BETULKAH BAJA RINGAN ITU TAHAN KARAT?

 

Saat ini rangka atap baja ringan sedang marak digunakan pada bangunan rumah tinggal atau residensial. Alasan yang utama karena rangka atap jenis ini anti rayap dan anti karat. Betulkah demikian?

Lho, kan memang rayap nggak bisa makan besi tokh? Lagipula kan besi galvanis anti karat!

Betul. Rayap memang tidak mampu mengigit besi hingga saat artikel ini ditulis. Tetapi mungkin istilah ‘anti karat’ itu kurang tepat disematkan pada baja ringan ini. Lebih tepat jika digunakan istilah ‘tahan karat.’

Memang bedanya apa, coba?

Sangat berbeda. Suatu benda dikatakan ‘anti karat’ berarti karat tidak akan mampu merusakkan benda tersebut. Suatu benda dikatakan ‘tahan karat’ berarti benda tersebut lebih sulit terserang karat. ‘Karat’ yang dimaksud ini adalah hasil oksidasi dari logam besi, yaitu sebuah reaksi kimia saat unsur besi bersentuhan dengan oksigen.

Jadi apakah baja ringan anti karat?

Yah, jawabannya tidak. Tetapi baja ringan itu tahan karat. Hal ini disebabkan oleh lapisan aluminum dan senyawa lain yang mencegah terjadinya kontak antara logam besi dengan oksigen. Jika lapisan ini hilang karena terkikis, maka reaksi kimia ini akan segera terjadi.

Karat akan melemahkan kekuatan structural pada rangka atap baja ringan, hal ini akan membahayakan para penghuni bangunan tersebut. Atap dapat roboh sewaktu-waktu!

Perhatikan beberapa hal yang dapat menyebabkan lapisan ini terkikis atau hilang:

  1. Adanya baretan atau goresan.

Saat rangka atap dikerjakan apalagi oleh tukang yang kurang berpengalaman, ada kemungkinan terjadi goresan akibat peralatan kerja, antar batangan baja ringan, salah potong, sambungan dan sebagainya. Untuk itu perlu segera dilakukan pelapisan dengan cat besi.

 

  1. Adonan semen.

Air pada adonan semen dapat menyebabkan reaksi kimia yang dapat merusak lapisan anti karat khususnya pada baja ringan galvanis. Rusaknya lapisan ini akan membuat baja ringan terpapar oksigen yang dapat menyebabkan oksidasi dengan karat sebagai hasilnya. Pada proses konstruksi, lindungi baja ringan dari proses pengerjaan beton atau semen. Hindarkan baja ringan dari bersentuhan dengan adonan semen saat melakukan pengecoran atau pada pemasangan karpus. Lapisi dengan lapisan kedap air terlebih dahulu.

 

  1. Cuaca.

Terpaan hujan dan panas matahari berkepanjangan akan menyebabkan terkikisnya lapisan anti karat. Jangan gunakan baja ringan sebagai material bangunan yang diekspos. Gunakan baja ringan di area yang terlindung dan juga di bawah atap. Hindari pemasangan rangka atap baja ringan saat musim hujan. Terkikisnya lapisan anti karat akan cepat menyebabkan terjadinya karat.

 

  1. Larutan asam.

Larutan asam akan bereaksi dengan lapisan anti karat dan akan menyebabkannya mengelupas. Saat lapisan ini sudah terkelupas, baja ringan akan terpapar oksigen sehingga munculnya karat hanya tinggal tunggu waktu. Larutan asam ini biasanya ditemukan di dalam rumah berupa larutan pembersih keramik dan juga larutan pembersih lantai. Usahakan agar baja ringan tidak berada dekat-dekat larutan asam tersebut.

 

(dirangkum dari berbagai sumber)

  • By Admin
  • 06/09/2018

Recent Article

7 CARA MERAWAT MATA BOR

Kita perlu merawat mata bor yang kita pergunakan. Setiap benda buatan ...

7 CHECK POINT MENGHADAPI MUSIM HUJAN

7 Check Point Menghadapi Musim Hujan Musim hujan tiba, terlepas kit ...

MERAWAT RUMAH SELAMA MUSIM HUJAN

Karena musim hujan sudah tiba, berikut beberapa tips merawat rumah yan ...

JENIS-JENIS MATA BOR

Setelah kita mengerti cara memilih mesin bor yang tepat sesuai keperlu ...

Trending Article

7 CARA MERAWAT MATA BOR

Kita perlu merawat mata bor yang kita pergunakan. Setiap benda buatan ...

7 CHECK POINT MENGHADAPI MUSIM HUJAN

7 Check Point Menghadapi Musim Hujan Musim hujan tiba, terlepas kit ...

MERAWAT RUMAH SELAMA MUSIM HUJAN

Karena musim hujan sudah tiba, berikut beberapa tips merawat rumah yan ...

JENIS-JENIS MATA BOR

Setelah kita mengerti cara memilih mesin bor yang tepat sesuai keperlu ...