Pada kesempatan sebelumnya, kita sudah membahas tentang Cara Penyelamatan Diri: Gempa Bumi. Dalam artikel tersebut kita sempat menyinggung pembahasan tentang Bail-Out Bag.

Bail-Out Bag atau Bug-Out Bag adalah tas khusus yang berisi perlengkapan minimal untuk dapat bertahan hidup di area bencana selama beberapa saat sambil menunggu pertolongan tiba.

Intinya, bail-out bag adalah salah satu bentuk persiapan untuk menghadapi bencana. Bicara soal bencana, biasanya kita akan dihadapkan dengan pernyataan skeptis dan nyinyir dari orang-orang lain. Kita dituding berpikiran negatif, memiliki rasa takut yang berlebihan, dan pernyataan skeptis lainnya.

Sepertinya orang merasa alergi membahas bencana. Dipikirnya, dengan tidak membicarakan itu maka hal itu tidak akan terjadi menghinggapinya. Sepertinya hal ini baik dan positif, tetapi ini adalah seperti sindrom burung unta. Burung unta, dalam film kartun, selalu menyembunyikan kepalanya di tanah atau di balik batu sementara badannya yang besar itu masih terlihat. Dipikirnya dengan bersembunyi sehingga matanya tidak melihat musuhnya, maka musuhnya itu akan pergi. Lihat saja pengendara sepeda motor yang akan ditangkap pak polisi karena melawan arus lalu-lintas. Dia akan cenderung buru-buru kabur sambil melihat ke arah lain sambil cengengesan sendiri. Pemandangan yang menggelikan dan memalukan!

Di beberapa negara maju, bail-out bag disyaratkan agar perlengkapan yang dibawa dapat digunakan untuk bertahan hidup selama 72 jam. 72 jam adalah jangka waktu terpanjang yang diperlukan oleh tim SAR untuk mencapai area bencana dan melakukan pencarian atas para survivors. Mungkin bagi kita orang Indonesia, jika 72 jam dianggap berlebihan, ada baiknya kita mulai dengan perlengkapan bertahan hidup selama 24 jam di area bencana. Perlengkapan ini disebut EDC (every Day Carry).

 

 

Perlengkapan minimal sehari-hari yang kita perlu siapkan adalah:

  1. Air minum minimal sekitar 600 ml. Ingat, tidak ada pedagang asongan air minum dalam kemasan di area bencana.

 

  1. Mini First-Aid Kit. Perlengkapan P3K standar ini banyak dijual di apotek dan supermarket. Tambahkan obat-onatan standar seperti obat yang mengandung paracetamol untuk sakit kepala, demam, dan juga berfungsi sebagai pereda rasa sakit; obat luka; salep anti-septic; obat tetes mata untuk iritasi ringan; obat anti diare; dan tablet karbon akitf untuk menyerap racun dan bibit penyakit dalam saluran pencernaan. Jangan lupa untuk membawa obat-obatan pribadi, seperti obat anti alergi; obat jantung; obat tekanan darah tinggi.

 

  1. Plester berukuran kecil dan besar untuk menutup luka berukuran kecil hingga sedang.

 

  1. Kain kasa dan perban untuk membalut luka berukuran besar.

 

  1. Pinset untuk mengambil benda kecil yang masuk ke dalam kulit kita saat terluka.

 

  1. Korek api dan alat pemantik api darurat lainnya jika diperlukan untuk membuat api unggun dan penerangan darurat.
  2. Peluit untuk dapat menarik perhatian regu penolong yang tiba. Bunyi peluit juga dapat membantu regu penolong menemukan lokasi kita dengan lebih cepat.

 

  1. Lampu senter kecil dan batere yang sesuai.

 

  1. Kompas mini untuk menemukan arah saat tersesat di dalam area bencana.

 

  1. Gunting atau pisau lipat Swiss Army Knife atau perangkat multi-tools.

 

  1. Tali Paracord sekitar 1,5 meter hingga 2 meter panjangnya. Tali ini dapat digulung atau dibentuk menjadi gelang tangan sehingga praktis dibawa.

 

  1. Surat identitas atau minimal fotokopi surat identitas untuk digabungkan dibawa dengan perlengkapan yang lain.

 

Hal lain yang juga penting adalah sebuah tas praktis untuk membawa semua perlengkapan di atas tadi. Dapat berupa tas jinjing, tas selempang, atau ransel. Letakan bail-out bag Anda di tempat yang mudah dicapai. Persiapkan diri Anda, karena kita tidak pernah akan tahu, kapan bencana akan terjadi. Always be prepared! Mungkin hal ini akan menyelamatkan Anda dan orang yang Anda kasihi.

 

(dirangkum dari Wikipedia.org dan datyon.blogspot)

  • By Admin
  • 13/09/2018

Recent Article

7 CARA MERAWAT MATA BOR

Kita perlu merawat mata bor yang kita pergunakan. Setiap benda buatan ...

7 CHECK POINT MENGHADAPI MUSIM HUJAN

7 Check Point Menghadapi Musim Hujan Musim hujan tiba, terlepas kit ...

MERAWAT RUMAH SELAMA MUSIM HUJAN

Karena musim hujan sudah tiba, berikut beberapa tips merawat rumah yan ...

JENIS-JENIS MATA BOR

Setelah kita mengerti cara memilih mesin bor yang tepat sesuai keperlu ...

Trending Article

7 CARA MERAWAT MATA BOR

Kita perlu merawat mata bor yang kita pergunakan. Setiap benda buatan ...

7 CHECK POINT MENGHADAPI MUSIM HUJAN

7 Check Point Menghadapi Musim Hujan Musim hujan tiba, terlepas kit ...

MERAWAT RUMAH SELAMA MUSIM HUJAN

Karena musim hujan sudah tiba, berikut beberapa tips merawat rumah yan ...

JENIS-JENIS MATA BOR

Setelah kita mengerti cara memilih mesin bor yang tepat sesuai keperlu ...