CARA MERAWAT MATA BOR

Kita perlu merawat mata bor yang kita pergunakan. Setiap benda buatan ...

7 CHECK POINT MENGHADAPI MUSIM HUJAN

7 Check Point Menghadapi Musim Hujan Musim hujan tiba, terlepas kit ...

MERAWAT RUMAH SELAMA MUSIM HUJAN

Karena musim hujan sudah tiba, berikut beberapa tips merawat rumah yan ...

JENIS-JENIS MATA BOR

Setelah kita mengerti cara memilih mesin bor yang tepat sesuai keperlu ...

Untuk menerima update harga secara berkala


RELATED PRODUCT

Schneider ST.33682

Schneider ST.33682

Rating :

Harga : Rp. 1.946.868

Schneider ST.33662

Schneider ST.33662

Rating :

Harga : Rp. 1.425.386

Schneider ST.33482

Schneider ST.33482

Rating :

Harga : Rp. 23.478.840

Granit Roman

Granit Roman

Rating :

Harga : Rp. 170.000

Keramik Roman

Keramik Roman

Rating :

Harga : Rp. 11.500

Atap Twinlite

Atap Twinlite

Rating :

Harga : Rp. 3.740.000

Tangki Air Kaki P Premium

Tangki Air Kaki P Premium

Rating :

Harga : Rp. 2.200.000

Tangki Air Datar P Premium

Tangki Air Datar P Premium

Rating :

Harga : Rp. 2.150.000

AM 88 - Acian Diatas Plester

AM 88 - Acian Diatas Plester

Rating :

Harga : Rp. 83.000

AM 80 Plester

AM 80 Plester

Rating :

Harga : Rp. 53.000