Pada artikel serial ini, kita mencoba membahas bersama beberapa jenis kayu yang umum atau sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam artikel sebelumnya kita sudah membahas kayu cendana, kayu ulin, kayu eboni, dan kayu trembesi. Sekarang mari kita bahas, jenis-jenis kayu lainnya. Seperti yang kita bahas di artikel pertama dari serial ini, ada 131 nama kayu yang masuk ke dalam nama-nama kayu atau kelompok kayu menurut nama perdagangannya, sesuai dengan Lampiran Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 163/Kpts-II/2003 tanggal 26 Mei 2003 tentang Pengelompokan Jenis Kayu Sebagai Dasar Pengenaan Iuran Kehutanan; dengan beberapa penyesuaian.

 

Kayu Bangkirai

Kayu yang juga dikenal dengan nama Yellow Balau atau Balau saja ini banyak ditemukan di hutan Kalimantan. Kayu ini berwarna kuning kecoklatan dan banyak digunakan untuk outdoor furniture, decking, dan juga konstruksi. Tetapi karena serat kayu bangkirai ini cenderung mudah terburai sehingga dapat melengkung dan melintir, lebih baik jika digunakan pada konstruksi yang tidak memerlukan kestabilan tinggi.

Pohonnya dapat tumbuh hingga ketinggian 40 meter dengan diameter sekitar 120 cm. Kayu bangkirai memiliki berat jenis sekitar 0.91 dan digolongkan ke dalam kategori Kelas Kuat I dan II, juga Kelas Awet I hingga III.

 

Kayu Kamper

Kayu kamper sjak zaman dahulu sudah dikenal sebagai bahan baku pembuat kapur barus dan juga untuk konstruksi. Getah kayu ini tidak disukai hama, sehingga kayu ini termasuk kayu yang tahan lama. Kapur barus digunakan untuk mengawetkan mayat dan juga melindungi pakaian dari ngengat.

Kayu kamper termasuk kategori Kelas Kuat I dan II serta Kelas Awet II dan III. Jenis-jenis kayu kamper: Kamper Samarinda, Kamper Singkil, Kamper Kapur, dan Kamper Banjar. Kayu kamper walaupun yang terkenal berasal dari Sumatera, kayu kamper Samarinda justru dikenal kehalusannya.

 

Kayu Sonokeling

Kayu ini dijuluki kayu Rosewood-nya Indonesia karena memiliki warna dan corak yang indah dan eksotis. Kayu ini dikenal kuat sehingga digunakan sebagai bahan konstruksi dan sempat menjadi bahan baku kusen pintu dan jendela yang mewah. Digunakan juga sebagai pembuat furniture, alat music, dan juga alat olah raga.

Kayu Sonokeling juga dikenal awet karena juga mengeluarkan minyak yang tidak disukai hama serangga penggerek dan jamur. Pohonnya banyak ditemui di daerah berbatu dan agak kering di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dapat tumbuh hingga ketinggian 40 meter dengan diameter hingga 2 meter. Kayu ini memiliki berat jenis antara 0.77 – 0.86 dan termasuk kategori Kelas Kuat II, Kels Awet I dan Kelas Indah I.

 

Kayu Sungkai

Kayu berwarna cerah dengan urat kayu yang indah ini banyak digunakan untuk veneer (lapisan kulit kayu) dan indoor furniture. Karena harganya lebih murah dibandingkan Kayu Jati, Sonokeling ataupun Ulin, Kayu Sungkai lebih banyak digunakan secara luas.

Kayu ini termasuk kategori Kelas Kuat II dan III serta Kelas Awet II dan III.

 

Kita akan membahas lagi jenis-jenis kayu Indonesia lainnya di kesempatan berikutnya.

 

(Dirangkum dari Wikipedia dan KlikTeknik)

  • By Admin
  • 13/09/2018

Recent Article

7 CARA MERAWAT MATA BOR

Kita perlu merawat mata bor yang kita pergunakan. Setiap benda buatan ...

7 CHECK POINT MENGHADAPI MUSIM HUJAN

7 Check Point Menghadapi Musim Hujan Musim hujan tiba, terlepas kit ...

MERAWAT RUMAH SELAMA MUSIM HUJAN

Karena musim hujan sudah tiba, berikut beberapa tips merawat rumah yan ...

JENIS-JENIS MATA BOR

Setelah kita mengerti cara memilih mesin bor yang tepat sesuai keperlu ...

Trending Article

7 CARA MERAWAT MATA BOR

Kita perlu merawat mata bor yang kita pergunakan. Setiap benda buatan ...

7 CHECK POINT MENGHADAPI MUSIM HUJAN

7 Check Point Menghadapi Musim Hujan Musim hujan tiba, terlepas kit ...

MERAWAT RUMAH SELAMA MUSIM HUJAN

Karena musim hujan sudah tiba, berikut beberapa tips merawat rumah yan ...

JENIS-JENIS MATA BOR

Setelah kita mengerti cara memilih mesin bor yang tepat sesuai keperlu ...