JANGAN LUPA: BERSIHKAN KUAS CAT ANDA!

JANGAN LUPA: BERSIHKAN KUAS CAT ANDA!

Kadang kita lupa membersihkan kuas cat setelah kita pergunakan untuk melakukan pekerjaan pengecatan. Setelah selesai, kita hanya meletakkannya di atas kaleng cat yang tersisa begitu saja di lantai gudang.

Hal ini adalah pemborosan!

 

Lho, koq dibilang ‘pemborosan’, sih?

Tentu saja ini adalah sebuah pemborosan. Cat yang disimpan begitu saja akan lebih cepat mengeras dan tidak dapat dipergunakan lagi untuk pekerjaan retouching jika ada kerusakan kecil pada dinding maupun pagar. Baca juga: Cara tepat menyimpan sisa cat.

Kuas yang didiamkan tanpa dibersihkan, atau hanya diguyur air lalu disimpan, bulu-bulunya akan mengeras dan melengkung. Akibatnya kuas cat tidak dapat dipergunakan lagi, karena akan merusak hasil pengecatan.

Seringkali kita baru mengetahui bahwa kuas kita sudah rusak saat kita sedang akan melakukan pekerjaan perbaikan kecil dengan cat di rumah. Hal ini akan memperlampat proses pekerjaan secara keseluruhan, karena kita harus pergi dulu ke toko bahan bangunan untuk membeli kuas. Atau kita harus membelinya via toko online dan terpaksa menunggu beberapa saat untuk diantar ke alamat kita, sehingga pekerjaan pun juga ikut tertunda.

Nah, mari kita lanjutkan dengan mulai membersihkan kuas cat Anda:

  1. Setelah selesai mengecat, oleskan kuas beberapa kali pada kertas bekas untuk membuang kelebihan cat yang menempel pada kuas. Lakukan hingga hanya tertinggal sedikit sisa cat pada bulu-bulu kuas.

 

  1. Untuk kuas dengan cat berbahan pelarut air, bilas dengan air biasa hingga cat bersih.

 

 

  1. Untuk kuas dengan cat berbahan pelarut thinner, bersihkan kuas dengan menggunakan thinner hingga bersih.

 

  1. Siapkan ember berisi air hangat. Tambahkan sedikit deterjen di dalamnya. Rendam kuas selama sekitar lima menit.

 

  1. Cuci kuas dengan menggosok-gosokan bulu-bulunya di dalam air hangat + deterjen tadi.

 

  1. Angkat kuas. Kibaskan air sabun yang tersisa.

 

  1. Bilas dengan air hangat hingga bersih.

 

  1. Keringkan dengan mengibaskan kuas beberapa kali. Jika masih lembab, bungkus dengan lap dan ditekan-tekan perlahan untuk mengeluarkan air dari sela-sela bulu kuas.

 

  1. Angin-anginkan dengan posisi tergantung hingga kering. Jika belum kering, bulu-bulu kuas akan berjamur selama disimpan.

 

  1. Simpan kuas dengan posisi tergantung atau disimpan berdiri terbalik dengan gagang di bawah di dalam sebuah kaleng.

 

 

Kenapa harus dsimpan dengan posisi tergantung atau posisi terbalik dengan gagang di bawah?

Hal ini agar bulu-bulu kuas tidak tertekuk. Jika disimpan lama dengan bulu-bulu kuas tertekuk, kuas akan rusak. Bulu-bulu kuas akan tertekuk permanen atau bahkan terlepas dari gagangnya. Kuas yang tertekuk permanen akan merusak hasil pengecatan! Terpaksa kita harus membeli kuas baru lagi.

 

Pemborosan, bukan? Padahal kuas ini masih dapat kita pergunakan untuk pengecatan beberapa kali lagi…

Cek harga klik disini

Untuk menerima update harga secara berkala

Share Post : gplus twitter facebook

Latest Article

Trending Article

Related Article


RELATED PRODUCT

Seng Plat

Seng Plat

Rating :

Harga : Rp. 22.500

Yale YLEL 200 Elite Digital Safes

Yale YLEL 200 Elite Digital Safes

Rating :

Harga : Rp. 2.250.000

Onda Chrome Double Nipple

Onda Chrome Double Nipple

Rating :

Harga : Rp. 11.000

Nippon Matex

Nippon Matex

Rating :

Harga : Rp. 86.667

Toto Shower TX446SECM

Toto Shower TX446SECM

Rating :

Harga : Rp. 2.692.500

Rucika Faucet Elbow (AW)

Rucika Faucet Elbow (AW)

Rating :

Harga : Rp. 1.710

Sherlock Beton Putih (Small Box)

Sherlock Beton Putih (Small Box)

Rating :

Harga : Rp. 11.825

Onda V 639 CS

Onda V 639 CS

Rating :

Harga : Rp. 109.000

Toto Shower TX474SV

Toto Shower TX474SV

Rating :

Harga : Rp. 2.377.500

Wasser TP-2108 Toilet Paper Holder with Shelf

Wasser TP-2108 Toilet Paper Holder with Shelf

Rating :

Harga : Rp. 260.000