Saat ini, hunian khususnya di kota-kota besar baik yang berada di permukaan tanah maupun yang berada di atas permukaan tanah, memiliki lahan kosong yang sangat terbatas. Tidak seperti zaman dulu saat pekarangan rumah bisa dipakai untuk menanam pohon mangga, pohon belimbing, dan sebagainya…

Taman vertikal atau vertical garden dapat dipilih sebagai cara alternatif memanfaatkan lahan kosong terbatas tersebut. Secara umum, Taman Vertikal dibedakan menjadi dua:

  • Green Façade: dinding yang secara langsung ditumbuhi tanaman merambat.
  • Living Wall: dinding yang diberi media tanam tempat tumbuhnya tanaman. Biasanya juga dilengkapi dengan sistem irigasi atau sistem penyiraman khusus.

Untuk Living Wall, sebetulnya dapat digunakan cara sederhana yaitu dengan menggunakan beberapa pot yang diberi media tanam (tanah ataupun moss) kemudian disusun secara vertikal. Penyusunan ini dapat dengan digantung ataupun diberi wadah khusu yang terintegrasi dengan tembok dan dekorasi rumah secara keseluruhan.

Sistem tanaman hidroponik (bercocok-tanam tanpa tanah) juga dapat dijadikan cara alternatif dalam menumbuhkan tanaman di taman vertikal tersebut.

 

Apa sih kelebihan vertical garden?

Sebenarnya ada banyak kelebihan dari Taman Vertikal ini. Mari kita bahas beberapa kelebihannya:

  • Sarana ruang hijau untuk menghasilkan oksigen. Seperti kita tahu, tanaman adalah penghasil oksigen dan menyerap karbondioksida. Dengan kadar oksigen yang memadai maka hunian Anda akan bertambah sejuk.

 

  • Mengurangi polusi udara di dalam rumah. Beberapa jenis tanaman bahkan dapat menyerap polusi udara di dalam hunian Anda sehingga udara menjadi lebih bersih.

 

  • Menghemat penggunaan lahan. Karena diletakkan secara vertikal, maka ruangan horizontal yang diperlukan menjadi sangat hemat. Bahkan area tersebut dapat dijadikan ruang duduk.

 

  • Dapat dipindahkan jika sang penghuni memutuskan untuk pindah rumah. Tidak seperti taman horizontal yang tidak dapat dipindahkan begitu saja, taman vertikal dapat dipindahkan dengan lebih mudah tanpa perlu menggali tanah dan memindahkannya ke dalam pot.

 

  • Mempercantik ruangan dan mendukung desain interior sebuah ruangan. Dengan dinding yang bernuansa hijau akan menambah keindahan ruangan tersebut.

 

  • Dapat dijadikan sarana tumbuh tanaman obat sehingga dapat menjadi apotik hidup. Dengan menanam tanaman obat, maka kita memiliki sendiri apotik hidup di dalam hunian Anda.

 

  • Dapat dijadikan sarana tumbuh tanaman konsumsi. Selada dan daun ginseng adalah sayuran yang cukup banyak ditanam dalam Taman Vertikal. Lumayan kan, saat panen Anda mendapatkan sayuran sebagai lalapan ataupun bahan utama salad. Kelebihannya dapat Anda jual juga ke teman-teman Anda.

 

Jika kita hanya membahas kelebihannya, sepertinya kurang adil. Kita perlu juga membahas kekurangannya supaya seimbang dan adil.

Kekurangan Taman Vertikal:

  • Memerlukan perencanaan yang baik, jika penyusunannya asal saja maka akan terlihat berantakan dan malahan mengganggu keindahan rumah Anda.

 

  • Biaya yang diperlukan untuk membangun taman vertikal lebih tinggi dibandingkan taman horizontal atau taman konvensional. Penyebabnya ada di poin berikutnya.

 

  • Memerlukan perangkat khusus. Perangkat khusus seperti kerangka penyangga, sistem irigasi, maupun sistem penyiraman diperlukan untuk merawat tanaman dalam Taman Vertikal Anda. Saat ini banyak ide untuk menekan biaya dengan mendaur ulang botol plastic dan pipa PVC menjadi wadah media tanamnya. Walaupun begitu, biayanya belum bisa lebih murah dari taman konvensional.

 

  • Memerlukan keahlian khusus. Anda perlu belajar mengenai sistem bercocoktanam di Taman Vertikal. Apalagi yang menggunakan sistem hidroponik, perlu waktu untuk mempelajarinya, karena tingkat keasaman (pH) air sebagai bahan utama perlu dijaga.

 

  • Perlu komitmen dari Anda untuk merawatnya, kalau tidak taman vertikal akan cepat kering ataupun layu. Seperti semua taman pada umumnya, perlu komitmen dari Anda untuk mempelajari sistemnya, cara bercocoktanam yang sesuai jenis tanamannya dan komitmen untuk merawatnya. Taman Vertikal lebih cepat kering jika sistem irigasinya terhenti. Cepat layu jika terlalu banyak air yang digunakan.

 

 

(dirangkum dari beberapa sumber)

  • By Admin
  • 10/10/2018

Recent Article

7 CARA MERAWAT MATA BOR

Kita perlu merawat mata bor yang kita pergunakan. Setiap benda buatan ...

7 CHECK POINT MENGHADAPI MUSIM HUJAN

7 Check Point Menghadapi Musim Hujan Musim hujan tiba, terlepas kit ...

MERAWAT RUMAH SELAMA MUSIM HUJAN

Karena musim hujan sudah tiba, berikut beberapa tips merawat rumah yan ...

JENIS-JENIS MATA BOR

Setelah kita mengerti cara memilih mesin bor yang tepat sesuai keperlu ...

Trending Article

7 CARA MERAWAT MATA BOR

Kita perlu merawat mata bor yang kita pergunakan. Setiap benda buatan ...

7 CHECK POINT MENGHADAPI MUSIM HUJAN

7 Check Point Menghadapi Musim Hujan Musim hujan tiba, terlepas kit ...

MERAWAT RUMAH SELAMA MUSIM HUJAN

Karena musim hujan sudah tiba, berikut beberapa tips merawat rumah yan ...

JENIS-JENIS MATA BOR

Setelah kita mengerti cara memilih mesin bor yang tepat sesuai keperlu ...