Di tengah kesibukan sehari-hari, pernahkah terbersit pertanyaan dalam pikiran kita: “Kenapa alat ini disebut ‘Kunci Inggris’, ya?”

Kemungkinan sebagian dari kita menjawab, ‘Pernah.” Tetapi mungkin karena belum ada yang dapat memberikan jawabannya, kita berhenti bertanya.

“Ah, itu tidak penting!” mungkin begitu jawaban beberapa orang lain menampik.

Tetapi, sebuah nama itu penting karena berkaitan dengan identitas akan sesuatu. Bayangkan jika suatu hari ada yang berkata kepada Anda, “Tolong ambilkan obeng kembang.” Anda akan berpikir, “Apa hubungannya obeng dengan kembang?” Bagi yang tidak tahu, ‘kembang’ adalah sebutan dalam bahasa Jawa untuk ‘bunga’. Kita mengenal alat ini dengan nama ‘obeng plus’ atau ‘obeng Philips’, tetapi bagi beberapa orang mereka hanya kenali alat tersebut dengan nama ‘obeng kembang’. Begitulah pentingnya sebuah nama!

Kunci Inggris kita kenal dari istilah bahasa Belanda Engelse sleutel yang jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia memang berarti ‘kunci Inggris’. Seperti dilansir dalam Wikipedia: alat ini berfungsi untuk melepas atau memasang mur/baut yang dapat disetel menyempit atau melebar menyesuaikan dengan ukuran mur atau bautnya. Konstruksinya terdiri dari rahang diam, rahang geser ulir penyetel dan lengan. Apabila ulir penyetel diputar rahang geser akan bergerak menyempit atau melebar.

Kunci Inggris pertama kali ditemukan pada tahun 1842 oleh seorang Insinyur berkebangsaan Inggris, Richard Clyburn. Saat itu sedang gencar-gencarnya terjadi Revolusi Industri. Semua pekerjaan yang tadinya dibuat secara manual oleh manusia, kini dikerjakan oleh mesin dengan tenaga uap. Hal ini mendorong lahirnya berbagai peralatan untuk membantu dan memudahkan manusia untuk menciptakan, merawat, dan memperbaiki suatu mesin.

Alat ini di beberapa negara Eropa seperti Belanda, Perancis, Jerman, Portugal, Spanyol, dan Italia, disebut dengan english key, ‘Kunci Inggris’. Mungkin disebut key atau ‘kunci’ karena berfungsi membuka atau menutup sesuatu yang diikat dengan mur dan baut.

Anehnya, di Inggris, alat ini disebut dengan adjustable wrench atau adjustable spanner. Diterjemahkan bebas sebagai ‘Kunci yang dapat disesuaikan’. Mungkin kejadian ini mirip dengan penggunaan istilah ‘Warung Padang’. Di daerah asalnya, Padang - Sumatra Barat, hanya disebut dengan ‘Warung’. Hehehe…

Kemudian pada 1891 – 1892, Johan Petter Johansson dari Swedia menyempurnakan alat ini. Tidak mengherankan jika di negara Denmark, Polandia, dan Israel, alat tersebut dikenal dengan nama Swedish Key, ‘Kunci Swedia’. Di Swedia sendiri alat yang diproduksi oleh BAHCO ini disebut skiftnyckel, shifting key yang artinya kunci yang dapat diubah/disesuaikan. Di Australia, alat ini disebut dengan shifters.

Dari penyempurnaan inilah lahir Kunci Inggris yang kita kenal bentuknya sekarang ini. Varian Kunci Inggris yang juga biasa kita temukan adalah Kunci Inggris heksagonal, untuk mur dan baut berbentuk heksagonal.

Saat ini Kunci Inggris diproduksi oleh berbagai produsen peralatan di seluruh belahan dunia, baik dari Eropa, Amerika Serikat, Tiongkok dan India. Boleh dikatakan Kunci Inggris sudah menjadi bagian dari peralatan standar rumah tangga sehari-hari.

  • By Admin
  • 03/08/2018

Recent Article

7 CARA MERAWAT MATA BOR

Kita perlu merawat mata bor yang kita pergunakan. Setiap benda buatan ...

7 CHECK POINT MENGHADAPI MUSIM HUJAN

7 Check Point Menghadapi Musim Hujan Musim hujan tiba, terlepas kit ...

MERAWAT RUMAH SELAMA MUSIM HUJAN

Karena musim hujan sudah tiba, berikut beberapa tips merawat rumah yan ...

JENIS-JENIS MATA BOR

Setelah kita mengerti cara memilih mesin bor yang tepat sesuai keperlu ...

Trending Article

7 CARA MERAWAT MATA BOR

Kita perlu merawat mata bor yang kita pergunakan. Setiap benda buatan ...

7 CHECK POINT MENGHADAPI MUSIM HUJAN

7 Check Point Menghadapi Musim Hujan Musim hujan tiba, terlepas kit ...

MERAWAT RUMAH SELAMA MUSIM HUJAN

Karena musim hujan sudah tiba, berikut beberapa tips merawat rumah yan ...

JENIS-JENIS MATA BOR

Setelah kita mengerti cara memilih mesin bor yang tepat sesuai keperlu ...